Ligue 1: Lens Tolak Mentah-Mentah Permintaan Penundaan Laga dari PSG
Persaingan memperebutkan gelar juara Ligue 1 musim 2025/26 kian memanas, namun kali ini ketegangan justru terjadi di luar lapangan hijau. RC Lens secara resmi menyatakan keberatan mereka terhadap permintaan Paris Saint-Germain (PSG) untuk menunda laga krusial kedua tim yang dijadwalkan pada 11 April mendatang.
PSG, sang juara bertahan Eropa, mengajukan permohonan kepada otoritas liga (LFP) untuk mendapatkan waktu persiapan ekstra. Pasalnya, laga melawan Lens tersebut terjepit di antara dua leg perempat final UEFA Champions League melawan raksasa Inggris, Liverpool.
Sementara itu, Liverpool juga beraksi di kompetisi domestik pada akhir pekan itu, menjamu Fulham di Premier League pada hari yang sama pada laga PSG kontra Lens.
Penolakan Lens
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin malam, manajemen Lens memberikan kritik tajam terhadap upaya PSG. Klub berjuluk Sang et Or tersebut menilai bahwa integritas kompetisi domestik harus diutamakan di atas kepentingan ambisi Eropa klub tertentu.
Baca juga: PSG Hancurkan Chelsea dengan Agregat Telak 8-2
"Dengan semangat tanggung jawab dan pengendalian diri, Racing Club de Lens menjelaskan kepada Paris Saint-Germain, sejak pertanyaan pertama, bahwa tidak ingin melihat tanggal ini diubah...," tulis Lens dalam pernyataannya.
"Tampaknya bagi kami, pada kenyataannya, sentimen yang mengkhawatirkan sedang berkembang: yaitu liga Prancis secara bertahap direduksi menjadi status variabel penyesuaian atas kehendak pihak-pihak tertentu yang menginginkan hasil di Eropa.
"Suatu konsepsi keadilan olahraga yang aneh, yang sulit ditemukan padanannya di kompetisi kontinental utama lainnya."
Pihak Lens juga menegaskan bahwa mereka telah menyampaikan penolakan ini sejak pertanyaan pertama diajukan oleh pihak PSG. Bagi Lens, menunda pertandingan akan merusak ritme kompetisi mereka sendiri, yang bisa membuat mereka tidak bertanding selama 15 hari sebelum akhirnya dipaksa menghadapi jadwal padat di akhir musim.
"Di luar kasus khusus ini, pertanyaan yang muncul lebih mendasar: yaitu tentang rasa hormat yang seharusnya diberikan kepada kompetisi itu sendiri. Karena kita berhak bertanya-tanya ketika, di kandangnya sendiri, liga terkadang tampak terpinggirkan di belakang ambisi lain, betapapun sahnya ambisi tersebut," tambah pernyataan klub.
Pertaruhan Gelar Juara
Penolakan keras Lens bukan tanpa alasan taktis. Saat ini, PSG memimpin klasemen dengan 60 poin, namun Lens membuntuti tepat di posisi kedua dengan selisih hanya satu poin (59 poin).
PSG sendiri masih mengantongi satu tabungan pertandingan. Hal ini karena laga melawan Nantes yang juga ditunda sebelumnya, atas permintaan klub selama pertandingan babak 16 besar Liga Champions melawan Chelsea, yang memberi mereka waktu istirahat lima hari di antara kedua leg.
Pertemuan antara Lens dan PSG di Stade Bollaert-Delelis pada 11 April nanti dianggap sebagai final yang bisa menentukan arah gelar juara.
Baca juga: PSG Raih Kemenangan 2-0 atas Lens Berkat Brace Bradley Barcola
Tekanan bagi Luis Enrique
Skuad asuhan Luis Enrique akan menjamu Liverpool di Parc des Princes pada 8 April sebelum terbang ke Anfield untuk leg kedua pada 14 April.
Jika LFP menolak permintaan PSG dan mengikuti sikap Lens, maka Ousmane Dembele dkk akan menghadapi tiga pertandingan dengan intensitas tinggi hanya dalam waktu enam hari.
Saat ini, bola panas berada di tangan LFP. Apakah mereka akan kembali memberikan perlakuan khusus kepada sang juara bertahan demi misi Eropa, ataukah mereka akan mendengarkan protes keras Lens demi menjaga keadilan di kompetisi domestik?