Tampil di hadapan publik sendiri untuk pertama kalinya pada musim 2026-27 setelah stadion mereka menjalani renovasi demi memenuhi standar UEFA, Como dituntut untuk mempertahankan momentum positif. Kemenangan emosional 4-1 atas RB Leipzig di Liga Champions sebelumnya sempat memicu kekhawatiran adanya penurunan fokus serta kelelahan skuad saat kembali berlaga di liga domestik.  

Namun, skuad asuhan Cesc Fàbregas berhasil menjawab keraguan tersebut dengan raihan tiga poin yang solid. Kemenangan atas Parma dalam lanjutan laga Serie A membuktikan bahwa timnya memiliki kedalaman skuad dan mentalitas kompetitif yang mumpuni.

Pembuktian Kedalaman Skuad

Fàbregas merasa sangat puas melihat anak asuhnya mampu mengatasi kelelahan fisik maupun mental dari jadwal yang padat. Ia memberikan apresiasi khusus terhadap para pemain pengganti yang dinilainya sukses mengubah jalannya pertandingan.

"Beberapa pemain merasa sangat kelelahan, kami melakukan sejumlah pergantian, dan saya sangat menyukai cara para pemain lain memberikan dampak dari bangku cadangan," ungkap pelatih asal Spanyol tersebut usai laga. 

Baca juga: Como 4-1 RB Leipzig: Debut Impresif Como di Liga Champions

"Ini adalah respons yang penting bagi tim, karena itu berarti saya bisa mengandalkan semua orang. Saya sangat senang dengan performa ini."  

Bagi Fàbregas, konsistensi yang ditunjukkan timnya memberikan indikasi kuat mengenai prospek cerah Como di kompetisi kasta tertinggi musim ini.

"Ini adalah kemenangan penting bagi saya sebagai pelatih, karena saya mulai menyadari akan menjadi tim seperti apa kami nantinya," tegasnya penuh optimisme.

Terinspirasi Cetak Biru Arsenal

Salah satu sorotan utama dari kemenangan krusial ini adalah munculnya kontribusi serangan dari area yang tidak biasa. 

Gol penentu kedua Como dicetak oleh pemain belakang mereka asal Brasil, Kaiki. Fàbregas secara khusus memuji kualitas defensif sekaligus ofensif sang pemain, seraya menyebut bahwa skema tersebut secara sengaja diadaptasi dari kesuksesan Arsenal di Inggris.

Menurut Fàbregas, produktivitas pemain belakang dan pemanfaatan bola mati adalah elemen vital di era sepak bola modern.

“Dia [Kaiki] sudah pernah bermain untuk timnas Brasil, jadi dia memiliki kualitas tinggi dan akan sangat membantu kami. Dia sangat menikmati tugas bertahan, dan hal itu terlihat hari ini; dia akan perlahan beradaptasi untuk memberikan kontribusi yang kami harapkan darinya,” jelas Fàbregas.

Baca juga: Fàbregas Tak Terbuai Euforia usai Debut Sempurna Como di Liga Champions

“Dalam sepak bola modern, memiliki bek yang bisa mencetak gol itu sangat penting. Arsenal menjuarai Premier League sebagian besar berkat gol-gol dari para bek dan situasi bola mati. Jika kami bisa menambahkan kemampuan ini ke dalam permainan kami, itu akan menjadi sebuah keuntungan.”

Merawat Fokus dan Momentum

Kemenangan ini terasa semakin esensial mengingat Como harus segera mengalihkan fokus dari euforia kompetisi elite Eropa untuk kembali mengarungi realitas persaingan ketat Serie A. Emosi dan kegembiraan Fàbregas saat peluit akhir dibunyikan bahkan disebut-sebut menyaingi perayaannya ketika timnya menang telak di Liga Champions.  

Bagi pelatih muda tersebut, merawat mentalitas tim agar tetap berpijak di bumi usai capaian besar adalah tugas yang jauh lebih menantang.

"Selebrasi saya adalah tentang betapa pentingnya pertandingan ini. Sangat penting bagi saya untuk melihat apa yang terjadi di dalam pikiran para pemain setelah menjalani laga Liga Champions," urainya. "Jika kami tidak menampilkan 40 menit laga pada level yang tepat, situasi akan menjadi sangat sulit."  

Raihan tiga poin atas Parma kini membuktikan bahwa proyek ambisius Como terus berkembang menjadi kekuatan yang menjanjikan, dipadukan dengan kecerdasan taktikal Cesc Fàbregas yang perlahan mulai mematangkan identitas timnya.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!