Sunderland Menang Tipis 1-0 atas Tottenham di Laga Debut De Zerbi
Tottenham Hotspur semakin terperosok ke dalam jurang degradasi setelah menelan kekalahan tipis 1-0 dari Sunderland di Stadium of Light pada Minggu malam. Hasil ini memperpanjang rekor memilukan mereka menjadi 14 pertandingan Premier League berturut-turut tanpa kemenangan.
Debut pelatih baru Roberto De Zerbi, yang ditunjuk untuk menggantikan Igor Tudor, berakhir dengan kekecewaan yang mendalam. Spurs kini tertahan di peringkat ke-18 dengan 30 poin, terpaut dua angka dari zona aman dengan hanya enam pertandingan tersisa.
Nasib Sial dan Drama VAR
Pertandingan dimulai dengan harapan baru bagi tim tamu. Spurs tampil agresif dan mengira telah mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-21 ketika Randal Kolo Muani dijatuhkan oleh Omar Alderete. Namun, kegembiraan itu sirna setelah wasit Rob Jones membatalkan keputusannya menyusul tinjauan VAR yang panjang.
Baca juga: Port Vale Bungkam Sunderland untuk Capai Perempat Final Pertama dalam 72 Tahun
Petaka bagi Spurs akhirnya tiba pada menit ke-61. Bek kanan Sunderland, Nordi Mukiele, melakukan tusukan ke dalam dan melepaskan tembakan kaki kiri yang sebenarnya bisa diantisipasi. Namun, bola membentur badan Micky van de Ven, berubah arah secara drastis, dan membuat kiper Antonin Kinsky mati langkah. Gol tersebut terbukti menjadi satu-satunya pembeda di papan skor.
Romero Cedera
Situasi semakin pelik bagi De Zerbi ketika kapten tim, Cristian Romero, harus ditarik keluar pada menit ke-70. Setelah tabrakan keras dengan kipernya sendiri, Kinsky, bek asal Argentina itu terlihat meninggalkan lapangan dengan air mata, sebuah pemandangan yang menggambarkan tekanan mental luar biasa yang tengah dialami skuad The Lilywhites.
Meskipun memasukkan talenta muda seperti Xavi Simons dan Mathys Tel di sisa laga, Spurs tetap gagal menembus ketangguhan kiper tuan rumah, Robin Roefs, yang melakukan penyelamatan akrobatik untuk mementahkan peluang emas Pedro Porro di masa injury time.
Catatan Sejarah yang Kelam
Rentetan 14 laga tanpa kemenangan ini adalah rekor terburuk Tottenham sejak tahun 1935, tahun di mana mereka akhirnya terdegradasi dari kasta tertinggi. Bagi klub yang musim lalu meraih gelar juara Europa League, prospek bermain di Championship musim depan kini menjadi ancaman yang sangat nyata.
Baca juga: Pochettino Yakin Tottenham Tak Akan Degradasi dari Premier League
Statistik menjadi bacaan yang mengerikan bagi para pendukung Spurs. Dengan 32 pertandingan yang sudah dimainkan, Tottenham tertahan di posisi ke-18 dengan koleksi 30 poin, terpaut dua poin dari zona aman menyusul kemenangan telak West Ham atas Wolves di pekan yang sama.
Lebih parah lagi, Spurs menjadi satu-satunya tim di Premier League yang belum mencatatkan satu pun kemenangan di tahun kalender 2026. Sementara Sunderland masih nyaman di papan tengah.
Tanpa kemenangan sejak pergantian tahun 2026, Spurs terlihat seperti tim yang kehilangan identitas dan kepercayaan diri. Laga melawan Brighton pekan depan bukan lagi sekadar pertandingan biasa; itu adalah laga hidup mati demi sejarah besar klub.