Tim kasta ketiga, Port Vale, berhasil menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah modern FA Cup dengan menyingkirkan tim Premier League, Sunderland, lewat kemenangan tipis 1-0 di Vale Park pada Minggu malam (8/3/2026).

Pahlawan kemenangan The Valiants adalah penyerang asal Selandia Baru, Ben Waine, yang mencetak gol tunggal melalui sundulan di babak pertama. Hasil ini memastikan Port Vale melaju ke babak perempat final FA Cup untuk pertama kalinya sejak musim 1953-54, sebuah penantian panjang selama 72 tahun.

Black Cats Tumpul

Sunderland, yang saat ini berkompetisi di Premier League di bawah asuhan RĂ©gis Le Bris, sebenarnya tampil sangat dominan sejak peluit awal. 

Menguasai hampir 70% penguasaan bola, The Black Cats terus mengurung pertahanan tuan rumah yang duduk di dasar klasemen League One.

Baca juga: Stadium of Light Runtuh, Sundulan Van Dijk Amankan Poin Penuh Liverpool

Namun, dominasi tersebut terbentur oleh penampilan heroik kiper Port Vale asal Australia, Joe Gauci. Gauci melakukan serangkaian penyelamatan gemilang, termasuk menepis sundulan jarak dekat Dan Ballard dan mementahkan peluang emas Nilson Angulo. 

Pertahanan rapat yang digalang Kyle John dkk membuat frustrasi barisan penyerang Sunderland yang dipimpin oleh Eliezer Mayenda.

Sundulan Penentu Ben Waine

Di tengah gempuran tim tamu, Port Vale justru berhasil mencuri gol pada menit ke-28. Berawal dari situasi sepak pojok, bola liar di dalam kotak penalti berhasil dimanfaatkan oleh Dajaune Brown yang mengirimkan umpan silang akurat. 

Ben Waine melompat paling tinggi untuk melepaskan sundulan melengkung yang bersarang di pojok atas gawang Melker Ellborg.

Gol tersebut sontak membuat 10.000 lebih pendukung di Vale Park bergemuruh. Sunderland mencoba merespons cepat, namun sebuah kesalahan operan dari kapten Luke O'Nien hampir saja berujung gol bunuh diri jika kiper Ellborg tidak sigap menghalau bola di garis gawang.

Drama VAR dan Ketahanan Luar Biasa

Babak kedua menjadi ujian ketahanan bagi skuat Jon Brady. Port Vale dipaksa bertahan total saat Sunderland memasukkan pemain veteran Granit Xhaka untuk menambah kreativitas. Laga ini juga mencatatkan sejarah sebagai kali pertama teknologi VAR digunakan di Vale Park.

Sempat terjadi ketegangan saat striker Vale, George Hall, dijatuhkan oleh kiper Ellborg dalam situasi satu-lawan-satu di luar kotak penalti. 

Baca juga: Eze Cetak Gol Perdana, Arsenal Kalahkan Port Vale 2-0

Namun, setelah tinjauan VAR, wasit tetap pada keputusan awalnya dengan hanya memberikan kartu kuning, keputusan yang sempat diprotes keras oleh publik tuan rumah.

Meski ditekan habis-habisan di sepuluh menit terakhir, termasuk tambahan waktu enam menit, Port Vale berhasil menjaga kesucian gawang mereka hingga peluit panjang berbunyi.

Manajer Port Vale, Jon Brady, tampak emosional usai laga. "Saya agak terkejut," kata Brady, yang mengambil alih kepemimpinan pada bulan Januari. "Segalanya berjalan sesuai keinginan kami hari ini."

Kemenangan ini menjadi penawar dahaga bagi Port Vale yang tengah berjuang menghindari degradasi di liga. Bagi Sunderland, ini adalah kegagalan pahit yang memperpanjang catatan buruk mereka di kompetisi piala domestik musim ini.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!