Chelsea Dapat Sanksi Ringan, Everton Siap Adukan Premier League
Ketegangan di kasta tertinggi sepak bola Inggris memasuki babak baru yang panas. Everton dikabarkan tengah menjajaki kemungkinan jalur hukum terhadap Premier League terkait penanganan sanksi terhadap Chelsea atas kasus pembayaran tak diungkapkan.
Langkah sensasional ini dipicu oleh rasa frustrasi mendalam di manajemen The Toffees terhadap apa yang mereka anggap sebagai standar ganda dan hukuman yang terlalu ringan bagi klub asal London Barat tersebut.
Standar Ganda dalam Sanksi Finansial
Menurut the Guardian, kemarahan Everton berakar pada perbedaan sanksi yang diterima kedua klub. Pekan lalu, Chelsea dijatuhi denda sebesar £10,75 juta dan larangan transfer yang ditangguhkan selama satu tahun setelah pemilik baru mereka melaporkan adanya pembayaran rahasia senilai £47,5 juta kepada agen dan pemain selama era Roman Abramovich (2011-2018).
Baca juga: Chelsea Dijatuhi Denda Rp242 Miliar dan Larangan Transfer Akademi
Namun, Chelsea lolos dari pengurangan poin, hukuman yang justru dirasakan sangat pahit oleh Everton pada musim 2023-24. Klub asal Merseyside tersebut mencatat bahwa mereka telah dijatuhi total pengurangan delapan poin karena pelanggaran aturan Profitability and Sustainability (PSR), meski mereka mengklaim telah kooperatif selama proses investigasi.
Dalam kasus Everton, komisi independen menegaskan bahwa keunggulan olahraga yang didapat dari kelebihan belanja harus diganjar dengan sanksi olahraga, yaitu pengurangan poin.
Namun, dalam kasus Chelsea, meski pembayaran rahasia tersebut memfasilitasi perekrutan bintang-bintang seperti Eden Hazard dan Willian yang membawa sukses besar, liga memutuskan tidak ada sanksi pengurangan poin karena Chelsea dianggap kooperatif dan melakukan pelaporan mandiri.
Aliansi dengan Nottingham Forest
Everton tidak sendirian dalam perjuangan ini. Nottingham Forest, yang juga pernah merasakan pahitnya pemotongan poin, dikabarkan telah mengadakan diskusi dengan petinggi Everton untuk membentuk front persatuan.
Kedua klub merasa bahwa Premier League telah memberikan mitigasi yang berlebihan kepada Chelsea hanya karena mereka melaporkan sendiri kasus mereka.
Poin utama yang diperdebatkan adalah aspek keuntungan olahraga. Selama periode pembayaran rahasia tersebut dilakukan (2011-2018), Chelsea berhasil memenangkan delapan trofi utama, termasuk dua gelar Premier League dan satu Liga Champions.
Para rival berpendapat bahwa dana ilegal tersebut membantu Chelsea mengamankan bintang-bintang seperti Eden Hazard, Willian, Nemanja Matic, dan David Luiz yang secara langsung berkontribusi pada kesuksesan di lapangan.
Baca juga: James Garner: Tahun Pembuktian yang Berbuah Panggilan Timnas Inggris
Pembelaan Premier League
Di sisi lain, Premier League mempertahankan keputusannya dengan alasan bahwa kerja sama dari pemilik baru Chelsea, Todd Boehly dan konsorsiumnya, merupakan faktor mitigasi yang signifikan.
Premier League diyakini telah menjelaskan hukuman Chelsea dengan alasan bahwa mereka merasa tidak akan mampu mendapatkan vonis bersalah tanpa kerja sama mereka, sehingga mereka bernegosiasi sejak awal.
Kini, bola panas ada di tangan Richard Masters, CEO Premier League. Jika tantangan hukum ini berlanjut, Premier League bisa menghadapi drama ruang sidang yang panjang, tepat di saat mereka juga tengah menangani kasus 115 tuntutan terhadap Manchester City.