Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Nama Raymond Goethals masih tercatat dalam sejarah Liga Champions sebagai pelatih tertua yang berhasil mengangkat trofi kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa.
Pelatih asal Belgia itu menorehkan rekor tersebut ketika membawa Olympique de Marseille menjadi juara pada 1993, tepat saat usianya menginjak 71 tahun dan 231 hari.
Pencapaian terbesar Goethals bersama Marseille terjadi pada 26 Mei 1993. Di Olympiastadion, Munich, klub asal Prancis tersebut mengalahkan AC Milan dengan skor 1-0 dalam partai final. Gol tunggal kemenangan Marseille dicetak Basile Boli pada menit ke-43.
Baca juga: Comeback Terbaik Sepanjang Masa
Kemenangan itu membuat Marseille menjadi klub Prancis pertama yang menjuarai kompetisi antarklub Eropa tersebut. Keberhasilan itu juga menjadi pencapaian puncak dalam perjalanan kepelatihan Goethals, yang mulai menangani Marseille pada 1990 dengan target membawa klub tersebut meraih gelar Eropa.
Goethals bukan sosok yang asing dengan tekanan di kompetisi Eropa. Marseille sebelumnya sempat mencapai final pada 1991, tetapi harus mengakui keunggulan Red Star Belgrade melalui adu penalti. Dua tahun kemudian, ia akhirnya berhasil membawa klub Prancis tersebut meraih trofi yang diidam-idamkan.
Sebelum mencapai kejayaan bersama Marseille, Goethals telah membangun reputasi panjang sebagai salah satu pelatih berpengaruh di sepak bola Eropa. Ia pernah menangani tim nasional Belgia pada 1968 hingga 1976 dan membawa negara tersebut finis di posisi ketiga Piala Eropa 1972.
Di level klub, Goethals juga mencatatkan prestasi bersama Anderlecht. Ia membawa klub Belgia itu menjuarai Piala Winners UEFA pada 1978 setelah mengalahkan Austria Wien dengan skor 4-0 di final. Ia kemudian meraih dua gelar Liga Belgia bersama Standard Liège pada 1982 dan 1983.
Baca juga: Siapa Pemain Pertama yang Memenangkan Golden Boy?
Keahliannya dalam membaca permainan membuat Goethals mendapat julukan The Magician dan Raymond-la-Science. Persiapannya menghadapi final 1993 juga menunjukkan ketelitian tersebut. Ia mengaku telah memantau permainan AC Milan sebanyak tujuh kali sebelum pertandingan dan merasa memahami betul cara tim Italia itu bermain.
Keberhasilan Goethals pada usia 71 tahun dan 231 hari membuatnya berada di atas sejumlah pelatih legendaris lainnya. Jupp Heynckes, misalnya, berusia 68 tahun ketika membawa Bayern Munich menjuarai Liga Champions pada 2013. Sementara itu, Sir Alex Ferguson berusia 66 tahun saat Manchester United meraih gelar pada 2008.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman panjang dan ketahanan dalam menjalani karier kepelatihan dapat menghasilkan pencapaian besar bahkan ketika seorang pelatih telah melewati usia 70 tahun. Hingga daftar terbaru UEFA pada Mei 2026, belum ada pelatih yang mampu melampaui rekor Goethals.
Goethals meninggal dunia pada 6 Desember 2004 dalam usia 83 tahun. Namun, namanya tetap menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola Eropa, terutama berkat keberhasilannya membawa Marseille menjuarai Liga Champions sekaligus mencatatkan rekor sebagai pelatih tertua yang pernah memenangkan trofi tersebut.