Lionel Messi secara resmi mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional, mengakhiri perjalanan legendaris selama 20 tahun bersama tim nasional Argentina yang diwarnai drama kegagalan menyakitkan hingga pencapaian kejayaan tertinggi di tingkat dunia.

Pemenang delapan gelar Ballon d'Or berusia 39 tahun tersebut mengonfirmasi keputusannya melalui unggahan emosional di media sosial berupa surat terbuka. Messi mengungkapkan bahwa ia sebenarnya telah menulis surat perpisahan tersebut pada 21 Juli, dua hari setelah kekalahan 1-0 Argentina dari Spanyol lewat babak perpanjangan waktu pada final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium. Namun, wafatnya sang ayah sekaligus agennya, Jorge Messi, pada 8 Agustus lalu semakin memantapkan tekadnya untuk melangkah mundur.

Dari Duka Hingga Juara Piala Dunia

Perjalanan Messi di kancah internasional berdiri sebagai salah satu alur cerita paling luar biasa dalam sejarah olahraga modern. Setelah bertahun-tahun menelan pil pahit kekalahan di laga final, termasuk final Piala Dunia 2014 melawan Jerman serta dua kekalahan berturut-turut di final Copa América pada 2015 dan 2016, Messi sempat memutuskan mundur sejenak sebelum kembali untuk memimpin era dominasi paling bersejarah bagi negaranya.

Baca juga: 

Siapa Pemain dengan Assist Terbanyak dalam Sejarah?

Siapa Pemain Sepak Bola Terbaik Sepanjang Masa?

Keteguhan hati tersebut berbuah manis dengan rentetan trofi bergengsi. Messi memimpin La Albiceleste meraih gelar juara Copa América 2021 melawan Brasil di Maracanã, mengangkat trofi Piala Dunia ketiga Argentina di Qatar 2022, mempertahankan gelar Copa América pada 2024, serta membawa negaranya kembali menembus final Piala Dunia pada 2026.

"Setelah sekian lama berlalu sejak laga final, dan setelah mempertimbangkannya secara mendalam, saya ingin memberitahukan kepada semua orang bahwa saya memutuskan pensiun dari tim nasional Argentina," tulis Messi. 

"Ini adalah keputusan yang sangat menyakitkan, dan masih terasa menyakitkan hingga jauh di dalam hati, tetapi saya memahami bahwa waktunya telah tiba. Saya bersumpah kepada kalian bahwa saya selalu memberikan segalanya, tidak hanya dalam beberapa tahun terakhir ketika kita memenangkan segalanya, tetapi juga di masa-masa sebelumnya dan saya selalu berjuang serta memberikan segalanya demi seragam ini, demi memberikan kebahagiaan dan membuat mereka bangga menjadi orang Argentina melalui sepak bola.”

Warisan dan Rekor yang Tak Tertandingi

Messi mengakhiri karier internasionalnya sebagai pemegang rekor mutlak Argentina dengan torehan 125 gol dari 207 penampilan. 

Perjalanannya di Piala Dunia ditutup dengan catatan 21 gol dan 12 asis dari 34 pertandingan, di samping mengukuhkan rekor sebagai pemain dengan jumlah kemenangan terbanyak serta pencetak asis terbanyak dalam sejarah turnamen tersebut.

Baca juga

Mengapa Lionel Messi Dianggap Salah Satu Pemain Terbaik?

Duka Atas Kepergian Sang Ayah, Messi Ungkap Keraguan Lanjutkan Kariernya

"Waktu terus berjalan dan berbagai babak kehidupan pun harus berakhir, dan babak yang satu ini sangat menyakitkan bagi saya,” lanjut Messi.

“Saya mencintai, pernah mencintai, dan akan selalu mencintai pengalaman menjadi bagian dari tim nasional. Saya telah mengerahkan seluruh kemampuan saya: kini tak ada lagi yang bisa saya berikan, dan lagipula, ada pemain-pemain muda hebat yang sedang bermunculan dan layak untuk [dipilih]."

Meski telah gantung sepatu dari panggung internasional bersama Argentina, Messi tetap akan melanjutkan karier klubnya di Major League Soccer bersama Inter Miami, di mana kontraknya masih berlaku hingga musim 2028.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!