Tottenham Hotspur terperosok ke dalam krisis yang semakin dalam setelah kekalahan dramatis 3-2 dari Bournemouth di Stadion Vitality pada Rabu malam. Namun, badai sesungguhnya justru meledak pasca-pertandingan, melibatkan perselisihan pemain dengan fans dan serangan terbuka dari kapten tim, Cristian Romero, terhadap hierarki klub.

Gol kemenangan Antoine Semenyo pada menit ke-95 tidak hanya mengunci tiga poin bagi tuan rumah, tetapi juga memicu emosi hebat di tribun penonton. Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, bek Micky van de Ven dan Pedro Porro terlihat terlibat adu mulut yang sengit dengan pendukung Spurs yang melakukan perjalanan tandang. Stewards bahkan harus turun tangan untuk melerai konfrontasi tersebut saat Van de Ven tampak menantang fans untuk masuk ke lapangan.

Sindiran Tajam Romero

Di tengah kekacauan tersebut, kapten tim Cristian Romero memilih media sosial untuk meluapkan rasa frustrasinya. 

Dalam unggahan Instagram yang kemudian diedit, pemain asal Argentina ini secara terbuka mengkritik para petinggi klub karena dianggap kurang memberikan dukungan publik di masa sulit.

Baca juga: Semenyo Beri Kado Perpisahan Saat Bournemouth Menang Comeback 3-2 atas Spurs

"Kami bertanggung jawab, tidak ada keraguan tentang itu. Tetapi kami akan terus menghadapinya dan mencoba untuk membalikkan situasi, untuk diri kami sendiri dan untuk klub," katanya.

"Pada saat-saat seperti ini, seharusnya orang lain yang angkat bicara, tetapi mereka tidak melakukannya -- seperti yang telah terjadi selama beberapa tahun terakhir. Mereka hanya muncul ketika keadaan sedang baik."

Versi asli dari unggahan tersebut bahkan sempat memuat tuduhan mengenai "beberapa kebohongan" dari pihak manajemen sebelum akhirnya dihapus oleh sang kapten. Unggahan ini seolah mengonfirmasi adanya keretakan internal antara skuat pemain dengan jajaran eksekutif, terutama setelah kepergian Daniel Levy sebagai ketua pada September lalu dan penunjukan Vinai Venkatesham sebagai CEO.

Thomas Frank di Bawah Tekanan Hebat

Kekalahan ini membuat posisi manajer Thomas Frank semakin terpojok. Sejak menggantikan Ange Postecoglou, Frank kesulitan mengangkat performa tim, dengan Spurs kini terdampar di peringkat ke-14 klasemen Premier League—hanya meraih dua kemenangan dari 12 pertandingan liga terakhir.

Frank mengakui mencoba membela sang kapten namun tetap memberikan teguran, ia juga telah melakukan pembicaraan serius dengan Romero dan Johan Lange pada Kamis pagi.

Baca juga: Gol Brobbey Paksa Spurs Hasil Imbang Lawan Sunderland 1-1

"Ketika Anda seorang pemimpin muda, terkadang Anda melakukan kesalahan. Tentu saja, lebih baik untuk menyelesaikannya secara internal. Saya dan Johan telah berbicara baik-baik dengannya pagi ini tentang semuanya. Kami menyelesaikannya secara internal," katanya.

Ketegangan antara manajer dan suporter pun mencapai titik didih. Frank dicemooh habis-habisan saat mencoba menyapa fans di akhir laga. Situasi ini diperparah dengan foto viral sang manajer yang kedapatan memegang gelas kopi berlogo Arsenal sebelum pertandingan, sebuah dosa besar di mata pendukung setia London Utara.

Dengan laga FA Cup melawan Aston Villa yang sudah di depan mata, suasana perang saudara ini mengancam akan menghancurkan sisa musim Tottenham jika tidak segera diselesaikan.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!