Liverpool mengawali tahun 2026 dengan rasa frustrasi setelah ditahan imbang 0-0 oleh Leeds United di depan publik sendiri. Meski mendominasi jalannya laga, skuad asuhan Arne Slot tampak kehilangan kreativitas untuk membongkar pertahanan berlapis yang diterapkan oleh tim tamu.

Hasil imbang di Anfield ini membuat The Reds gagal memanfaatkan momentum untuk mendekati posisi tiga besar klasemen Premier League. Sebaliknya, Leeds United asuhan Daniel Farke pulang dengan kepala tegak setelah berhasil meredam agresivitas tuan rumah sepanjang 90 menit.

Penguasaan Bola yang Sia-sia

Statistik menunjukkan Liverpool menguasai 68% aliran bola dan melepaskan 19 tembakan. Namun, hanya sedikit dari peluang tersebut yang benar-benar mengancam gawang Leeds yang dikawal Lucas Perri. 

Absennya Mohamed Salah dan Alexander Isak karena tugas internasional dan cedera sangat terasa, meninggalkan lubang besar dalam hal penyelesaian akhir.

Baca juga: Kebuntuan di Anfield, Liverpool Dipaksa Imbang Tanpa Gol Lawan Leeds United

Arne Slot tidak menutup mata terhadap performa anak asuhnya. Usai laga, pelatih asal Belanda itu mengakui bahwa dominasi penguasaan bola tidak ada artinya jika tim gagal menciptakan peluang bersih.

"Saya rasa kami adalah tim dengan penguasaan bola terbanyak di liga," jelas Slot. "Namun, penguasaan bola tidak berarti banyak jika Anda tidak mampu menciptakan cukup banyak peluang."

"Untuk menciptakan peluang melawan pertahanan rapat, Anda membutuhkan kecepatan dan momen-momen spesial dari individu untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain," tambah Slot. "Anda tidak akan sering melihat gol yang tercipta dari 15 atau 20 operan melawan pertahanan rapat."

Peluang Emas dan Kontroversi Penalti

Peluang terbaik Liverpool jatuh kepada Hugo Ekitiké di babak pertama. Sang penyerang berhasil meloloskan diri dari kawalan saat menerima umpan dari Jeremie Frimpong, namun sundulannya justru melebar.

Ekitiké sempat menuntut penalti karena merasa dilanggar, namun wasit dan VAR tidak melihat adanya pelanggaran yang cukup kuat.

Di babak kedua, kapten Virgil van Dijk hampir memecah kebuntuan melalui sundulan khasnya memanfaatkan sepak pojok Dominik Szoboszlai. 

Sayangnya, bola hanya meluncur tipis di samping mistar gawang. Leeds bahkan sempat mengejutkan Anfield melalui serangan balik cepat yang diselesaikan oleh Dominic Calvert-Lewin menjadi gol, sebelum akhirnya dianulir karena offside.

Baca juga: Tak Ingin Drama, Slot Desak Liverpool Kendalikan Permainan Jelang Hadapi Leeds

"Tidak, karena dia tetap berdiri," kata Slot, ketika ditanya apakah menurutnya Ekitike seharusnya mendapat penalti.

"Jika dia jatuh, mungkin akan mendapat penalti. Tapi saya mengerti mengapa dia tidak jatuh, karena musim ini, berkali-kali ketika kami dilanggar di dalam kotak penalti, kami tidak mendapat penalti.”

"Mungkin sebagai akibatnya, para pemain kami berpikir 'mari kita coba untuk tetap berdiri.' Karena kami telah kebobolan beberapa penalti di mana hampir tidak ada kontak. Brentford di laga tandang, Crystal Palace di Charity Shield, saya bisa terus menyebutkan penalti-penalti ringan yang kami kebobolan musim ini.”

"Tetapi ketika pelanggaran dilakukan terhadap kami, Brentford di laga tandang, Cody Gakpo, wasit mengatakan lanjutkan permainan.”

"Jadi mungkin sebagai akibatnya, para pemain kami mencoba melakukan segala cara untuk tetap berdiri. Dan kemudian akan sulit bagi VAR untuk ikut campur atau wasit untuk memberikan penalti jika Anda tetap berdiri."

Evaluasi Lini Depan

Slot menekankan bahwa timnya perlu lebih berani menempatkan pemain di dalam kotak penalti saat melepaskan umpan silang. Ia mencatat bahwa di babak pertama, para pemainnya seringkali terlambat masuk ke area berbahaya, sehingga memudahkan bek Leeds untuk membuang bola.

Ketika ditanya apa yang kurang dari The Reds, Slot menjawab, "Sebuah gol. Itu jawaban paling sederhana. Untuk mencetak gol melawan tim yang bertahan dengan sangat baik di dalam dan sekitar kotak penalti mereka, ada beberapa cara untuk membukanya.”

"Bagi beberapa tim di liga ini, kuncinya adalah bola mati. Kami hampir mencetak gol dengan Virgil [Van Dijk], kami mendapat delapan [tendangan sudut], sayangnya kami tidak mencetak gol.”

"Cara lain untuk membukanya adalah sesuatu yang kita lihat pekan lalu melawan Wolves, ketika Jeremie Frimpong memiliki momen ajaibnya, satu lawan satu cepat di mana dia membawa bola masuk. Saya pikir dia juga memiliki beberapa momen seperti itu hari ini. Akan lebih baik jika ada lebih banyak pemain di kotak penalti mereka."

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!