Juara bertahan Paris Saint-Germain memberikan pelajaran berharga bagi Liverpool dalam laga leg pertama perempat final UEFA Champions League 2025-26. Bermain di depan publik sendiri, tim asuhan Luis Enrique sukses mengamankan kemenangan krusial 2-0 berkat gol dari dua bintang muda mereka, Désiré Doué dan Khvicha Kvaratskhelia.

Kemenangan ini menempatkan satu kaki PSG di babak semifinal, sekaligus memperpanjang rekor buruk laga tandang Liverpool yang kini menelan empat kekalahan beruntun di luar Anfield.

Dominasi Total Sejak Menit Awal

PSG langsung memegang kendali permainan sejak peluit pertama dibunyikan. Hasilnya terlihat cepat pada menit ke-11. Berawal dari penetrasi Ousmane Dembélé di sisi sayap, bola dikirim ke arah Désiré Doué. 

Gelandang muda Prancis tersebut melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti yang sempat membentur kaki Ryan Gravenberch, membuat arah bola mengecoh kiper Giorgi Mamardashvili. Skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Baca juga: Enrique Tolak Label Favorit Meski Liverpool Sedang Terpuruk

Liverpool, yang tampil dengan sistem tiga bek tengah di bawah arahan Arne Slot, tampak kesulitan mengembangkan permainan. Statistik menunjukkan dominasi mutlak PSG di babak pertama dengan penguasaan bola mencapai lebih dari 74%, sementara The Reds gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang laga.

Magis Kvaratskhelia Mengunci Kemenangan

Memasuki babak kedua, Liverpool mencoba tampil lebih menekan, namun lini tengah PSG yang dikomandoi Vitinha dan João Neves terlalu solid untuk ditembus. Pada menit ke-65, Parc des Princes kembali bergemuruh.

Menerima umpan terobosan cerdik dari João Neves, Khvicha Kvaratskhelia menunjukkan kelasnya. 

Penyerang asal Georgia itu melewati kawalan Ryan Gravenberch, mengecoh rekan senegaranya Mamardashvili, sebelum menceploskan bola ke gawang yang kosong. Gol tersebut menjadi bukti efisiensi serangan balik PSG yang mematikan.

Liverpool sempat bernapas lega saat wasit membatalkan keputusan penalti untuk PSG setelah berkonsultasi dengan VAR terkait insiden pelanggaran terhadap Warren Zaïre-Emery. Meski demikian, tim tamu tetap gagal memberikan ancaman berarti hingga laga usai.

Baca juga: Peringatan Keras Arne Slot Jelang Duel PSG vs Liverpool

Bagi Luis Enrique, hasil ini merupakan bukti bahwa PSG masih menjadi kekuatan utama di Eropa. Kolektivitas tim dan kecepatan transisi menjadi kunci utama mereka melumpuhkan taktik Arne Slot.

Di sisi lain, Arne Slot menghadapi tugas berat untuk membalikkan keadaan di Anfield pada leg kedua pekan depan. Tanpa gol tandang dan performa lini serang yang tumpul, Liverpool butuh keajaiban malam Eropa lainnya jika ingin menghentikan langkah sang juara bertahan.

Leg kedua akan berlangsung di markas Liverpool pada Rabu, 15 April 2026 mendatang.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!