Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Bintang sekaligus kapten tim nasional Argentina, Lionel Messi, mengutarakan kepedihan mendalam menyusul wafatnya sang ayah, Jorge Messi. Dalam pesan perpisahan emosional yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya, pemenang delapan penghargaan Ballon d'Or tersebut secara terbuka mengungkapkan keraguan besar mengenai berapa lama lagi ia sanggup melanjutkan kariernya di dunia sepak bola.
Jorge Messi meninggal dunia pada usia 68 tahun di kota kelahirannya, Rosario, setelah bertarung melawan penyakit yang diidapnya dalam waktu cukup lama. Kepergian sosok yang mengawal dan mendampingi perjalanan karier sang megabintang sejak belia itu memicu gelombang simpati dan duka dari jagat sepak bola internasional.
Melalui unggahan di media sosial, Messi membagikan kenangan dan pesan terbuka yang menyentuh hati. Ia mengakui betapa sulitnya membayangkan hidup dan karier tanpa kehadiran sang ayah yang telah menjadi pilar utama, sahabat, serta agennya sejak ia berusia 14 tahun.
"Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan tanpamu. Aku tidak tahu bagaimana cara untuk terus melangkah. Selama ini aku hanya bermain sepak bola, dan kini aku benar-benar ragu apakah aku sanggup terus melakukannya untuk waktu yang lebih lama," tulis Messi.
Baca juga: Lionel Messi Angkat Bicara Usai Kekalahan Menyakitkan Argentina di Final Piala Dunia
"Ayah selalu berada di sisiku sejak awal. Kita sudah begitu dekat dengan garis akhir. Mengapa Ayah tidak bertahan sedikit lebih lama agar kita bisa menyelesaikan ini bersama-sama?"
Dalam pernyataan tersebut, kapten Timnas Argentina itu juga mengungkapkan beban mental luar biasa yang ia tanggung selama memimpin negaranya hingga melaju ke babak final Piala Dunia 2026.
Messi menceritakan bahwa sang ayah sangat berharap melihatnya bertanding di panggung dunia untuk terakhir kali, kendati kondisi kesehatannya justru memburuk tepat sebelum turnamen dimulai.
Momen haru saat Messi meneteskan air mata usai mencetak gol di laga pembuka melawan Aljazair diakui berkaitan erat dengan kondisi kesehatan sang ayah. Walau terus memaksakan batas fisiknya hingga laga pemungkas melawan Spanyol di New Jersey, Messi tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya karena tidak bisa membawa pulang trofi untuk sang ayah yang menyaksikan dari jauh.
"Ayah terus memintaku untuk bermain di satu Piala Dunia terakhir ini, dan hanya beberapa hari sebelum dimulai, kondisi Ayah memburuk. Setiap kali pertandingan usai, aku selalu menunggu dan merindukan pesan darimu," ungkap Messi.
Baca juga: Messi Emosional, Ungkap Hari-Hari Sulit di Balik Hat-trick Bersejarah
Peran Jorge Messi dalam perjalanan karier Lionel Messi jauh melampaui ikatan ayah dan anak. Sejak mengawal kepindahan Messi muda dari Rosario ke akademi La Masia milik Barcelona pada awal era 2000-an, Jorge bertindak sebagai manajer, penasihat utama, sekaligus benteng pelindung bagi perjalanan sang maestro.
Di bawah bimbingannya, Messi tumbuh menjadi salah satu pesepak bola terhebat sepanjang sejarah dengan raihan puluhan trofi bergengsi, termasuk gelar Juara Dunia 2022 di Qatar.
Kendati Messi saat ini masih terikat kontrak bersama klub MLS Inter Miami, pernyataan emosional ini memberi sinyal kuat bahwa masa depan sang maestro di lapangan hijau kini berada di persimpangan jalan. Gelombang ucapan duka dan simpati dari rekan setim, mantan klub, hingga rival di seluruh dunia terus mengalir untuk menguatkan keluarga besar Messi di masa-masa sulit ini.