Waspadai Jebakan di Anfield, Enrique Sebut Skor 2-0 Masih Belum Aman
Manajer Paris Saint-Germain, Luis Enrique, memberikan peringatan keras kepada skuadnya agar tidak terbuai oleh keunggulan agregat saat mereka bertandang ke Anfield untuk melakoni leg kedua perempat final Liga Champions pada Rabu (15/4) dini hari nanti.
Meski sang juara bertahan Eropa tampil sangat dominan dalam kemenangan 2-0 di Parc des Princes pekan lalu, di mana Liverpool gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran, Enrique menegaskan bahwa laga di Merseyside ini adalah sebuah pertandingan jebakan.
Waspada Terhadap Detail Kecil
Gol-gol dari Désiré Doué dan Khvicha Kvaratskhelia di Paris memang menempatkan PSG di posisi favorit, namun Enrique sangat menyadari reputasi Liverpool dalam menciptakan keajaiban di malam Eropa.
Baca juga: Slot Siap Andalkan Magis Anfield saat Liverpool Coba Comeback Lawan PSG
"Itulah kesulitan dalam pertandingan ini karena Anda harus benar-benar berhati-hati," kata Enrique. "Ada jebakan. Ini hampir seperti perangkap. Semua orang mengatakan 'Anda menang mudah 2-0 dan jauh lebih baik daripada lawan.' Orang-orang mengatakan itu dan mungkin memang begitu, saya tidak tahu. Tapi keadaan bisa berubah begitu cepat.
"Anda harus siap. Anda bisa kebobolan di babak pertama dan pertandingan masih terbuka. Yang saya pikirkan adalah kita perlu mempersiapkan pertandingan ini persis seperti pertandingan sebelumnya.”
Walaupun hanya butuh hasil imbang atau kalah dengan selisih satu gol untuk lolos, Enrique menegaskan bahwa ia tidak memiliki niat untuk menerapkan strategi parkir bus. Mantan pelatih Barcelona itu tetap menginstruksikan anak asuhnya untuk memburu kemenangan demi membunuh asa tuan rumah lebih awal.
"Liverpool harus tampil menyerang, mencoba mencetak gol,” jelas Enrique.
“Tapi saya perlu memastikan tim saya tahu bahwa mereka akan menghadapi kesulitan. Ini tidak akan mudah. Saya yakin kita akan kesulitan di beberapa titik."
Spirit Anfield dan Rekam Jejak Masa Lalu
PSG memiliki kenangan manis sekaligus getir di Anfield. Musim lalu, mereka berhasil menyingkirkan Liverpool di babak 16 besar lewat drama adu penalti di stadion yang sama.
Enrique berharap pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi para pemainnya untuk tetap tenang di bawah tekanan publik The Kop.
Kabar baik bagi PSG adalah kembalinya Bradley Barcola ke dalam skuad, memberikan opsi serangan balik yang lebih mematikan jika Liverpool tampil terlalu terbuka. Namun, bagi Enrique, kunci utamanya bukan hanya taktik, melainkan kewaspadaan mental.
Baca juga: Szoboszlai Siap Mati-matian Jelang Duel Hidup Mati Liverpool Kontra PSG
"Jika Anda menganalisis pertandingan yang kami mainkan tahun lalu, pertandingan pertama serupa dalam kondisi dan situasi, meskipun hasilnya berbeda," katanya. "Di leg kedua, situasinya sangat berbeda.
"Sulit untuk mengendalikan permainan ketika mereka terus menekan. Mereka perlu mencetak gol, yang berarti mereka harus mengambil risiko. Akan ada banyak ruang. Kami senang menguasai bola, tetapi kami juga bisa menyerang dengan memanfaatkan ruang dan kami juga menyukai serangan balik. Itu salah satu keunggulan terbaik kami.
"Sebagai pelatih, kami perlu mencapai keseimbangan. Keunggulan kami tipis, terutama mengingat betapa bagusnya permainan kami di leg pertama, tetapi di saat yang sama kami siap untuk mengatasi kesulitan."
Jika PSG mampu melewati jebakan Anfield malam ini, mereka akan semakin dekat untuk mempertahankan mahkota juara Eropa mereka. Namun jika mereka lengah, sejarah epik Liverpool siap menerkam sekali lagi.