Pasukan Diego Simeone, Atlético Madrid, kembali memamerkan ketangguhan mental khas mereka di El Sadar pada Rabu (13/5) dini hari WIB. Meski harus bermain dengan sepuluh orang dan digempur habis-habisan di menit-menit akhir, Los Colchoneros sukses mengamankan kemenangan krusial 2-1 atas Osasuna. Hasil ini secara resmi mengunci posisi Atlético di empat besar La Liga musim 2025-26.

Datang ke Pamplona dengan skuat yang pincang akibat badai cedera, absennya sembilan pemain reguler tim utama, Atlético membuktikan bahwa semangat juang mereka tetap utuh di salah satu stadion paling intimidatif di Spanyol tersebut.

Start Klinis Lewat Titik Putih

Tim tamu tidak butuh waktu lama untuk membungkam publik tuan rumah. Pada menit ke-15, sebuah pelanggaran handball oleh Javi Galán di dalam kotak terlarang memberikan peluang emas bagi Atlético. Antoine Griezmann memberikan kesempatan penalti kepada Ademola Lookman. Pemain internasional Nigeria tersebut tidak menyia-nyiakan peluang, dengan tenang ia mengirimkan tendangan rendah yang mengecoh kiper Aitor Fernández.

Baca juga: Simeone Tak Cari Alasan usai Atletico Disingkirkan Arsenal

Osasuna, yang didukung penuh oleh suporter fanatiknya, merespons dengan agresif. Ante Budimir menjadi ancaman konstan yang berkali-kali menguji ketangguhan Juan Musso di babak pertama. Drama sempat terjadi saat Musso tampak bertabrakan dengan Budimir di kotak penalti. Namun, setelah tinjauan VAR yang cukup lama, wasit membatalkan keputusan penalti awal karena menilai sang penjaga gawang lebih dulu menyentuh bola.

Tandukan Sørloth Drama Menit Akhir

Simeone melakukan perubahan taktik di babak kedua dengan memasukkan Alexander Sørloth, dan langkah ini membuahkan hasil pada menit ke-71. Marcos Llorente melepaskan umpan silang akurat ke tiang jauh, di mana sang striker Norwegia melompat paling tinggi untuk menyundul bola masuk ke gawang. Ini merupakan gol liga ke-13 Sørloth musim ini, terbanyak untuk Atletico di La Liga musim ini.

Laga berubah menjadi penuh tekanan pada menit ke-79 ketika Marcos Llorente menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Aimar Oroz. Dipaksa mempertahankan keunggulan dengan sepuluh pemain, Atlético menumpuk pemain di area pertahanan sendiri.

Baca juga: Saka Antar Arsenal ke Final UCL usai Bungkam Atletico

Tekanan bertubi-tubi Osasuna akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-91. Kike Barja menyambar tembakan Raúl García dengan tembakan klinis ke pojok atas gawang, memicu harapan di menit-menit akhir. Meskipun tambahan waktu lima menit terasa sangat lama bagi Atleti, lini belakang yang dikomandoi Dávid Hancko tampil disiplin hingga peluit panjang berbunyi.

Hasil Akhir

Dengan kemenangan ini, Atlético kini mengoleksi 66 poin dari 36 pertandingan. Osasuna tetap tertahan di peringkat ke-11 dengan 42 poin.

Meskipun mereka mendominasi statistik dengan 23 tembakan berbanding 5 milik Atlético, efektivitas tim tamu menjadi pembeda malam ini. Bagi Rojiblancos, fokus kini beralih untuk menyapu bersih sisa laga musim ini melawan Girona dan Villarreal.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!