Pelatih Lazio, Maurizio Sarri, tidak bisa sepenuhnya merayakan kemenangan dramatis 2-1 timnya atas Sassuolo pada Selasa dini hari WIB. Meski gol telat Adam Marusic memberikan tiga poin krusial, sang pelatih justru memberikan peringatan keras kepada manajemen klub terkait kondisi skuat yang kian menipis dan ketegangan yang berlarut-larut dengan para pendukung.

Sarri mengonfirmasi bahwa kemenangan tersebut harus dibayar mahal dengan cederanya dua pemain pilar, menambah panjang daftar absensi di tengah jadwal yang padat. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah tegurannya kepada Presiden Claudio Lotito agar klub segera mengambil inisiatif nyata untuk menyelesaikan boikot suporter dan memperkuat kedalaman skuat yang dianggapnya sudah di ambang batas.

Badai Cedera

Kekhawatiran utama Sarri bermuara pada kondisi fisik skuatnya. Ia mengonfirmasi bahwa kiper utama Ivan Provedel mengalami cedera serius yang kemungkinan besar akan mengakhiri musimnya lebih awal. Hal ini memaksa kiper muda Edoardo Motta untuk melakoni debutnya dalam situasi tekanan tinggi.

Baca juga: Kalahkan Sassuolo 2-1, Gol Telat Marusic Akhiri Paceklik Kemenangan Lazio

Selain Provedel, Lazio juga harus kehilangan pemain lain akibat masalah otot dalam laga melawan Sassuolo. Absensi ini menjadi pukulan telak mengingat Lazio tengah berusaha memperbaiki posisi mereka di klasemen Serie A. Sarri menegaskan bahwa mengandalkan pemain yang sama di setiap laga tanpa adanya rotasi yang memadai karena kurangnya pilihan di bangku cadangan adalah resep menuju bencana.

Sarri juga terpaksa melakukan pergantian pemain di tengah pertandignan, karena Danilo Cataldi keluar lapangan karena masalah otot di babak pertama, kemudian Alessio Romagnoli diganti di babak pertama karena masalah kebugaran.

“Ada beberapa pasang surut selama pertandingan, tetapi bahkan tanpa beberapa pemain penting, kemudian kehilangan Romagnoli dan Cataldi juga, para pemain menunjukkan performa hebat di setengah jam terakhir dengan semangat juang yang tinggi. Saya pikir kemenangan ini sepenuhnya pantas, meskipun kami baru menang di menit-menit akhir,” kata Sarri kepada Sky Sport Italia.

“Cataldi merasakan otot betisnya mengeras, tetapi itu disebabkan oleh hal lain yang akan kami identifikasi besok. Romagnoli mengalami masalah serupa, yang disebabkan oleh benturan yang dialaminya saat melawan Atalanta.”

Tuntutan kepada Pihak Klub dan Masalah Boikot

Sudah bukan rahasia lagi bahwa hubungan antara manajemen Lazio dan basis pendukung setianya di Curva Nord sedang berada di titik terendah. Boikot fans telah menyebabkan atmosfer Stadio Olimpico terasa hambar dalam beberapa laga kandang terakhir, sesuatu yang menurut Sarri sangat memengaruhi mentalitas bertanding anak asuhnya.

Baca juga: Sarri Sesalkan Absennya Fans usai Lazio Ditahan Imbang Atalanta

“Saya rasa klub harus mengambil inisiatif untuk membawa mereka kembali, karena ini situasi yang terlalu sulit bagi kami,” tegas Sarri.

“Saya bukan direktur, tetapi situasi ini sudah berlarut-larut cukup lama, jadi mereka lebih tahu daripada saya. Mereka akan lebih tahu daripada saya bagaimana dan di mana harus turun tangan.”

Pernyataan ini diprediksi akan semakin memanaskan hubungan antara Sarri dan Lotito. Dengan masa depan yang masih menjadi tanda tanya di akhir musim nanti, Sarri tampak tidak ragu lagi untuk menyuarakan rasa frustrasinya demi melindungi keutuhan tim di sisa kompetisi musim 2025-26 ini.

“Saya tidak tahu (soal masa depannya), begitu musim berakhir dan kita mengadakan beberapa pertemuan, barulah saya bisa memberi tahu Anda. Sebuah tim yang harus memenuhi standar sejarah klub ini harus diperkuat, itu sudah pasti,” pungkas Sarri.

“Jika saya bertahan hanya karena para penggemar, maka saat ini saya sendiri tidak tahu mengapa saya masih di sini, karena para penggemar pun tidak ada di sini.”

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!