Bek veteran Manchester United, Harry Maguire, memberikan pandangan jujurnya mengenai kegagalan era Ruben Amorim di Old Trafford. Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama The Guardian, pemain internasional Inggris tersebut mengakui bahwa meski Amorim memiliki visi taktis yang kuat, ide-ide pelatih asal Portugal itu pada akhirnya tidak berhasil diimplementasikan dalam skuad United.

Amorim, yang dipecat pada 5 Januari lalu setelah 14 bulan bertugas, meninggalkan klub di posisi keenam sebelum akhirnya tongkat estafet beralih ke tangan Michael Carrick sebagai manajer interim.

Masalah Formasi dan Tanggung Jawab Pemain

Salah satu poin utama yang disoroti Maguire adalah ketidakcocokan sistem tiga bek yang menjadi ciri khas Amorim dengan profil pemain yang ada. 

Maguire secara terbuka mengakui bahwa dirinya merasa jauh lebih nyaman bermain dalam formasi empat bek, sistem yang kini dikembalikan oleh Carrick.

Baca juga

Scholes Beri Klarifikasi, Akui Tak Bermaksud Singgung Carrick

"Saya sangat menyukai Ruben, dia punya ide-ide hebat. Tapi ide-ide itu tidak berjalan di Manchester United," ujar Maguire. 

"Itu tidak klik atau tidak bekerja, dan kami sebagai pemain juga harus mengambil banyak tanggung jawab atas hal tersebut."

Maguire menjelaskan bahwa perannya sebagai "sweeper" di tengah skema tiga bek Amorim membuatnya bermain lebih hati-hati dan membatasi kemampuannya untuk membawa bola ke depan. 

“Secara pribadi, saya lebih suka bermain di lini belakang dengan empat pemain. Ketika Anda bermain di lini belakang dengan tiga pemain dan Anda berada di tengah, orang-orang secara otomatis berpikir Anda sedikit lebih tua, Anda tidak bisa bergerak sebanyak pemain lain, dan Anda dilindungi. Dan memang Anda dilindungi. Tapi saya selalu mengatakan bahwa saya jauh lebih menyukai formasi empat pemain,” jelasnya.

Efek Luar Biasa Carrick

Sejak Michael Carrick mengambil alih kursi kepelatihan, Manchester United mengalami transformasi performa yang mencolok. Skuad Red Devils berhasil merangsek ke posisi tiga besar Premier League setelah mengoleksi 23 poin dari 10 pertandingan, dengan hanya mencicipi satu kekalahan.

Maguire memberikan pujian setinggi langit kepada Carrick dan stafnya, termasuk asisten Steve Holland, atas transisi yang dianggapnya sangat mulus. 

“Saya merasa bisa bermain lebih agresif, lebih menyerang. Saya adalah seorang bek yang ingin ke depan, terlibat dalam duel. Di tengah formasi tiga bek, perannya lebih hati-hati, seperti sweeper, dan tidak terlalu banyak menggiring bola ke depan, yang telah menjadi bagian besar dari permainan saya sepanjang karier,” ujar Maguire.

“Saya merasa ini merupakan transisi yang hebat. Pujian untuk Michael dan stafnya karena telah membuat transisi ini berjalan lancar.”

Baca juga

Divonis Bersalah, Harry Maguire Dijatuhi Hukuman Penjara Bersyarat 15 Bulan

Kembali ke Timnas dan Masa Depan Kontrak

Kebangkitan performa Maguire di bawah Carrick berbuah manis dengan pemanggilan kembali ke skuad tim nasional Inggris oleh Thomas Tuchel. Maguire diproyeksikan akan tampil dalam laga persahabatan melawan Uruguay di Wembley pada Jumat (27/3).

Mengenai masa depannya di klub, bek berusia 33 tahun itu memberikan sinyal positif. Dengan kontrak yang akan berakhir pada musim panas ini, Maguire mengisyaratkan bahwa pembicaraan mengenai kesepakatan baru berjalan lancar. "Saya pikir itu akan, dan seharusnya, segera selesai dalam beberapa minggu ke depan," tegasnya.

Bagi Maguire, fokus saat ini adalah membantu Carrick menyelesaikan musim di posisi terbaik, sembari memberikan dukungan agar mantan gelandang United tersebut masuk dalam bursa calon manajer permanen untuk musim depan.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!