Arteta Sesali Absennya Momen Magis Saat Arsenal Ditahan Liverpool
Mikel Arteta tak bisa menyembunyikan rasa campur aduknya setelah peluit panjang berbunyi di Stadion Emirates pada Jumat (9/1) dini hari WIB. Meski Arsenal tetap kokoh di puncak klasemen Premier League, manajer asal Spanyol itu mengakui bahwa timnya kehilangan percikan kreativitas yang diperlukan untuk menumbangkan sang juara bertahan, Liverpool.
Hasil imbang 0-0 ini membuat Arsenal kini unggul enam poin di puncak klasemen, namun kegagalan memaksimalkan dominasi di babak pertama meninggalkan lubang besar dalam narasi perburuan gelar mereka. Bagi Arteta, perbedaan antara kemenangan krusial dan hasil imbang yang membuat frustrasi ini bermuara pada satu hal, yaitu ketiadaan momen magis dari skuadnya..
Hilangnya Sentuhan Emas
Dalam konferensi pers pascapertandingan, Arteta tidak menutupi kekecewaannya. Ia menyoroti bagaimana pertandingan besar sering kali ditentukan oleh detail kecil atau aksi individu yang tak terduga—sesuatu yang ia sebut sebagai momen magis.
“Kita tahu bahwa selisihnya sangat tipis. Saya pikir kita memiliki dua babak yang berbeda,” kata Arteta kepada Sky Sports.
"Babak pertama, di mana kita sangat mendominasi, menciptakan situasi besar dengan pemain hampir berada di dalam kotak enam yard untuk mengawal pemain lawan, dan kita tidak menemukan umpan yang tepat untuk mencetak gol. Dan babak kedua sedikit lebih sulit.”
Baca juga: Buntu di Emirates, Liverpool Tahan Imbang Arsenal Tanpa Gol
"Permainan ini membutuhkan beberapa momen magis, dan di Anfield, Szoboszlai melakukannya, dan mereka memenangkan pertandingan, dan hari ini tidak terjadi, tetapi Anda tidak bisa memenangkannya, Anda juga tidak bisa kalah."
"Kami memiliki beberapa momen di mana kami memiliki keunggulan posisi yang tepat untuk benar-benar menyulitkan mereka, dan kemudian ketika kami memasuki area tersebut, kami kekurangan kualitas untuk memilih pemain yang tepat.
"Kami telah menjalani jadwal yang sangat menuntut. Enam pertandingan terakhir yang kami mainkan selama periode Natal ini, dan kami keluar dari itu dalam posisi yang sangat kuat."
Kurangnya efisiensi ini terlihat jelas dari statistik Arsenal yang sempat buntu total setelah jeda. The Gunners tercatat tidak melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sejak awal babak kedua hingga memasuki masa injury time, ketika sundulan Gabriel Jesus akhirnya mampu diamankan oleh Alisson Becker.
Tekanan Perburuan Gelar
Hasil ini membuang peluang emas bagi Arsenal untuk memperlebar jarak menjadi delapan poin dari Manchester City dan Aston Villa yang juga kehilangan poin di tengah pekan.
Arteta mengakui bahwa kelelahan fisik dan mental setelah periode jadwal padat mungkin mulai memengaruhi struktur permainan timnya.
Baca juga: Martinelli Meminta Maaf usai Dorong Bradley Saat Cedera
"Kami baru saja menjalani jadwal yang sangat padat. Enam pertandingan terakhir yang kami mainkan selama periode Natal ini, dan kami berhasil keluar dari itu dengan posisi yang sangat kuat,” tambah Arteta.
"Kami harus bangga dengan posisi itu. Selalu ada hal-hal yang perlu ditingkatkan dan kami akan terus maju.”
"Anda ingin memanfaatkan semua peluang, tetapi jika itu terjadi, Anda akan unggul 12, 15 poin. Ini adalah Premier League dan kami tahu betapa sulitnya."
Meski gagal menang, Arsenal kini mengoleksi 49 poin dan tetap difavoritkan untuk mengakhiri puasa gelar liga selama 22 tahun. Namun, bagi Arteta, laga semalam menjadi pengingat bahwa dominasi tanpa keajaiban di depan gawang bisa menjadi batu sandungan besar dalam perburuan gelar yang semakin memanas.