Masa jabatan Ruben Amorim di Manchester United resmi berakhir pada Senin, 5 Januari 2026. Dalam rentang waktu 14 bulan yang penuh gejolak, pelatih asal Portugal ini membawa skema 3-4-3 yang memecah belah pendapat dan akhirnya harus terjungkal oleh inkonsistensi yang kronis. 

Dari kemenangan heroik hingga kekalahan yang mencoreng sejarah klub, mari kita ulas momen terbaik dan terburuk selama di bawah Amorim, yang kini tinggal kenangan.

Momen Terbaik: Puncak Kejayaan yang Singkat

1. Kemenangan Dramatis di Anfield (Oktober 2025) 

Jika ada satu malam yang membuat pendukung United percaya bahwa Amorim adalah pelatih yang bisa membawa United maju, itu adalah saat mereka membungkam Liverpool 2-1 di kandangnya. Taktik high-pressing Amorim bekerja sempurna, dan kemenangan ini mengantarkannya meraih gelar Manager of the Month. Ini adalah kemenangan liga pertama United di Anfield dalam hampir satu dekade.

2. Perjalanan Menuju Final Liga Europa 2025 

Meskipun akhirnya kalah dari Tottenham Hotspur di partai puncak, perjalanan United di kompetisi Eropa musim lalu adalah bukti kecerdasan taktis Amorim. Amorim sempat memberikan harapan bahwa trofi kontinental akan kembali ke lemari Old Trafford.

Baca juga: Ruben Amorim Resmi Dipecat Manchester United

3. Transformasi Amad Diallo dan Bruno Fernandes 

Di bawah asuhan Amorim, Amad Diallo bertransformasi menjadi salah satu wing-back paling berbahaya di Premier League. Sementara itu, Bruno Fernandes mencatatkan statistik penciptaan peluang (xG) tertinggi di liga pada awal musim 2025/26, membuktikan bahwa sistem Amorim sebenarnya mampu menciptakan sepak bola menyerang yang atraktif.

Momen Terburuk: Runtuhnya Kepercayaan

1. Kekalahan Memalukan dari Grimsby Town 

Mungkin noda hitam terbesar dalam karier Amorim adalah tersingkirnya United dari Carabao Cup 2025/26 di tangan tim gurem Grimsby Town. Kekalahan ini memicu gelombang protes dari suporter dan menjadi awal dari berakhirnya mosi percaya dari pihak manajemen.

2. Konflik Terbuka dengan Marcus Rashford 

Hubungan yang retak antara Amorim dan Marcus Rashford menjadi konsumsi publik yang pahit. Keputusan Amorim untuk membekukan Rashford sebelum akhirnya meminjamkannya ke Barcelona dianggap sebagai langkah yang terlalu keras. Pernyataan Amorim bahwa ia "lebih baik memainkan pelatih kiper berusia 63 tahun daripada pemain yang tidak memberikan maksimal" menciptakan jurang pemisah di ruang ganti.

Baca juga: Man United 1-1 Leeds: Cunha Selamatkan Satu Poin di Elland Road

3. "Kita Adalah Tim Terburuk dalam Sejarah United" 

Setelah kekalahan 3-1 dari Brighton pada Januari 2025, Amorim mengeluarkan kutipan yang akan menghantuinya selamanya: "Kita mungkin adalah tim terburuk dalam sejarah Manchester United." Pernyataan ini dianggap sebagai tanda menyerahnya sang manajer sebelum peperangan benar-benar berakhir.

Perjalanan Amorim berakhir dengan posisi United yang terdampar di peringkat ke-15 klasemen Premier League musim lalu. Meskipun sistemnya menjanjikan dominasi penguasaan bola, kerentanan pertahanan dan konflik internal akhirnya menjadi batu sandungan yang tak bisa ia lewati. Old Trafford kini kembali mencari nakhoda baru untuk memulihkan kejayaan mereka yang hilang.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!