Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, mendesak timnya segera memperbaiki masalah pertahanan setelah kekalahan 2-3 dari Fenerbahce dalam lanjutan Liga Champions 2026-27. Bek asal Belanda tersebut menilai kebiasaan The Reds kebobolan banyak gol dalam pertandingan Eropa sebagai situasi yang tidak bisa terus dipertahankan.
Liverpool dua kali unggul dalam pertandingan di Istanbul, tetapi akhirnya harus pulang tanpa poin setelah kebobolan tiga gol dari situasi bola mati. Kekalahan tersebut semakin mengecewakan karena menjadi pertandingan ketiga secara beruntun di Liga Champions ketika Liverpool kebobolan setidaknya tiga gol.
Van Dijk tidak berusaha menyembunyikan kekecewaannya setelah pertandingan. Ia mengakui bahwa jumlah gol yang bersarang di gawang Liverpool dalam beberapa pertandingan terakhir sudah menjadi persoalan serius yang harus segera diselesaikan oleh seluruh pemain.
"Ini jelas tidak bisa dipertahankan. Itulah mengapa malam ini sangat mengecewakan karena berbagai alasan, terutama gol-gol yang kami kebobolan dan bagaimana cara gol-gol tersebut tercipta. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," ujar Van Dijk.
Baca juga: Iraola Murka Usai Liverpool Kalah dari Fenerbahce: 'Kami Kebobolan Gol-Gol Kacau'
Liverpool sebelumnya juga kebobolan tiga gol ketika menghadapi LASK dan Villarreal, meskipun berhasil memenangkan kedua pertandingan tersebut. Kekalahan dari Fenerbahce membuat persoalan pertahanan mereka semakin terlihat.
Secara keseluruhan, Liverpool sudah kebobolan 10 gol dalam empat pertandingan fase liga Liga Champions musim ini. Catatan tersebut menjadi semakin mengkhawatirkan karena mereka untuk pertama kalinya dalam sejarah klub kebobolan setidaknya tiga gol dalam tiga pertandingan Eropa secara beruntun.
Salah satu aspek yang paling disoroti Van Dijk adalah kegagalan Liverpool mengantisipasi situasi bola mati. Ketiga gol Fenerbahce dalam pertandingan tersebut berasal dari situasi yang sebenarnya bisa dikelola dengan lebih baik oleh barisan pertahanan The Reds.
Mason Greenwood menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas yang berubah arah setelah mengenai pemain Liverpool di pagar pertahanan. Setelah Alexander Isak membawa tim tamu kembali unggul, Archie Brown memanfaatkan situasi bola mati untuk mencetak gol penyeimbang.
Baca juga: Dua Kali Kehilangan Keunggulan, Liverpool Tumbang 2-3 dari Fenerbahce
Vedat Muriqi kemudian memastikan kemenangan Fenerbahce melalui sundulan pada menit ke-79 setelah menerima umpan dari Brown. Penyerang tersebut mampu memenangkan duel udara meskipun berada dalam kawalan beberapa pemain Liverpool.
Van Dijk mengakui bahwa kegagalan membaca arah bola pertama dan mengantisipasi bola kedua menjadi penyebab utama buruknya pertahanan Liverpool.
"Tiga gol dari situasi bola mati juga. Sejauh musim ini kami sebenarnya sangat bagus dalam menghadapinya, tetapi kali ini kami kehilangan konsentrasi dan tidak siap menghadapi bola pertama maupun bola kedua. Ini sulit diterima," jelasnya.
Sang kapten menilai Liverpool seharusnya tidak membiarkan lawan mencetak gol dengan cara seperti itu, terutama setelah mereka sebelumnya cukup solid dalam mempertahankan situasi bola mati.
Ketika ditanya apakah dirinya marah dengan hasil pertandingan, Van Dijk memberikan jawaban tegas. Namun, ia memilih tidak menunjukkan emosinya secara berlebihan karena melihat seluruh rekan setimnya juga memahami kekecewaan yang mereka rasakan.
"Ya, tetapi saya tidak menunjukkannya karena semua orang terlihat kecewa dan mereka memiliki alasan untuk merasa demikian. Mereka memang seharusnya kecewa," katanya.
Van Dijk kemudian menegaskan bahwa Liverpool tidak boleh menerima kekalahan dengan cara seperti yang terjadi di Istanbul.
"Kami tidak boleh kalah dengan cara seperti itu. Namun, itulah yang terjadi dan Fenerbahce juga pantas mendapatkan pujian. Kami seharusnya tidak menerima kekalahan, terutama dengan cara seperti ini," lanjutnya.
Baca juga: Iraola Ancam Minta Pemain Liverpool Diving Usai Kontroversi Lawan Arsenal
Meski demikian, Van Dijk berharap pengalaman buruk tersebut dapat membantu memperkuat kebersamaan para pemain. Ia mengingatkan bahwa perjalanan sebuah tim tidak selalu dipenuhi kemenangan dan setiap pemain harus mampu menghadapi masa-masa sulit.
Ia merujuk pada kekalahan 0-1 dari Arsenal di pertandingan sebelumnya dan mengatakan bahwa Liverpool harus melewati periode positif maupun negatif bersama-sama. Menurutnya, pengalaman tersebut seharusnya membuat hubungan antarpemain semakin kuat.
Liverpool kini menghadapi tekanan untuk segera mengakhiri periode negatif setelah mengalami dua kekalahan beruntun di seluruh kompetisi. Sebelum kalah dari Arsenal dan Fenerbahce, tim asuhan Andoni Iraola tersebut sempat mencatatkan lima kemenangan beruntun.
Pertandingan berikutnya melawan Crystal Palace di Selhurst Park pada Minggu, 8 November 2026, menjadi kesempatan bagi Liverpool untuk memberikan respons positif sebelum jeda internasional.
Van Dijk menyadari bahwa lawatan ke markas Palace tidak akan mudah. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh pemain harus segera mengalihkan perhatian dan mempersiapkan diri secara fisik maupun mental.
"Pertandingan di Palace selalu sulit dan saya tidak mengharapkan sesuatu yang berbeda. Kami harus kembali ke Liverpool, mempersiapkan diri, serta memulihkan kondisi fisik dan mental," tutupnya.