Penyerang sayap Arsenal, Gabriel Martinelli, melayangkan permintaan maaf tulus kepada bek muda Liverpool, Conor Bradley, menyusul insiden kontroversial yang menodai hasil imbang 0-0 di Emirates Stadium, jumat (9/1) dini hari WIB.

Momen tersebut terjadi di masa injury time yang sangat krusial. Bradley terjatuh di pinggir lapangan sambil memegangi lututnya setelah melakukan sapuan bola. Martinelli, yang tampaknya mengira bek Irlandia Utara itu sedang melakukan taktik buang-buang waktu, terlihat menjatuhkan bola ke arah Bradley dan mencoba mendorongnya keluar garis lapangan agar pertandingan bisa segera dilanjutkan.

Di Tengah Panasnya Laga

Tindakan pemain asal Brasil itu memicu kemarahan para pemain Liverpool dan membuahkan kartu kuning dari wasit Anthony Taylor. 

Namun, suasana berubah menjadi suram ketika tim medis harus membawa Bradley keluar lapangan menggunakan tandu. Sang bek kanan kemudian terlihat meninggalkan stadion dengan kruk, memicu kekhawatiran akan cedera lutut yang serius.

Baca juga: Buntu di Emirates, Liverpool Tahan Imbang Arsenal Tanpa Gol

Melalui unggahan di Instagram Story pribadinya pada Jumat pagi, Martinelli mengungkapkan penyesalannya.

"Conor dan saya sudah saling bertukar pesan dan saya telah meminta maaf secara pribadi kepadanya. Dalam tensi tinggi pertandingan, saya benar-benar tidak menyadari bahwa dia mengalami cedera serius. Saya sangat menyesali reaksi saya dan mendoakan yang terbaik untuk pemulihan Conor,” tulis Martinelli.

Pembelaan dari Kedua Manajer

Meski mendapat kecaman dari pengamat seperti Gary Neville yang menyebut tindakannya memalukan, Martinelli mendapatkan pembelaan dari manajernya, Mikel Arteta

Menurut Arteta, tidak ada niat jahat sedikit pun dari pemainnya. "Mengenal Gabi, jika ada yang mengenal Gabi, dia adalah pria yang luar biasa dan menyenangkan. Dan mungkin dia tidak menyadari apa yang terjadi. Saya akan berbicara dengannya sekarang, agar dia mengerti. Tapi mungkin dia tidak menyadari apa yang terjadi.," ujar manajer asal Spanyol tersebut.

Menariknya, manajer Liverpool Arne Slot juga bersikap bijak menanggapi insiden tersebut. Slot mengakui bahwa dalam emosi yang meluap di menit ke-94, sulit bagi pemain untuk berpikir jernih, terutama dengan maraknya taktik diving dan buang waktu di sepak bola modern.

Baca juga: Misi Pembuktian Lawan Liverpool, Arteta Tantang Arsenal Tunjukkan Kelas

"Saya 100 persen yakin jika dia tahu tingkat keparahan cederanya, dia tidak akan pernah melakukan itu," kata Slot. Meski begitu, Slot mengakui dirinya merasa tidak nyaman melihat pemainnya dipaksa pindah saat sedang menahan sakit luar biasa.

Dampak Bagi Kedua Tim

Kehilangan Conor Bradley merupakan pukulan telak bagi Liverpool yang sudah kehilangan beberapa opsi di lini belakang. Di sisi lain, Arsenal kini memimpin klasemen Premier League dengan keunggulan enam poin, namun insiden ini menjadi pengingat akan tipisnya batas antara semangat kompetitif dan sportivitas di lapangan hijau.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!