Lazio 1-0 Milan: Gol Tunggal Isaksen Buyarkan Harapan Scudetto Rossoneri
Harapan AC Milan untuk memangkas jarak dengan pemuncak klasemen Inter Milan hancur di ibu kota. Bertandang ke Stadio Olimpico pada pekan ke-29 Serie A musim 2025-26, pasukan Massimiliano Allegri harus menyerah dengan skor tipis 1-0 dari tuan rumah Lazio melalui gol tunggal Gustav Isaksen.
Kekalahan ini mengakhiri rekor tandang tak terkalahkan Milan di Serie A musim ini setelah 14 pertandingan. Dengan hasil ini, Milan tetap tertahan di posisi kedua dengan 60 poin, kini tertinggal delapan poin di belakang rival sekota mereka, Inter, dengan sisa sembilan laga.
Efisiensi Lazio vs Dominasi Milan
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Milan nyaris memimpin di menit ke-10, namun upaya jarak dekat Strahinja Pavlovic berhasil diblok secara heroik oleh Oliver Provstgaard tepat di depan garis gawang.
Lazio merespons lewat Kenneth Taylor yang tendangannya sempat menggetarkan mistar gawang Mike Maignan.
Baca juga: Ibrahimovic Kritik Budaya Sepak Bola Italia: "Pelatih Muda Terlalu Terobsesi Hasil"
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-26. Memanfaatkan umpan lambung presisi dari Adam Marusic, Gustav Isaksen berhasil melepaskan diri dari pengawalan Pervis Estupinan dan melepaskan tembakan mendatar ke pojok kiri gawang. Itu adalah gol keempat Isaksen di liga musim ini, yang terbukti menjadi pembeda hingga laga usai.
Lazio bahkan nyaris menggandakan keunggulan sembilan menit sebelum jeda ketika Daniel Maldini, yang menghadapi mantan klubnya, berhasil merebut bola dari Koni De Winter, namun tembakannya masih terlalu lemah dan mudah diamankan Maignan.
Drama Gol Dianulir dan Pertahanan Gila
Di babak kedua, Milan meningkatkan intensitas serangan dan mencatatkan total 17 tembakan sepanjang laga. Christian Pulisic memaksa kiper Lazio, Edoardo Motta, melakukan penyelamatan gemilang untuk menepis tembakan melengkungnya, sebelum kembali menggagalkan sundulan Youssouf Fofana dari bola muntah.
Drama memuncak pada menit ke-75. Pemain pengganti Zachary Athekame sempat menggetarkan jala gawang Lazio lewat sepakan kerasnya. Namun, kegembiraan tim tamu tidak bertahan lama setelah wasit Marco Guida menganulir gol tersebut karena adanya pelanggaran handball sebelum gol tercipta.
Lini pertahanan Lazio yang dipimpin oleh Mario Gila tampil bak batu karang. Bek asal Spanyol tersebut mencatatkan 12 sapuan dan memenangkan mayoritas duel udaranya, membuat barisan penyerang Milan yang dipimpin Rafael Leao frustrasi hingga peluit panjang dibunyikan.
Baca juga: Sarri Ungkap Soal Kemenangan Lazio di Tengah Badai Cedera dan Boikot Suporter
Ketegangan di Tepi Lapangan
Laga yang intens ini ditutup dengan drama di bangku cadangan. Pelatih Lazio, Maurizio Sarri, diusir keluar lapangan oleh wasit pada menit-menit akhir masa tambahan waktu setelah protes kerasnya di pinggir lapangan membuahkan kartu merah.
"Dia mengusir saya karena memberi waktu tambahan enam menit, lalu menambahkan dua menit lagi, dan saya bertanya dari mana dia mendapatkan waktu tambahan itu," kata Sarri. "Saya tidak menghina siapa pun. Saya menggunakan ungkapan yang kasar dan itulah sebabnya saya diusir."
Bagi Milan, kekalahan ini menjadi pukulan telak. Allegri kini harus fokus menjaga posisi mereka di empat besar, mengingat Napoli dan Como terus membayangi di peringkat ketiga dan keempat.