Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Brighton & Hove Albion tampil luar biasa dengan menghancurkan rival Crystal Palace dengan skor telak 5-0 dalam lanjutan pekan ketujuh Premier League 2026-2027 di Amex Stadium, Minggu (18/10/2026). Diego Gomez menjadi sorotan utama setelah mencetak gol spektakuler dari dekat garis tengah lapangan, sementara tiga gol Brighton tercipta hanya dalam 10 menit pertama pertandingan.
Kemenangan ini menjadi momen penting bagi pelatih Fabian Hürzeler, yang sebelumnya sempat menerima kritik setelah Brighton kalah dari Palace pada Februari lalu. Kali ini, The Seagulls membalas kekalahan tersebut dengan performa dominan sekaligus mencatatkan kemenangan terbesar mereka atas rivalnya dalam sekitar 70 tahun terakhir.
Hasil tersebut memperpanjang rentetan kemenangan Brighton menjadi enam pertandingan di semua kompetisi. Mereka juga mantap di posisi ketiga klasemen sementara Premier League, dengan koleksi 16 poin dari tujuh laga dan torehan 23 gol.
Brighton langsung menekan sejak peluit awal dibunyikan dan berhasil membuka keunggulan pada menit keempat. Umpan dari Pascal Gross melalui situasi bola mati disambut sundulan bek Crystal Palace, Jaydee Canvot, yang justru mengarahkan bola ke gawangnya sendiri.
Baca juga: Man Utd 2-3 Brighton: Comeback Dramatis Singkirkan Setan Merah dari Carabao Cup
Belum sempat memperbaiki organisasi pertahanan, Palace kembali kebobolan tiga menit kemudian. Diego Gomez merebut perhatian publik dengan mencetak gol spektakuler dari sekitar 51 meter. Gelandang asal Paraguay itu melihat kiper Walter Benitez berdiri terlalu jauh dari garis gawang sebelum melepaskan tembakan dari dekat lingkaran tengah yang melambung melewati sang penjaga gawang dan masuk ke dalam gawang.
Gol tersebut menjadi salah satu kandidat gol terbaik musim ini. Berdasarkan data Opta, tembakan Gomez merupakan gol dari jarak terjauh di Premier League sejak Wayne Rooney mencetak gol dari sekitar 58 meter untuk Everton pada November 2017.
Brighton belum puas dengan keunggulan dua gol. Pada menit ke-10, Yasin Ayari memperbesar skor menjadi 3-0 melalui tembakan yang berubah arah setelah mengenai Canvot. Dalam waktu singkat, pertahanan Palace runtuh di bawah tekanan intens tuan rumah.
Selepas turun minum, Brighton tidak mengendurkan tekanan. Baru empat menit babak kedua berjalan, Charalampos Kostoulas mencetak gol keempat pada menit ke-49 setelah memanfaatkan situasi di kotak penalti Palace.
Kostoulas menjadi bagian penting dalam rangkaian serangan Brighton yang terus merepotkan barisan pertahanan tim tamu. Palace berusaha mencari gol balasan, tetapi kesulitan menciptakan ancaman berarti. Mereka bahkan gagal memanfaatkan beberapa peluang untuk memperkecil ketertinggalan.
Baca juga: Drama Tujuh Gol di Stamford Bridge, Chelsea Tundukkan Brighton 4-3
Brighton kemudian memastikan kemenangan lima gol tanpa balas melalui Jack Hinshelwood pada menit ke-84. Pemain pengganti tersebut menyelesaikan peluang dari jarak dekat hasil tendangan sudut untuk menutup penampilan dominan tuan rumah.
Hasil 5-0 itu menyamai kemenangan terbesar Brighton atas Palace, yang sebelumnya juga pernah mereka raih pada 1956 ketika kedua klub masih berkompetisi di Divisi Tiga Selatan. Bagi para pendukung Brighton, kemenangan ini terasa semakin istimewa karena diraih dalam rivalitas yang selalu berlangsung panas.