Szoboszlai Siap Mati-matian Jelang Duel Hidup Mati Liverpool Kontra PSG
Gelandang Liverpool, Dominik Szoboszlai, memberikan pesan provokatif dan penuh gairah menjelang laga penentuan perempat final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain. Kapten tim nasional Hungaria itu menegaskan bahwa ia siap mati-matian di lapangan demi membantu The Reds membalikkan keadaan di Anfield pada Selasa malam.
Pernyataan berani ini muncul saat Liverpool menghadapi tantangan besar untuk menghapus defisit dua gol setelah kekalahan 2-0 di Paris pekan lalu.
Komitmen di Anfield
Szoboszlai, yang dikenal karena daya jelajahnya yang tinggi dan tendangan jarak jauhnya yang mematikan, menjadi perwakilan dari mentalitas pantang menyerah yang ingin ditanamkan Arne Slot dalam skuadnya.
Baca juga: Slot Siap Andalkan Magis Anfield saat Liverpool Coba Comeback Lawan PSG
“Anfield akan memberikan dampak besar besok. Kita sudah melihatnya berkali-kali selama musim ini, musim lalu, dan di masa lalu, tentu saja,” kata Szoboszlai.
“Jadi ya, bukan hanya 11 pemain atau pemain pengganti yang akan masuk. Seluruh stadion akan merasakannya. Kita tahu bagaimana rasanya, bagaimana rasanya bermain untuk Liverpool, bermain di depan para penggemar ini dan bermain di Anfield. Saya rasa kita tidak butuh motivasi tambahan. Kita tahu bagaimana rasanya.”
Siap Mati-matian
Liverpool memiliki sejarah panjang dalam membalikkan ketertinggalan di kompetisi Eropa, dan Szoboszlai sadar betul bahwa atmosfer Anfield akan memainkan peran kunci. Baginya, tugas mengejar dua gol melawan juara bertahan Eropa bukan sekadar taktik, melainkan masalah kemauan.
"Kami akan mengerahkan semua kemampuan kami. Kami akan memberikan yang terbaik dari menit pertama hingga, mudah-mudahan, menit ke-90 karena itu bisa cukup, tetapi mungkin jika berlanjut lebih lama lagi, 120, 125,” tegasnya.
“Jadi saya siap mati di lapangan besok. Saya pikir saya dapat berbicara mewakili semua pemain karena kami sangat menginginkannya, kami telah bekerja keras untuk itu dan, dalam satu pertandingan, segalanya bisa terjadi di Anfield."
Kunci di Lini Tengah
Absennya beberapa pilar karena cedera membuat tanggung jawab di pundak Szoboszlai semakin besar. Ia diprediksi akan menjadi motor serangan sekaligus pemutus aliran bola PSG di lini tengah.
Bersama Alexis Mac Allister dan Ryan Gravenberch, Szoboszlai diharapkan mampu meredam kreativitas lini tengah asuhan Luis Enrique yang mendominasi penguasaan bola pada leg pertama.
Baca juga: Liverpool Kalahkan Fulham, Slot Harap Lanjutkan Momentum Lawan PSG
Meski Szoboszlai berada dalam bayang-bayang sanksi akumulasi kartu kuning jika lolos ke semifinal, ia menegaskan tidak akan menahan diri sedikit pun.
"Tentu saja ini akan menjadi salah satu comeback terbesar dalam karier saya, terutama saat melawan Liverpool di perempat final Liga Champions setelah tertinggal 2-0. Saya bisa mengatakan ini akan menjadi comeback terbesar dalam karier saya," ujar Szoboszlai.
"Mereka [PSG] memiliki superstar dan bintang-bintang, tetapi mungkin tidak sebanyak ketika [Lionel] Messi bermain di sana atau ketika Kylian [Mbappe] bermain di sana atau Neymar bermain.
"Sekarang mereka memiliki tipe pemain yang berbeda, sistem yang berbeda, dan juga gaya bermain sepak bola yang berbeda, dan sangat sulit untuk bermain melawan mereka, terutama ketika mereka sangat percaya diri saat ini, datang ke Anfield dengan skor 2-0.
"Tetapi seperti yang saya katakan sebelumnya, kami lebih dari siap."