Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, melontarkan kritik keras terhadap penampilan anak asuhnya setelah kalah 0-2 dari Genoa dalam lanjutan Serie A 2026-27. Spalletti menilai Juventus kalah dalam hampir setiap duel di lapangan dan menunjukkan minimnya semangat untuk memperebutkan bola. Ia juga mengingatkan para pemainnya bahwa tuntutan sepak bola modern telah berubah dan membutuhkan intensitas fisik yang lebih tinggi. 

Kekalahan di Stadio Luigi Ferraris semakin menambah tekanan terhadap Spalletti. Juventus kesulitan mengembangkan permainan dan gagal memaksimalkan peluang yang mereka dapatkan, sedangkan Genoa tampil lebih efektif untuk mengamankan tiga poin melalui gol Kingsley Ehizibue dan Tommaso Baldanzi.

Hasil tersebut menjadi kemunduran besar bagi Bianconeri, yang sebelumnya juga mengalami kesulitan menjaga konsistensi performa. Spalletti pun tidak berusaha menyembunyikan kekecewaannya ketika berbicara kepada DAZN Italia seusai pertandingan. 

“Harus diakui, performa yang ditampilkan belum cukup dan tidak ada semangat juang; ini adalah situasi yang telah kami hadapi sejak awal musim. Kini, kami harus menyadarinya dan meningkatkan aspek perjuangan serta duel fisik,” kata Spalletti.

Spalletti Soroti Minimnya Semangat Juve

Spalletti secara khusus menyoroti kurangnya intensitas dan determinasi para pemain Juventus. Menurutnya, persoalan tim bukan hanya terletak pada aspek taktik, tetapi juga kemampuan untuk memenangkan duel dan menunjukkan keberanian ketika berada di bawah tekanan.

Baca juga: Juventus Tumbang 0-2 di Markas Genoa

“Sangat sulit menerima tingkat pergerakan dan intensitas dalam duel-duel yang kami lakukan. Kami kalah dalam duel di lini serang, di pertahanan, dan hampir di semua area,” ujar Spalletti.

“Kita harus segera memahami apa yang sebenarnya terjadi dan meningkatkan kondisi fisik serta kemauan untuk bertarung memperebutkan bola,” lanjutnya. 

Pelatih asal Italia tersebut bahkan mempertanyakan apakah para pemainnya memiliki karakter yang dibutuhkan untuk menghadapi situasi sulit. Ia menilai Juventus tidak memberikan upaya yang cukup di berbagai sektor permainan sehingga Genoa mampu mengambil keuntungan.

“Kami tidak memberikan cukup banyak di seluruh area lapangan. Sekarang kami harus melihat apakah para pemain ini benar-benar memiliki apa yang dibutuhkan. Kami perlu kembali mencari tahu apa yang menyebabkan situasi ini,” tegasnya.

Spalletti menambahkan bahwa kurangnya semangat bertarung bukan persoalan baru yang muncul pada pertandingan melawan Genoa. Menurutnya, masalah tersebut telah terlihat sejak awal musim dan perlu segera diatasi jika Juventus ingin kembali bersaing secara konsisten. 

Juventus Harus Pahami Tuntutan Sepak Bola Modern

Salah satu hal yang paling mengkhawatirkan Spalletti adalah kesulitan timnya memahami tuntutan permainan sepak bola saat ini. Ia menegaskan bahwa kemampuan teknis dan pendekatan taktik saja tidak cukup apabila para pemain gagal memenangkan duel fisik serta menghadapi tekanan lawan.

Baca juga: Bremer Ngamuk Usai Juventus Dilibas Lazio 0-3, “Ada yang Bersembunyi dan Takut!”

“Yang paling membuat saya khawatir adalah saya kesulitan membuat para pemain memahami bahwa sepak bola telah berubah. Sebelum memikirkan hal lain, kalian harus memenangkan duel-duel ini dan mampu menghadapi tekanan di seluruh area lapangan, karena memang seperti itulah sepak bola sekarang,” kata Spalletti.

Ia mengakui bahwa staf kepelatihan juga menghadapi tantangan dalam membangun intensitas tersebut selama sesi latihan. Padatnya jadwal pertandingan dan terbatasnya pilihan pemain membuat Juventus memiliki waktu yang sedikit untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.

“Ketika kami mencoba menerapkan hal itu dalam latihan, kami kesulitan membuat para pemain mencapai tingkat tersebut. Kami tidak memiliki banyak waktu untuk berlatih dan alternatif pemain juga terbatas, sehingga kelelahan terus menumpuk,” jelasnya. 

Spalletti juga mengaku ingin meninjau kembali pertandingan melawan Genoa untuk memahami penyebab penampilan buruk tersebut. Ia merasa kecewa karena sikap para pemain sangat berbeda dibandingkan laga sebelumnya, ketika Juventus menurutnya mampu menunjukkan pendekatan yang lebih baik selama sekitar satu jam permainan.

Juventus tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi kekalahan karena mereka akan menghadapi Napoli pada akhir pekan. Pertandingan tersebut akan memiliki arti emosional tersendiri bagi Spalletti, yang pernah membawa Napoli meraih gelar Serie A pada musim 2022-23. 

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!