Manajer Manchester City, Pep Guardiola, langsung memberikan peringatan keras kepada anak asuhnya untuk tidak terbuai euforia usai memetik kemenangan krusial 2-1 atas Arsenal di Etihad Stadium, Minggu malam. Meski hasil ini memberikan hantaman besar bagi The Gunners dalam perburuan gelar, Guardiola menegaskan bahwa misi mereka belum tuntas.

Kemenangan ini membuat City kini hanya terpaut tiga poin dari Arsenal yang berada di puncak klasemen. Dengan tabungan satu pertandingan lebih banyak, City memiliki peluang besar untuk mengambil alih takhta, namun Guardiola memilih untuk tetap membumi.

Harapan Kembali Juara

Usai pertandingan tersebut, Guardiola berulang kali menekankan kata "harapan" daripada "kemenangan". Ia menyadari bahwa meski jarak terpangkas, nasib gelar juara masih bergantung pada konsistensi di sisa musim.

Baca juga: Perebutan Gelar Memanas, Haaland Pastikan Kemenangan Man City atas Arsenal

“Ini memberi kami harapan, saya berkata kepada para pemain: ‘Nikmati momen ini tetapi jangan kehilangan fokus sekarang karena kita masih memiliki tiga atau empat minggu yang panjang,’” kata Guardiola.

“Orang-orang mengatakan kami memiliki momentum tetapi ketika Anda melihat mereka [Arsenal] berkompetisi, mereka adalah tim yang luar biasa, jika tidak, Anda tidak mungkin berada di puncak klasemen Premier League sepanjang musim dan tak terkalahkan di Liga Champions.

Pria asal Catalan tersebut juga mengingatkan bahwa Arsenal masih unggul dalam selisih gol. 

“Saya tahu betapa sulitnya mengalahkan mereka sekali, bayangkan dua kali. Mereka sedikit lebih unggul di final Piala Carabao [yang dimenangkan City]. Siapa yang berada di puncak klasemen? Bukan kami. Dalam selisih gol, mereka lebih baik. Tetapi tentu saja, kami memiliki harapan dan masih memperpanjang kesempatan untuk berjuang hingga akhir,” tambahnya.

Pujian untuk Karakter Tim dan Sang Kapten

Pertandingan itu sendiri berlangsung dengan intensitas yang sangat tinggi, ditentukan oleh gol pembuka Rayan Cherki dan penyelesaian klinis Erling Haaland setelah sempat disamakan oleh Kai Havertz. Guardiola memuji kemampuan timnya untuk tetap tenang setelah melakukan kesalahan fatal di babak pertama.

Baca juga: Kapten Manchester City Bernardo Silva Konfirmasi Hengkang pada Akhir Musim

Selain aspek taktis, Guardiola juga memberikan penghormatan khusus kepada kaptennya, Bernardo Silva, yang tampil heroik di musim terakhirnya bersama City sebelum angkat koper pada akhir musim. 

“Dia itu bukanlah yang tercepat, tetapi dia tahu persis apa yang dibutuhkan di setiap momen,” ujar Guardiola. “Dia selalu berkomitmen dan tidak pernah cedera. Musim lalu membuktikannya, ketika yang lain tidak ada, dia selalu ada dan berjuang seperti yang pertama.

“Mentalitasnya sangat penting. Dia selalu melihat hal-hal positif dalam hidup. Ketika Anda menjalani hidup dengan semangat seperti itu, dia pantas mendapatkan pengakuan tertinggi.”

“Saat menulis kata legenda, Anda harus menulisnya dengan huruf kapital. Bukan hanya hari ini, tetapi setiap pertandingan dalam sembilan tahun terakhir.

“Tidak mungkin tahun-tahun kebersamaan ini akan begitu istimewa tanpa dia. Seorang pemain istimewa. Ke mana pun dia pergi, tim akan sangat beruntung memilikinya.”

Dengan lima laga tersisa bagi Arsenal dan enam bagi City, drama Premier League 2025-26 dipastikan akan berlanjut hingga detik terakhir. Namun bagi Pep Guardiola, musuh terbesar timnya saat ini bukanlah lawan di lapangan, melainkan rasa puas diri.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!