Andre Onana dikabarkan belum menyerah pada kariernya di Old Trafford. Menurut laporan terbaru dari The Guardian, penjaga gawang asal Kamerun tersebut bertekad untuk kembali membuktikan kemampuannya dan merebut posisi kiper utama Manchester United setelah masa peminjamannya di Trabzonspor berakhir musim panas ini.

Onana, yang bergabung dengan raksasa Turki pada September 2025 sebagai pemain pinjaman selama satu musim, diasingkan dari skuad utama menyusul serangkaian kesalahan fatal di sepanjang kariernya. Klimaks dari ketidakpuasan manajemen terjadi saat kekalahan memalukan di Carabao Cup melawan Grimsby Town, yang kemudian memicu kedatangan kiper muda Belgia, Senne Lammens, sebagai penggantinya.

Misi Pembuktian di Tengah Dominasi Lammens

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Onana percaya dirinya masih layak menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang United. Ia dikabarkan siap bersaing dalam sesi pramusim nanti untuk meyakinkan manajer tim, yang saat ini dipegang sementara oleh Michael Carrick, dan struktur olahraga baru klub yang dipimpin Jason Wilcox.

Baca juga: Tinggalkan Manchester United, André Onana Resmi Gabung Trabzonspor

Namun, jalan Onana menuju posisi nomor satu dipastikan terjal. Senne Lammens telah bertransformasi menjadi idola baru di Old Trafford. Penampilan gemilangnya saat melawan Everton Senin lalu mengukuhkan statusnya sebagai kiper yang disebut membawa ketenangan di bawah mistar, sebuah antitesis dari gaya bermain Onana yang sering dianggap berisiko tinggi.

“Anda menginginkan seorang kiper yang dapat diandalkan, terpercaya, dan, alih-alih menciptakan kekacauan, Anda ingin dia menghilangkan kekacauan dan menenangkan keadaan,” kata Carrick. 

“Saya pikir Senne adalah sosok seperti itu. Dia terkadang cukup pendiam dan sederhana, tetapi dia memiliki keteguhan hati yang nyata. Untuk menggantikan posisi kiper utama, itu adalah peran besar – bagi sebagian orang.”

Situasi di Turki dan Masa Depan Kontrak

Karier Onana di Trabzonspor pun tidak berjalan mulus. Hingga Februari 2026, ia baru mencatatkan empat clean sheet dari 19 pertandingan di liga dan kebobolan 26 gol. 

Hal ini membuat klub Turki tersebut kemungkinan besar tidak akan mengaktifkan opsi pembelian permanen atau memperpanjang kerja sama.

Sementara itu, Lammens sudah mencatatkan lima clean sheet dan 26 kebobolan dari 21 pertandingan.

Dengan sisa kontrak di Manchester United hingga Juni 2028, klub menghadapi dilema besar untuk memberikan kesempatan kedua kepada Onana untuk bersaing dengan Lammens dan Altay Bayindir.

MU bisa saja mencari pembeli potensial dengan Inter Milan disebut-sebut berminat memulangkannya demi menyeimbangkan neraca keuangan klub.

Baca juga: Moyes Puji Kualitas Lammens Setelah Takluk dari United

Akhir dari Era Onana?

Meskipun Onana memiliki tekad baja, sulit membayangkan manajemen United akan kembali ke era kekacauan jika Lammens terus menunjukkan konsistensi. 

Kedatangan Lammens seharga £18 juta terbukti menjadi salah satu bisnis terbaik United dalam beberapa tahun terakhir, memberikan stabilitas yang selama ini dicari sejak kepergian David de Gea.

Keputusan final kemungkinan besar akan bergantung pada siapa yang akan duduk di kursi manajer permanen musim depan. Namun bagi Onana, ia tidak akan pergi tanpa perlawanan.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!