Genoa 1-2 Milan: Rossoneri Selangkah Lagi Amankan Tiket Liga Champions
AC Milan mengambil langkah krusial untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan setelah berhasil membawa pulang kemenangan tipis 2-1 yang penuh drama atas Genoa di Stadio Luigi Ferraris pada Giornata 37.
Dalam laga yang sarat ketegangan dan adu taktik antara Massimiliano Allegri dan Daniele De Rossi, Rossoneri berhasil bangkit dari dua kekalahan beruntun untuk merebut kembali posisi ketiga di klasemen Serie A. Meski performa Milan jauh dari kata mulus, efisiensi klinis di lini depan menjadi kunci penentu untuk meredam dominasi penguasaan bola Genoa.
Babak Pertama yang Alot
Mengingat besarnya pertaruhan bagi tim tamu, babak pertama berjalan persis seperti laga krusial di akhir musim: ketat, penuh kehati-hatian, dan diwarnai beberapa kesalahan mendasar.
Genoa asuhan De Rossi lebih mendominasi tempo permainan, sekaligus memaksa Milan bertahan dengan mencatatkan 38% penguasaan bola.
Baca juga: AC Milan Terancam Terlempar dari Empat Besar usai Dibekuk Atalanta
Peluang emas terbilang sangat minim. Kesempatan terbaik Milan di 45 minut pertama baru lahir menjelang turun minum, saat umpan silang berbahaya Adrien Rabiot memaksa Alessandro Marcandalli melakukan sapuan krusial, disusul sundulan Youssouf Fofana yang masih bisa ditepis dengan gemilang oleh kiper Genoa, Justin Bijlow.
Penatli Nkunku Memecah Kebuntuan
Kebuntuan taktik di babak pertama langsung mencair sesaat setelah turun minum. Laga baru berjalan tiga menit di babak kedua ketika sebuah aksi individu mengubah papan skor. Christopher Nkunku merangsek masuk ke kotak penalti dan memaksa Bijlow melakukan pelanggaran keras saat mencoba menutup ruang.
Tanpa ragu, wasit langsung menunjuk titik putih. Nkunku yang maju sendiri sebagai eksekutor dengan tenang mengecoh Bijlow pada menit ke-51 untuk membawa skuad asuhan Allegri unggul. Ini merupakan gol penalti kelima Nkunku di Serie A musim 2025/26, menegaskan reputasinya sebagai algojo berdarah dingin bagi Milan.
Athekame Gandakan Kedudukan
Merespons Genoa yang menolak menyerah, Allegri menyegarkan lini bermainnya di pertengahan babak kedua dengan memasukkan Samuele Ricci dan Niclas Füllkrug. Namun, justru pergantian taktis lain yang memasukkan Christian Pulisic yang berhasil menghadirkan momen magis untuk menggandakan keunggulan.
Pada menit ke-81, Pulisic jeli melihat celah di lini pertahanan lawan dan melepaskan umpan terukur kepada Zachary Athekame. Bek muda asal Swiss tersebut satu kali mengontrol bola dan melepaskan tembakan mendatar menyusur tanah dari tepi kotak penalti yang gagal dijangkau Bijlow. Skor berubah 2-0.
Akhir Laga yang Menegangkan
Harapan Milan untuk menyudahi laga dengan nyaman buyar di menit ke-86. Tekanan bertubi-tubi dari Il Grifone akhirnya membuahkan hasil ketika bek Johan Vásquez memperkecil jarak usai kemelut di depan gawang untuk menjadikan skor 1-2.
Baca juga: Milan Tersandung Dalam Perebutan Tiket UCL, Allegri: Jangan Cari Kambing Hitam
Tambahan waktu yang luar biasa hingga 11 menit benar-benar menguji mentalitas anak asuh Allegri. Tensi pertandingan meninggi dan Milan sempat membuang peluang lewat serangan balik Pulisic dan Rabiot. Namun, setelah duel sengit selama 101 menit, peluit panjang akhirnya berbunyi, disambut helaan napas lega dari para pendukung Milan yang hadir di Marassi.
Takdir di Tangan Sendiri
Kemenangan ini menorehkan catatan historis, di mana Milan kini berhasil memenangi empat laga tandang beruntun melawan Genoa di Serie A untuk pertama kalinya.
Lebih penting lagi, hasil ini membuat nasib mereka sepenuhnya berada di tangan sendiri. Kemenangan melawan Cagliari di laga pamungkas musim ini akan resmi menyegel tiket mereka ke kompetisi kasta tertinggi Eropa.