Menyerah 0-2 Lawan Fiorentina, Juventus Terlempar dari Empat Besar
Ambisi Juventus untuk mengunci tiket Liga Champions di hadapan pendukungnya sendiri harus berakhir tragis pada Giornata 37 Serie A. Menjamu salah satu rival paling sengit mereka, Fiorentina, skuad asuhan Luciano Spalletti justru tak berkutik dan takluk dengan skor telak 0-2 di Allianz Stadium.
Pertandingan ini berjalan luar biasa dramatis, diwarnai oleh tembok kokoh David de Gea, kartu merah tak biasa dari bangku cadangan, serta frustrasi mendalam kubu tuan rumah setelah tiga gol mereka dianulir oleh wasit Davide Massa dan intervensi VAR. Kekalahan ini menahan posisi Bianconeri di peringkat keenam dengan 68 poin, memaksa mereka berjuang habis-habisan hingga pekan terakhir.
Ndour Tebus Kesalahan, De Gea Mulai Beraksi
Pertandingan langsung dimulai dengan tensi tinggi khas rivalitas kedua tim. Juventus mendapatkan peluang emas pertama pada menit ke-15 lewat sepakan spekulasi Manuel Locatelli dari luar kotak penalti, disusul pergerakan lincah Francisco Conceição.
Lima menit berselang, Dusan Vlahovic hampir saja menghukum mantan klubnya setelah memanfaatkan blunder fatal Cher Ndour, namun kiper veteran David de Gea melakukan penyelamatan gemilang dalam situasi satu lawan satu.
Baca juga: Vlahovic Penyelamat, Juventus Ditahan Imbang Tim Degradasi Verona
Alih-alih mencetak gol, publik Turin justru dikejutkan oleh aksi penebusan dosa Cher Ndour di menit ke-33. Menerima sodoran umpan terobosan cerdik dari Manor Solomon, Ndour merangsek ke kotak penalti dan melepaskan sepakan mendatar kaki kanan yang gagal dibendung dengan sempurna oleh Michele Di Gregorio. Skor 0-1 untuk tim tamu.
Juventus mencoba merespons sebelum turun minum. Kenan Yildiz melepaskan tembakan keras pada menit ke-41, tetapi De Gea kembali terbang untuk mementahkan peluang tersebut, memastikan keunggulan La Viola tetap bertahan hingga jeda.
Drama VAR Rugikan Bianconeri
Spalletti memasukkan Jeremie Boga di awal babak kedua untuk menambah daya gedor. Hasilnya instan, lini serang Juventus tampil jauh lebih agresif. Namun, babak kedua ini akan dikenang sebagai malam penuh frustrasi bagi lini depan Bianconeri.
Drama pertama terjadi di menit ke-60 ketika Weston McKennie berhasil menyundul bola masuk memanfaatkan umpan silang Boga. Namun, wasit Davide Massa menganulir gol tersebut karena gelandang asal Amerika Serikat itu dinilai melakukan pelanggaran terlebih dahulu terhadap Robin Gosens.
Sembilan menit berselang, Allianz Stadium kembali bergemuruh saat Vlahovic menyambar bola muntah hasil tendangan pemain pengganti Edon Zhegrova untuk menggetarkan jala Fiorentina. Kegembiraan itu kembali sirna seketika setelah hakim garis dengan sigap mengangkat bendera tanda sang striker telah terjebak posisi offside.
Kartu Merah dan Gol Penentu Mandragora
Tensi memuncak di menit ke-71. Terjadi protes keras dari bangku cadangan Fiorentina yang melibatkan Luca Ranieri, pemain yang sebenarnya sudah ditarik keluar beberapa menit sebelumnya. Tak toleran dengan aksi tersebut, wasit langsung mengacungkan kartu merah langsung kepada Ranieri di bangku cadangan.
Baca juga: Spalletti Sebut Juventus Harus Waspada, Perebutan UCL Memanas
Unggul situasi psikologis, Juventus terus mengurung pertahanan tim tamu. Namun, keasyikan menyerang justru menjadi petaka bagi tuan rumah di menit ke-82. Berawal dari sapuan tidak sempurna Federico Gatti dalam menghalau gelombang serangan balik, bola liar jatuh di kaki Rolando Mandragora.
Tanpa ampun, Mandragora melepaskan tendangan melengkung terukur dari luar kotak penalti yang bersarang telak di pojok kanan atas gawang Di Gregorio. Skor berubah menjadi 0-2.
Fiorentina bahkan sempat mencetak gol ketiga lewat Roberto Piccoli menjelang akhir laga, namun gol tersebut juga dibatalkan karena offside. Hingga peluit panjang berbunyi, skor dua gol tanpa balas untuk keunggulan tim tamu tetap tidak berubah.
Penentuan di Pekan Pamungkas
Bagi Fiorentina, kemenangan ini menjadi kebanggaan tersendiri di musim yang sulit, sekaligus mendongkrak posisi mereka ke peringkat 15 dengan 41 poin.
Sementara bagi Juventus, mereka kini tidak punya pilihan lain selain memenangi laga Derby della Mole melawan Torino pada pekan terakhir demi mengamankan tempat di zona elit Eropa.