Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Pelatih Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, menegaskan bahwa situasi Richarlison di klub sama sekali tidak berubah. Penyerang asal Brasil tersebut dipastikan tetap absen saat The Lilywhites bertandang ke markas Liverpool pada laga putaran ketiga Carabao Cup di Anfield pada Rabu (16/9) dini hari WIB..
Keputusan tegas ini diambil kendati Tottenham tengah menghadapi kebuntuan di barisan penyerang mereka. De Zerbi memastikan bahwa pembekuan mantan juru gedor Everton tersebut berlaku menyeluruh, tanpa ada keistimewaan untuk ajang piala domestik.
Meskipun nama Richarlison dicoret dari daftar 25 pemain Tottenham untuk Premier League, yang membuatnya tidak bisa tampil di liga domestik, penyerang berusia 29 tahun itu secara teknis masih memenuhi syarat untuk diturunkan di Piala Liga di bawah regulasi EFL. Namun, De Zerbi menutup rapat peluang reuni sang striker dengan lapangan hijau.
Baca juga: Pochettino Tuntut Cabut Gelar Premier League Chelsea dan Diserahkan ke Spurs
"Richarlison, Anda sudah tahu segalanya dan tidak ada yang berubah terkait Carabao Cup atau Premier League. Situasinya tetap sama," kata De Zerbi.
"Saya bersikap netral dan tidak bisa berkomentar lebih jauh karena itu bukan tugas saya. Saya bisa menjawab pertanyaan seputar hasil pertandingan dan para pemain dalam skuad, fase penyerangan, maupun fase pertahanan, tetapi tidak untuk hal-hal lainnya."
Buntut dari pembekuan ini berakar dari dinamika bursa transfer musim panas lalu. De Zerbi mengungkapkan bahwa dirinya dan pihak klub telah berulang kali menawarkan perpanjangan kontrak untuk mempertahankannya di London Utara, namun Richarlison menolak tawaran tersebut dan memilih mencari jalan keluar.
Sayangnya, serangkaian rencana kepindahan Richarlison menuju Everton, Vasco da Gama, hingga Trabzonspor batal terwujud hingga bursa transfer ditutup. Situasi tersebut menempatkan sang striker dalam posisi mengambang setidaknya hingga jendela transfer Januari mendatang.
“Yang saya lakukan di awal musim ini adalah berbicara dengannya dan menawarkan perpanjangan kontrak. Jika dia menjawab ‘tidak, terima kasih’, maka tugas saya sudah selesai,” jelas De Zerbi.
Baca juga: 'Kami Harus Bicara': De Zerbi Ingin Pertahankan Richarlison Musim Depan
“Saya sudah menyampaikannya pada konferensi pers sebelumnya. Saya tahu apa yang terjadi dalam 45 hari terakhir. Tidaklah pantas jika saya menjelaskannya secara rinci; itu bukan gaya saya. Hubungan maupun masalah yang ada adalah urusan antara pemain dan klub.
“Saya tetap berada dalam lingkup klub. Ini adalah kerja sama antara pelatih dan klub. Di awal musim, saya sudah berkali-kali berbicara dengannya untuk meyakinkannya agar bertahan, namun dia tidak mau. Saya tidak mungkin terus-menerus memohon agar dia mau bertahan.”
Ketegasan manajemen dan De Zerbi untuk meminggirkan Richarlison diuji oleh performa lini serang Spurs yang tengah paceklik gol. Mandulnya Dominic Solanke dan barisan penyerang lain yang membuat klub masih belum mencetak gol dalam empat laga pertama di Premier League memicu desakan publik agar klub melunakkan sikap.
Namun bagi De Zerbi, prinsip kedisiplinan dan visi komitmen tim berada di atas kebutuhan taktis jangka pendek. Menghadapi ujian berat melawan Liverpool di Anfield, pelatih asal Italia tersebut memilih untuk mengoptimalkan amunisi yang ada ketimbang berkompromi dengan pemain yang sudah tidak sejalan dengan proyek klub.