AC Milan resmi memecat manajer Massimiliano Allegri pada Senin waktu setempat menyusul kegagalan total klub finis di zona Liga Champions pada pekan terakhir Serie A. Langkah radikal pemilik klub, RedBird Capital, tidak berhenti di situ; raksasa Italia ini juga mendepak CEO Giorgio Furlani dan jajaran direktur olahraga mereka dalam sebuah pembersihan massal yang mengguncang San Siro.

Keputusan brutal ini diambil kurang dari 24 jam setelah Rossoneri dipermalukan di kandang sendiri, kalah 2-1 dari Cagliari setelah sempat unggul terlebih dahulu. Hasil tragis di laga pamungkas tersebut, ditambah kemenangan Como atas Cremonese, melempar Milan dari posisi ketiga ke peringkat kelima klasemen akhir. Kehilangan tiket kompetisi tertinggi Eropa di detik-detik terakhir menjadi vonis mati bagi periode kedua Allegri di Milan.

Kegagalan Total yang Tak Termaafkan

Selama berbulan-bulan, Milan tampak nyaman di posisi dua besar dan terus membayangi perburuan Scudetto. Namun, mereka justru mengalami penurunan performa yang drastis di fase akhir kompetisi, hanya meraih dua kemenangan dari delapan pertandingan terakhir.

Baca juga: Liga Champions Lepas dari Genggaman AC Milan usai Dipermalukan Cagliari 1-2

Dalam pernyataan resmi yang sangat tegas dan tanpa basa-basi, pihak RedBird mengungkapkan kekecewaan mendalam mereka:

“Setelah kekecewaan tahun lalu, mandat yang ditetapkan oleh pemilik klub adalah untuk kembali ke Liga Champions dan membangun fondasi untuk meraih kemenangan secara konsisten di puncak Serie A,” tulis Milan dalam situs resminya.

“Sebagian besar musim ini, kami berada di dua posisi teratas Serie A, dengan peluang yang cukup besar untuk bersaing memperebutkan Scudetto. Namun, performa di akhir musim sangat tidak konsisten dengan performa hingga saat itu, dan kekalahan mengecewakan di pertandingan terakhir tadi malam mengubah musim ini menjadi kegagalan total.”

Daftar pemecatan ini terbilang sangat masif. Efektif per hari Senin, pelatih kepala Massimiliano Allegri, CEO Giorgio Furlani, direktur olahraga Igli Tare, serta direktur teknis Geoffrey Moncada semuanya resmi dibebastugaskan dari jabatan mereka.

Sup Hangat yang Berakhir Pahit

Dalam sepak bola Italia, ada istilah minestra riscaldata atau "sup yang dipanaskan kembali"—sebuah sindiran untuk klub yang mempekerjakan kembali mantan pelatih dengan harapan bisa mengulang kejayaan masa lalu. Sayangnya bagi Milan, racikan ini jarang berakhir manis untuk kedua kalinya.

Allegri, yang mempersembahkan Scudetto bagi Milan pada tahun 2011, kembali ke San Siro musim panas lalu dengan satu target utama: membawa juara Eropa tujuh kali ini tetap bersaing di jajaran elite benua biru. 

Namun, gaya mainnya yang pragmatis dan defensif justru memicu rasa frustrasi para pendukung. Ketika lini pertahanan mereka mulai rapuh di bulan Mei, Allegri kehabisan jawaban taktis.

Baca juga: Allegri Sebut Milan Pantas Tak Lolos Liga Champions

Catatan terakhirnya musim ini berakhir dengan 22 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 10 kekalahan dari 42 pertandingan di semua kompetisi. Statistik yang sebenarnya cukup lumayan, namun menjadi fatal ketika mereka terpeleset di laga krusial kontra Cagliari.

Hanya Zlatan yang Bertahan

Di tengah perombakan besar-besaran di jajaran manajemen Milan, hanya ada satu sosok besar yang posisinya tetap aman: penasihat khusus klub, Zlatan Ibrahimović.

Mantan striker legendaris tersebut menjadi satu-satunya figur penting di sektor sepak bola yang selamat dari pembersihan massal RedBird. Pemilik utama Milan, Gerry Cardinale, kabarnya siap memberikan peran yang jauh lebih besar kepada Ibrahimović untuk memimpin restrukturisasi total identitas olahraga klub. 

Tugas pertamanya adalah mencari CEO baru, direktur olahraga baru, dan tentunya pelatih baru yang mampu membawa taktik progresif modern ke dalam skuad.

Rumor panas di Italia kini mulai bergulir cepat. Seiring dengan mundurnya Antonio Conte dari Napoli secara dramatis, serta performa impresif Raffaele Palladino bersama Atalanta, Milan dipastikan tidak akan kekurangan kandidat papan atas. 

Menariknya, ironi sepak bola mungkin saja tercipta: rumor di Naples menyebutkan bahwa Allegri kini menjadi salah satu kandidat kuat untuk mengisi kursi kosong yang ditinggalkan Conte.

Bagi Milan, musim panas ini akan berjalan sangat panjang dan sibuk untuk membangun kembali struktur klub dari nol. Mereka harus rela bermain di kasta kedua Eropa, Liga Europa, pada musim depan, menjadi sebuah realitas yang sangat dihindari oleh pemilik klub, dan sebuah kegagalan yang gagal dicegah oleh Allegri.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!