Pep Guardiola kembali ke menghadapi rival abadinya dengan sebuah pernyataan tegas. Menjelang laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabeu pada Kamis dini hari WIB, bos Manchester City tersebut bersikeras bahwa timnya tiba dalam kondisi yang jauh lebih prima dibandingkan saat disingkirkan Real Madrid musim lalu.

Pertemuan ini menjadi edisi kelima berturut-turut kedua raksasa ini bertemu di fase gugur, sebuah rivalitas modern di Eropa.

Belajar dari Luka Musim Lalu

Ingatan akan kekalahan menyakitkan di babak playoff musim lalu masih membekas bagi City. 

Kala itu, badai cedera memaksa Guardiola merombak skuatnya secara drastis, sebuah faktor yang dieksploitasi habis-habisan oleh lini serang klinis Madrid. Namun, kali ini ceritanya berbeda.

Baca juga: Rodrygo Absen Hingga Akhir Musim dan Piala Dunia 2026

"Kami datang dalam kondisi yang lebih baik dari segi skuad," kata Guardiola. "Musim lalu kami datang dengan banyak kelelahan dan hanya sedikit pemain yang tersedia."

City memang datang dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka sudah pernah mencicipi kemenangan 2-1 di Bernabeu pada fase liga awal musim ini berkat gol dari Nico O'Reilly dan Erling Haaland. 

Guardiola mengisyaratkan akan melakukan rotasi cerdik untuk menjaga kesegaran pemainnya, terutama setelah kemenangan meyakinkan 3-1 atas Newcastle di Piala FA akhir pekan lalu.

"Besok kami akan bermain dengan 11 pemain melawan 11 pemain," ujarnya. "Ketika semua pemain dalam kondisi fit dan telah bermain di banyak kompetisi dan pertandingan, tentu saja lebih baik untuk melakukan rotasi. Kaki dan pikiran yang segar."

Arbeloa vs Guardiola

Laga ini juga menyajikan bumbu menarik di pinggir lapangan. Alvaro Arbeloa, yang kini menakhodai Real Madrid menggantikan Xabi Alonso, akan menghadapi ujian taktik terbesarnya melawan sang maestro, Pep Guardiola. 

Arbeloa, yang pernah menghadapi Barcelona-nya Pep sebagai pemain, kini harus meramu strategi untuk menghentikan mesin gol Erling Haaland.

Real Madrid sendiri kemungkinan besar tidak akan diperkuat megabintang mereka, Kylian Mbappe, yang masih berjuang pulih dari cedera otot paha kiri. Meski begitu, kehadiran Vinicius Junior di lini depan tetap menjadi ancaman utama yang diwaspadai oleh kiper City, Gianluigi Donnarumma.

"Anda harus menghadapi lawan dengan rasa hormat yang luar biasa, tetapi tatap mata mereka dan katakan 'oke, inilah jati diri kita sebagai sebuah tim'," jelas Guardiola. "Dan Anda harus melakukannya. Mungkin Anda beruntung dan lolos.

Baca juga: Rodri Didenda £80.000 oleh FA Karena Komentar usai Ditahan Imbang Spurs

"Jika kita tidak mampu mengatasi situasi ini ketika kita bermain di Anfield atau Old Trafford atau Emirates atau Stamford Bridge atau Bayern Munich atau PSG ... Anda harus menerimanya. Lebih baik berada di sini daripada tidak berada di sini.

"Saya lebih suka berada di sini dan datang ke stadion ini di babak 16 besar karena itu berarti kita berada di jajaran elit Eropa. Klub ini tidak pernah berada di posisi ini 12 atau 13 tahun yang lalu, jadi setiap kali Anda memainkan pertandingan-pertandingan ini, itu selalu merupakan pembelajaran dan selalu menjadi pengalaman untuk masa depan.

"Tentu saja kami ingin lolos dan akan memberikan segalanya untuk lolos Selasa depan dan terus maju."

Dengan rekam jejak kedua tim yang telah bertemu 17 kali di kompetisi Eropa, laga di Bernabeu malam nanti diprediksi akan menjadi babak baru dari sebuah duel klasik yang menentukan arah supremasi sepak bola Eropa musim ini.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!