Menjelang duel klasik perempat final Liga Champions melawan Real Madrid, manajer Bayern Munich Vincent Kompany dan gelandang senior Joshua Kimmich memberikan pernyataan tegas dalam konferensi pers di Santiago Bernabéu. Keduanya mengakui besarnya tantangan yang menanti, namun menegaskan bahwa Bayern datang dengan mentalitas juara.

Laga leg pertama yang digelar Rabu dini hari WIB ini menjadi panggung pembuktian bagi Kompany dalam musim keduanya di Eropa bersama raksasa Bavaria.

Kompany: "Ujian Terberat di Sepak Bola Eropa"

Vincent Kompany tidak ragu menyebut laga tandang ke markas Real Madrid sebagai tantangan paling ekstrem bagi tim mana pun. Baginya, Madrid adalah tim yang mampu menghukum lawan bahkan di saat mereka tidak mendominasi permainan.

Baca juga: Arbeloa Percaya Diri Madrid Bangkit Lawan Bayern Usai Terpeleset di Liga

“Kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapi versi terbaik Real Madrid, versi yang bermain melawan Man City. Mereka masih salah satu tim terbaik di Eropa. Ini mungkin pertandingan tandang tersulit di Liga Champions. Kami ingin menang di sini besok,” kata Kompany.

“Semuanya akan menentukan besok. Ini pertama kalinya saya di sini sebagai pelatih, tetapi kami memiliki banyak pengalaman dalam pertandingan seperti ini. Hasilnya akan ditentukan sebagian oleh taktik, tetapi yang terpenting oleh hal-hal kecil - seperti kualitas individu para pemain.”

Meski begitu, Kompany membawa modal berharga berupa kemenangan dramatis 3-2 atas Freiburg di akhir pekan lalu, yang menurutnya telah memperkuat karakter pantang menyerah anak asuhnya.

Kimmich Nantikan Kehadiran Kane

Sorotan utama tertuju pada kondisi kebugaran mesin gol Bayern, Harry Kane. Joshua Kimmich menantikan kehadiran striker yang sudah mencetak 48 gol dari 40 laga di semua kompetisi musim ini.

“Saya rasa dia akan tetap bermain meskipun duduk di kursi roda. Saya kira dia akan mampu bermain. Dia akan merangkak ke lapangan jika perlu,” ujar Kimmich.

“Saya harap dia fit untuk hari Selasa. Jika saya ingat dengan benar, kami belum pernah menang di sana, setidaknya sejak saya berada di sini.”

Baca juga: Harry Kane Cetak Sejarah Saat Bayern Hancurkan Atalanta 4-1

Kimmich juga menambahkan bahwa atmosfer Bernabéu sangat spesial, namun ia menegaskan bahwa Bayern tetaplah klub yang setara. 

"Sepertinya aturan yang berbeda berlaku di sini, di Bernabéu. Manchester City diperkirakan akan mendominasi pertandingan, tetapi hasil yang diraih Madrid sangat mengesankan,” puji Kimmich.

“Kita tahu kemampuan tim ini. Jika ingin mengalahkan Real Madrid, Anda harus berada pada level mental yang sangat tinggi, tetapi juga pada level teknis yang sangat tinggi. Saat masih kecil, saya mengunjungi Bernabéu untuk melihat stadion dan sudah merasakan bahwa berada di sini sangat mengesankan.”

“Sekarang, bermain di sini bertahun-tahun kemudian adalah sesuatu yang istimewa. Bagi saya, Real Madrid dan Bayern adalah klub terpenting di dunia."

Dengan 13 laga tak terkalahkan di semua kompetisi, Bayern Munich datang bukan sekadar untuk bertahan, melainkan untuk mencoba meruntuhkan keangkeran Bernabéu dan membawa modal manis kembali ke Allianz Arena.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!