Impian Juventus untuk kembali berlaga di panggung tertinggi Eropa resmi runtuh di markas rival sekota mereka. Melakoni laga pamungkas Serie A musim 2025–26 yang krusial di Stadio Olimpico Grande Torino, Senin dini hari, Bianconeri harus puas mengubur mimpi mereka setelah dipaksa bermain imbang 2-2 dalam laga bertajuk Derby della Mole.

Hasil imbang ini menjadi pukulan telak yang melempar Juventus ke peringkat keenam klasemen akhir dengan koleksi 69 poin. Di saat yang sama, kemenangan Como 1907 atas Cremonese mengunci posisi empat besar, memaksa Juventus merelakan tiket Liga Champions dan harus puas terlempar ke UEFA Europa League musim depan. Bagi Torino, hasil ini sukses menahan rival abadi mereka sekaligus mengunci posisi ke-12 dengan raihan 45 poin.  

Laga bertensi tinggi ini bahkan sempat tertunda selama satu jam akibat bentrokan hebat antara kelompok ultras di luar stadion sebelum sepak mula, yang langsung menjalar menjadi drama panas di atas lapangan hijau.

Dua Gol Vlahović 

Juventus sejatinya memulai pertandingan dengan determinasi tinggi demi memburu kemenangan mutlak. Mengandalkan motor serangan Francisco Conceição dan Khéphren Thuram di lini tengah, pasukan Luciano Spalletti langsung mengurung pertahanan granata sejak menit awal.

Baca juga: Spalletti Pertanyakan Diri Sendiri usai Juventus Terancam Gagal Lolos Liga Champions

Asa itu membubung tinggi pada menit ke-23. Memanfaatkan umpan terobosan akurat dari Conceição, Dušan Vlahović dengan cerdik meloloskan diri dari kawalan bek Saúl Coco sebelum melepaskan tembakan klinis yang menaklukkan penjaga gawang Alberto Paleari.

Unggul satu gol tak membuat Juventus mengendur. Delapan menit memasuki babak kedua, Vlahović kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu juru gedor papan atas. Kali ini, striker asal Serbia tersebut mengonversi assist matang dari Conceição di menit ke-53 untuk mencetak gol keduanya saat serangan balik cepat, membawa Juventus memimpin nyaman 2-0 dan tampak mengamankan satu tiket ke Eropa.  

Kebangkitan Fantastis Torino

Namun, keunggulan dua gol justru membuat lini belakang Juventus yang dikomandoi Federico Gatti dan Lloyd Kelly kehilangan fokus. Torino, yang tampil tanpa beban di hadapan publik sendiri, menolak menyerah dan mulai mengeksploitasi kelengahan tim tamu.

Manajer Torino merespons taktik dengan memasukkan Cesare Casadei dan Ché Adams di paruh kedua, sebuah perjudian yang terbukti menjadi keputusan genius.

Pada menit ke-59, Casadei menghidupkan asa publik tuan rumah setelah menyambar umpan silang akurat dari bek muda Rafael Obrador dengan sundulan tajam yang gagal dihalau Mattia Perin. Skor berubah menjadi 2-1 dan momentum pertandingan berbalik sepenuhnya.  

Baca juga: Menyerah 0-2 Lawan Fiorentina, Juventus Terlempar dari Empat Besar

Petaka sesungguhnya bagi Juventus lahir pada menit ke-83. Lewat sebuah kemelut di dalam kotak penalti, Ché Adams berhasil merangsek masuk dan melepaskan tembakan keras yang merobek jala Perin. Gol penyeimbang di menit-menit akhir tersebut langsung membungkam bangku cadangan Juventus.

Akhir Tragis Musim Bianconeri

Di sisa waktu yang krusial, Juventus mencoba melempar semua amunisi ofensif dengan memasukkan Edon Zhegrova, Teun Koopmeiners, hingga Jonathan David. Namun, pertahanan rapat Torino masih tak tertembus hingga akhir.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor imbang 2-2 tetap tidak berubah. Air mata kekecewaan pun tumpah dari para pemain Juventus yang menyadari bahwa perjuangan mereka sepanjang musim harus berakhir secara tragis di markas musuh bebuyutan mereka sendiri.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!