Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Menjadi kapten tim nasional dan mengangkat trofi Piala Dunia FIFA merupakan impian besar bagi setiap pesepak bola. Namun, hanya segelintir pemain yang berhasil mencapai pencapaian tersebut ketika masih berusia sangat muda.
Berdasarkan catatan FIFA, Daniel Passarella merupakan kapten termuda yang pernah membawa negaranya menjuarai Piala Dunia. Bek asal Argentina itu baru berusia sekitar 25 tahun satu bulan ketika mengangkat trofi di Buenos Aires pada 25 Juni 1978.
Passarella memimpin daftar tersebut, diikuti Bobby Moore, Diego Maradona, dan Carlos Alberto. Menariknya, keempat pemain itu masih berusia di bawah 26 tahun ketika membawa negara masing-masing menjadi juara dunia.
Daniel Passarella menempati posisi pertama setelah memimpin Argentina meraih gelar Piala Dunia 1978 di hadapan pendukung sendiri. FIFA mencatat usianya saat mengangkat trofi adalah 25 tahun dan 30 hari, sedangkan Guinness World Records mencatat 25 tahun dan 31 hari.
Baca juga: Siapa Pelatih Tertua Juara Liga Champions
Argentina memastikan gelar tersebut setelah mengalahkan Belanda dengan skor 3-1 melalui perpanjangan waktu di Estadio Monumental. Mario Kempes menjadi bintang kemenangan dengan mencetak dua gol, sementara Daniel Bertoni menyumbangkan satu gol lainnya.
Sebagai kapten, Passarella menjadi sosok penting di lini pertahanan sekaligus pemimpin tim asuhan César Luis Menotti. Keberhasilan tersebut mengantarkan Argentina meraih gelar Piala Dunia pertama sepanjang sejarah mereka.
Julukan El Gran Capitán kemudian melekat pada Passarella, yang namanya tetap menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola Argentina.
Posisi kedua ditempati legenda Inggris, Bobby Moore. Ia berusia 25 tahun dan 109 hari ketika memimpin The Three Lions meraih gelar Piala Dunia 1966 di Wembley.
Moore menjadi kapten Inggris dalam kemenangan dramatis 4-2 atas Jerman Barat setelah pertandingan berlanjut hingga perpanjangan waktu. Geoff Hurst mencetak hat-trick dalam pertandingan tersebut, sedangkan Martin Peters menyumbangkan gol lainnya.
Baca juga: Comeback Terbaik Sepanjang Masa
Bek West Ham United itu dikenal sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Inggris. Kepemimpinannya di lapangan menjadi salah satu faktor penting keberhasilan tim asuhan Alf Ramsey memenangkan trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Moore kemudian dikenang sebagai kapten yang mengangkat trofi Jules Rimet di Wembley, sebuah momen ikonik dalam sejarah olahraga Inggris.
Diego Maradona berada di urutan ketiga dengan usia 25 tahun dan 252 hari ketika membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 1986 di Meksiko.
Maradona memimpin Argentina mengalahkan Jerman Barat dengan skor 3-2 dalam pertandingan final di Stadion Azteca. Gol kemenangan dicetak Jorge Burruchaga pada menit ke-84 setelah Argentina sempat kehilangan keunggulan dua gol.
Meski tidak mencetak gol di final, Maradona memainkan peran luar biasa sepanjang turnamen. Ia menjadi pusat permainan Argentina dan menyumbangkan lima gol serta lima assist dalam perjalanan menuju gelar juara.
Baca juga: Siapa Pemain Pertama yang Memenangkan Golden Boy?
Penampilan Maradona pada edisi tersebut sering dianggap sebagai salah satu performa individu terbaik dalam sejarah Piala Dunia. Kepemimpinannya membantu Argentina meraih gelar kedua, delapan tahun setelah keberhasilan mereka pada 1978.
Carlos Alberto melengkapi empat besar dengan usia 25 tahun dan 339 hari ketika membawa Brasil menjuarai Piala Dunia 1970 di Meksiko.
Bek kanan legendaris tersebut memimpin salah satu tim paling terkenal sepanjang sejarah sepak bola. Brasil mengalahkan Italia 4-1 dalam partai final di Stadion Azteca untuk mengamankan gelar Piala Dunia ketiga mereka.
Carlos Alberto juga mencetak gol keempat Brasil dalam pertandingan tersebut. Gol itu lahir melalui rangkaian kombinasi serangan yang melibatkan sejumlah pemain, sebelum sang kapten menyelesaikannya dengan tendangan keras dari dalam kotak penalti.
Selain dikenal karena kemampuan bertahan, Carlos Alberto memiliki kontribusi besar dalam membangun serangan. Kepemimpinannya bersama pemain-pemain seperti Pelé, Jairzinho, Tostão, dan Rivellino membuat Brasil 1970 dikenang sebagai salah satu tim terbaik sepanjang masa.
Baca juga: Negara yang Pernah Menjadi Juara Euro dan Piala Dunia Beruntun
Catatan tersebut menunjukkan betapa langkanya seorang pemain mampu memimpin negaranya menjadi juara dunia pada usia muda. Setelah Carlos Alberto, kapten termuda berikutnya dalam daftar FIFA adalah Giuseppe Meazza, yang berusia 27 tahun dan 300 hari ketika Italia menjuarai Piala Dunia 1938.
Sementara itu, sejumlah nama besar lainnya seperti Franz Beckenbauer, Iker Casillas, Lothar Matthäus, Jose Nasazzi dan Didier Deschamps baru mengangkat trofi ketika berusia mendekati usia 30 tahun.