Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Luka Modric mengakui AC Milan pantas menelan kekalahan setelah takluk 2-4 dari Bologna dalam lanjutan Serie A 2026-27 di San Siro.Gelandang asal Kroasia tersebut menilai penampilan Rossoneri pada babak kedua jauh dari harapan, terutama karena mereka terlalu sering kalah dalam duel dan kehilangan kepercayaan diri setelah kebobolan.
Kekalahan tersebut menjadi hasil negatif pertama Milan di Serie A musim ini setelah menjalani delapan pertandingan tanpa kekalahan. Milan sebenarnya memiliki kesempatan untuk melanjutkan tren positif, tetapi Bologna tampil lebih efektif dan berhasil membalikkan keadaan hingga membawa pulang tiga poin.
Modric tidak berusaha mencari alasan untuk membela timnya. Ia justru mengakui bahwa penampilan Milan setelah jeda tidak cukup baik untuk menghindari kekalahan, meskipun hasil tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi tim sebelum pertandingan.
Milan sempat menunjukkan performa menjanjikan pada babak pertama. Setelah tertinggal lebih dahulu, mereka membalikkan keadaan menjadi 2-1 melalui dua gol Alphadjo Cissé. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan setelah Bologna meningkatkan tekanan seusai jeda.
Baca juga: Hattrick Mbangula Bawa Bologna Tumbangkan AC Milan 4-2 di San Siro
Bologna menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri Davide Bartesaghi, sebelum Samuel Mbangula mencetak dua gol tambahan untuk melengkapi hattrick sekaligus memastikan kemenangan tim tamu dengan skor 4-2.
Modric, yang masuk pada babak kedua, mengakui bahwa Milan kehilangan kendali permainan setelah kebobolan gol penyeimbang. Menurutnya, tim gagal menunjukkan respons yang diperlukan untuk menghadapi tekanan Bologna.
“Ini kekalahan yang buruk. Kami tidak menyangkanya, terutama setelah babak pertama. Sampai pertandingan ini, saya pikir kami sudah bermain cukup baik di liga, tetapi malam ini kami menelan kekalahan pertama,” ujar Modric kepada Sky Sport Italia.
“Pada babak kedua, kami terlalu banyak kalah dalam duel. Gol yang kami kebobolan dari situasi bola mati memang tidak beruntung, tetapi sejak saat itu kami justru kehilangan kepercayaan diri. Kami pantas kalah,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan kekecewaan Modric terhadap cara Milan merespons situasi sulit. Rossoneri bukan hanya kehilangan keunggulan, tetapi juga kesulitan mempertahankan intensitas permainan ketika Bologna mulai menemukan ruang untuk menyerang.
Milan juga menghadapi persoalan kebugaran sejumlah pemain yang membatasi pilihan pelatih Ruben Amorim. Namun, Modric menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh dijadikan pembenaran atas kekalahan di hadapan pendukung sendiri.
Menurut gelandang berusia 41 tahun itu, Milan harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya dan tetap menjaga kebersamaan di tengah hasil mengecewakan.
“Kami tidak bisa mencari alasan. Memang ada banyak pemain yang mengalami cedera, tetapi hal positifnya adalah pertandingan berikutnya segera datang,” kata Modric.
Baca juga: Amorim Tegaskan Drama Menit Akhir Tak Mengubah Progres Milan Usai Tekuk Atalanta
“Kami bermain sangat baik sampai pertandingan malam ini, jadi kami harus tetap optimistis, menjaga persatuan, dan berharap bisa memberikan respons pada Sabtu,” tambahnya.
Modric juga menilai perjalanan Milan di bawah Amorim masih berada di arah yang tepat. Ia memahami bahwa pelatih baru tersebut membawa gagasan dan gaya bermain berbeda yang membutuhkan waktu untuk dipahami seluruh pemain.
Meski demikian, ia mengakui masih ada ruang besar untuk perbaikan. Menurutnya, tim harus terus berkembang dan tidak membiarkan satu kekalahan merusak kepercayaan terhadap proses yang sedang dijalani.
Milan kini harus segera mempersiapkan diri menghadapi Inter Milan dalam Derby della Madonnina pada akhir pekan. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan penting bagi Rossoneri untuk membuktikan bahwa kekalahan dari Bologna tidak akan mengganggu konsistensi mereka dalam persaingan Serie A.