Malam yang dingin di Stadion Georgios Karaiskakis menjadi mimpi buruk bagi Bayer Leverkusen. Skuad asuhan Kasper Hjulmand harus pulang dengan tangan hampa setelah dipaksa menyerah 0-2 oleh tuan rumah Olympiacos dalam laga ketujuh fase liga Liga Champions 2025-26, Rabu (21/1) dini hari WIB.

Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Die Werkself di awal tahun 2026, sekaligus memberikan tekanan besar bagi mereka untuk mengamankan posisi di zona play-off.

Start Kilat Tuan Rumah

Olympiacos tidak membuang waktu untuk menekan pertahanan tim tamu. Baru dua menit laga berjalan, publik Piraeus langsung bergemuruh. 

Baca juga: Empat Gol Mbappe Bawa Real Madrid Menang Dramatis 4-3 Lawan Olympiacos

Berawal dari skema sepak pojok, Costinha melompat paling tinggi untuk menyundul bola yang gagal diantisipasi oleh kiper pengganti, Janis Blaswich. Gol cepat ini merusak rencana permainan Leverkusen yang tampak kesulitan beradaptasi dengan atmosfer panas stadion.

Leverkusen mencoba membalas melalui aksi Alejandro Grimaldo dan Christian Kofane, namun absennya beberapa pilar kunci seperti Edmond Tapsoba sangat terasa di lini belakang dan transisi permainan.

Taremi Segel Kemenangan

Di saat Leverkusen tengah asyik menyerang untuk mencari gol penyeimbang, Olympiacos justru berhasil menggandakan keunggulan melalui serangan balik cepat di akhir babak pertama. 

Pada menit ke-45+1, penyerang veteran Mehdi Taremi menunjukkan ketenangannya di depan gawang. Menerima umpan dari Rodinei, Taremi melepaskan tembakan terukur yang mengubah skor menjadi 2-0 sebelum turun minum.

Babak kedua praktis menjadi milik tim tamu dalam hal penguasaan bola, namun pertahanan disiplin yang digalang Panagiotis Retsos dkk membuat Leverkusen frustrasi. Peluang emas sempat didapat Patrik Schick di menit ke-80, namun tembakannya dalam situasi satu lawan satu berhasil ditepis secara heroik oleh Konstantinos Tzolakis.

Baca juga: Grimaldo Selamatkan Leverkusen dari Kekalahan Pahit Kontra Newcastle

Krisis Awal Tahun

Hasil ini menandai kekalahan ketiga Leverkusen secara beruntun di semua kompetisi sejak pergantian tahun. Ketidakhadiran kiper utama Mark Flekken karena cedera tampak menjadi lubang besar di organisasi pertahanan mereka.

“Setelah kebobolan di menit kedua, saya melihat 10 menit berikutnya tim saya tidak bermain sebaik sebelumnya,” kata Hjulmand.

“Namun setelah itu, permainan semakin membaik dan kami menciptakan beberapa peluang besar. Kami mencoba segalanya lagi di babak kedua dan kami memiliki beberapa kesempatan. Kami harus memenangkan [pertandingan terakhir] sekarang. Kami bisa melakukannya, kami harus tetap bersatu dan tampil sebaik mungkin."

Kemenangan ini membawa Olympiacos naik ke posisi ke-22 dengan delapan poin, sementara Leverkusen kini terdampar di peringkat ke-19 dan harus memenangi laga pamungkas melawan Villarreal jika tidak ingin tersingkir lebih awal dari kompetisi elit Eropa ini.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!