Massimiliano Allegri mengakui AC Milan memang pantas gagal lolos ke Liga Champions setelah kekalahan memalukan 1-2 dari Cagliari di San Siro pada hari Minggu kemarin. Hasil tragis di laga pamungkas Serie A musim 2025–2026 ini sekaligus menutup paruh kedua musim yang berjalan sangat buruk bagi kubu Rossoneri.

Kekalahan di hadapan pendukung sendiri tersebut langsung membuat posisi Allegri sebagai manajer berada di ujung tanduk. Manajemen klub dilaporkan siap mengambil tindakan tegas setelah performa tim anjlok drastis sejak bulan Maret, membuang keunggulan poin yang berharga, dan akhirnya harus rela finis di peringkat kelima serta terlempar ke Liga Europa

"Kami Pantas di Posisi Ini"

Usai pertandingan, Allegri tidak mencari kambing hitam atas kegagalan finis di posisi empat besar, yang akhirnya direbut secara dramatis oleh Como.

“Sayangnya, kami tidak bisa mengubah hasilnya sekarang. Ketika kami kalah lima pertandingan kandang seperti ini, kami berakhir di posisi ini,” kata Allegri kepada DAZN Italia.

Baca juga: Liga Champions Lepas dari Genggaman AC Milan usai Dipermalukan Cagliari 1-2

“Saat ini, saya kecewa, marah, karena kami gagal lolos ke Liga Champions. Setelah mengalahkan Genoa pekan lalu, tidak ada yang menyangka akan kalah seperti ini,” ungkap Allegri.

“Sayangnya, ini olahraga, kita harus menerimanya. Kita perlu mengevaluasi seluruh musim, saya tidak bisa menyalahkan para pemain saya, mereka telah memberikan yang terbaik di lapangan sepanjang tahun.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi, kami tentu saja melakukan kesalahan selama kekalahan ini, tetapi kami berhasil memperbaiki keadaan melawan Genoa.

“Saat mengevaluasi akhir musim, wajar jika hasilnya membuat kita melihat sesuatu secara berbeda, tetapi kita harus tetap realistis dalam melihat situasi secara keseluruhan.”

Kursi Panas dan Ancaman Pemecatan Massal

Pengakuan dosa Allegri tampaknya tidak akan cukup untuk menyelamatkan kariernya di San Siro. Kabar dari internal klub menyebutkan bahwa pemilik RedBird Capital, Gerry Cardinale, berang dengan hasil akhir musim ini dan siap melakukan perombakan total, tidak hanya di sektor kepelatihan tetapi juga jajaran manajemen klub.  

Gagalnya perpanjangan kontrak otomatis yang sedianya aktif andai Milan lolos ke Liga Champions membuat posisi Allegri kini berada di ujung tanduk. Laporan kuat dari Sky Sport Italia dan Sportitalia mengindikasikan bahwa manajemen klub tengah mempersiapkan dokumen pemecatan untuk sang pelatih berpaspor Italia tersebut dalam waktu dekat, mengakhiri periode keduanya di Milan yang hanya bertahan satu musim.

Suasana di luar stadion pun sempat memanas sebelum sepak mula. Kelompok suporter garis keras Milan, Curva Sud, merilis fanzine yang menuntut kepergian CEO Giorgio Furlani, kepala pemandu bakat Geoffrey Moncada, dan Presiden Paolo Scaroni. Bahkan, Cardinale bersama penasihat senior klub, Zlatan Ibrahimovic, dilaporkan harus mendapatkan pengawalan ketat kepolisian saat meninggalkan stadion demi menghindari amuk massa yang kecewa.

Baca juga: Milan Masuk Empat Besar, Allegri Sebut Tiket Liga Champions Masih Belum Aman

“Saya tidak tahu tentang masa depan, saat ini pikiran saya hanya tertuju pada kurangnya hasil. Tentu saja, keseluruhan tahun harus dievaluasi, kesalahan telah terjadi, tetapi tidak ada gunanya membicarakannya sekarang,” pungkas Allegri.

Skuad yang Terancam Eksodus

Imbas dari jatuhnya Milan ke kompetisi kasta kedua Eropa, UEFA Europa League, diperkirakan akan memicu efek domino di lantai bursa transfer musim panas ini. Tanpa guyuran dana segar dari hak siar dan bonus Liga Champions, Milan harus bersiap menghadapi potensi kehilangan sejumlah pilar utama.

Nama-nama besar seperti Rafael Leão, Christian Pulisic, penyerang Santiago Giménez, hingga rekrutan anyar Niclas Füllkrug kini masuk dalam radar spekulasi pintu keluar San Siro. Bahkan, gelandang veteran Luka Modrić dikabarkan siap mengepak koper lebih awal jika kepastian hengkangnya Allegri dikonfirmasi oleh klub.

Bagi klub sebesar AC Milan, finis di peringkat kelima dengan 70 poin setelah sempat memimpin perburuan gelar adalah sebuah ironi besar. Evaluasi total yang digaungkan Allegri di akhir wawancaranya tampaknya akan menjadi kenyataan, namun kemungkinan besar, proses rekonstruksi itu tidak akan lagi melibatkan dirinya di kursi manajerial Rossoneri.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!