Manchester United harus puas membawa pulang satu poin dalam laga perdana mereka pasca-pemecatan Ruben Amorim. Bertandang ke Turf Moor pada Kamis (8/1) dini hari WIB, Setan Merah yang dipimpin pelatih interim Darren Fletcher dipaksa bermain imbang 2-2 oleh tuan rumah Burnley.

Hasil ini memperpanjang tren hasil imbang United menjadi tiga laga beruntun di Premier League. Bagi Burnley, tambahan satu poin ini menjadi modal berharga dalam perjuangan mereka menjauhi zona degradasi, sementara United gagal memanfaatkan momentum untuk menembus posisi empat besar.

Awal Buruk dan Petaka Gol Bunuh Diri

Laga dimulai dengan atmosfer dingin di Lancashire Timur, namun tensi pertandingan langsung memanas sejak menit awal. 

Manchester United, yang turun dengan formasi 4-2-3-1, sebenarnya mendominasi penguasaan bola, tetapi justru Burnley yang berhasil mencuri keunggulan lebih dulu.

Baca juga: Darren Fletcher Dapat Restu Sir Alex untuk Pimpin Manchester United

Pada menit ke-13, sebuah umpan silang rendah dari Bashir Humphreys mengenai kaki bek muda United, Ayden Heaven. 

Bola yang berbelok arah secara tidak sengaja melambung melewati jangkauan kiper Senne Lammens dan bersarang di pojok gawang. 

Gol bunuh diri tersebut membuat United tersentak dan terus membombardir pertahanan Burnley, namun kegemilangan eks kiper United, Martin Dubravka, membuat skor 1-0 untuk tuan rumah bertahan hingga jeda.

Kebangkitan Benjamin Sesko

Memasuki babak kedua, Darren Fletcher melakukan penyesuaian taktik yang terbukti jitu. Hanya lima menit setelah babak kedua dimulai, Benjamin Sesko berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah menerima umpan terobosan cerdik dari kapten Bruno Fernandes yang kembali dari cedera.

Sepuluh menit berselang, Sesko kembali mencatatkan namanya di papan skor. Penyerang asal Slovenia itu menunjukkan insting predatornya dengan menyambar umpan silang Patrick Dorgu lewat tendangan voli terukur. Gol ini sempat membawa United berbalik unggul 2-1 dan membangkitkan gairah para pendukung tim tamu.

Gol Spektakuler Anthony Buyarkan Kemenangan

Sayangnya, keunggulan United tidak bertahan lama. Burnley yang pantang menyerah terus mencari celah di lini belakang United yang tampak mulai kehilangan konsentrasi. 

Di menit ke-66, pemain pengganti Jaidon Anthony melepaskan tembakan melengkung indah dari tepi kotak penalti. Bola meluncur deras ke pojok atas gawang tanpa bisa dihalau Lammens, mengubah skor menjadi 2-2.

United nyaris memenangkan laga di menit-menit akhir lewat aksi pemain muda Shea Lacey, namun tembakan kerasnya hanya membentur mistar gawang. Hingga peluit panjang berbunyi, skor imbang tetap bertahan.

Baca juga: Neville Desak Man Utd Hentikan Eksperimen, Tuntut Kembalikan DNA Klub

Masalah Lama yang Belum Usai

Meskipun mencatatkan 30 tembakan, United masih dihantui oleh ketidakmampuan mereka untuk membunuh pertandingan. Namun kredit untuk lini pertahanan Burnley yang beberapa kali berhasil menyapu bola di garis gawang.

Darren Fletcher berhasil memberikan energi baru melalui kembalinya pilar seperti Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo, namun kegagalan menjaga fokus setelah unggul membuktikan bahwa transisi pasca-Amorim tidak akan berjalan semudah membalikkan telapak tangan.

Bagi Burnley, hasil ini adalah kemenangan moral yang besar di bawah asuhan Scott Parker, sekaligus membuktikan bahwa Turf Moor tetap menjadi tempat yang angker bagi klub-klub besar.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!