Austria sukses mengamankan tiga poin krusial dalam laga Grup J Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan tim debutan Yordania dengan skor 3-1 di Stadion San Francisco Bay Area. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri penantian 36 tahun Das Team untuk merasakan kembali manisnya tiga angka di putaran final Piala Dunia, sejak terakhir kali mengalahkan Amerika Serikat pada edisi Italia 1990.

Meskipun skor akhir terlihat meyakinkan bagi raksasa Eropa tersebut, jalannya pertandingan sama sekali tidak mudah. Skuad asuhan Ralf Rangnick dipaksa memeras keringat oleh determinasi tinggi Yordania yang sempat menyamakan kedudukan di awal babak kedua, sebelum akhirnya menyerah akibat tekanan bertubi-tubi Austria di menit-menit akhir pertandingan.

Schmid Membuka Keunggulan Austria

Austria langsung menerapkan taktik gegenpressing agresif khas Rangnick sejak peluit pertama berbunyi. Hasilnya terlihat pada menit ke-20 melalui aksi memukau Romano Schmid. Berawal dari transisi cepat yang diinisiasi Saša Kalajdžić, Xaver Schlager kemudian mengirim umpan matang ke tepi kotak penalti. Schmid yang berdiri bebas melepaskan tembakan melengkung kaki kanan yang bersasar telak di pojok gawang Yazeed Abulaila.

Baca juga: Pulih dari Cedera, Messi Siap Habis-Habisan Bersama Argentina di Piala Dunia 2026

Di sisa babak pertama, Austria terus mendominasi jalannya laga. Yordania yang melakoni debut bersejarah mereka di panggung dunia tampak sedikit gugup dan kesulitan mempertahankan penguasaan bola akibat tekanan konstan di lini tengah.

Perlawanan Sengit "The Chivalrous Ones"

Memasuki babak kedua, pelatih Yordania Jamal Sellami berhasil membakar semangat anak asuhnya. Mereka tampil jauh lebih berani dan hanya butuh waktu lima menit setelah turun minum untuk mengejutkan lini pertahanan Austria.

Pada menit ke-50, sebuah kesalahan umpan di lini tengah Austria berhasil dipotong oleh para pemain Yordania. Mousa Al-Tamari langsung melakukan akselerasi cepat sebelum melepaskan umpan terukur kepada Ali Olwan. Dengan tenang, Olwan menaklukkan kiper Alexander Schlager dengan tembakan melengkung, memicu gemuruh luar biasa dari ribuan pendukung Yordania yang memadati stadion.

Drama VAR dan Gol Pengunci Kemenangan

Pertandingan pun berjalan semakin sengit dan penuh drama. Striker veteran Austria, Marko Arnautović, masuk sebagai pemain pengganti dan sempat mencetak gol memanfaatkan bola muntah dari situasi sepak pojok. Namun, gol tersebut dianulir oleh VAR karena bek Stefan Posch kedapatan melakukan handball dalam proses terjadinya gol.

Meski demikian, tekanan udara dari Austria akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-76. Berawal dari skema sepak pojok yang menciptakan kemelut di depan gawang, bek Yordania Yazan Al-Arab salah mengantisipasi bola dan justru membelokkannya ke dalam gawang sendiri.

Baca juga: Hat-trick Bersejarah Messi Bawa Argentina Bungkam Aljazair 3-0

Yordania yang mencoba mengejar ketertinggalan terpaksa bermain lebih terbuka, meninggalkan celah besar di lini pertahanan mereka. Pada masa injury time, peninjauan VAR kembali terjadi dan membuahkan penalti untuk Austria akibat pelanggaran di area terlarang. Arnautović yang maju sebagai eksekutor pada menit ke-90+11 dengan dingin mengecoh Abulaila untuk memastikan laga berakhir dengan skor 3-1.

Dengan Argentina yang sukses menggulung Aljazair 3-0 di laga lainnya, Austria kini menduduki posisi kedua di klasemen sementara Grup J hanya karena selisih gol. Skuad asuhan Rangnick selanjutnya akan menghadapi ujian berat melawan Lionel Messi dan sang juara bertahan Argentina pada hari 23 Juni di Texas, sementara Yordania harus melakoni laga hidup-mati melawan Aljazair.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!