Dalam laga El Clasico yang akan tercatat dalam sejarah klub, Barcelona asuhan Hansi Flick berhasil menumbangkan Real Madrid 2-0 malam ini, sekaligus memastikan gelar juara La Liga musim 2025-26 secara matematis dengan tiga pertandingan tersisa.

Kemenangan di Spotify Camp Nou yang bergemuruh ini membawa Blaugrana mengoleksi 91 poin, unggul 14 angka dari rival abadi mereka. Pesta kembang api pun langsung menyinari langit Catalan sesaat setelah peluit panjang berbunyi, menandai kembalinya supremasi Barca di tanah Spanyol.

Rudal dari Rashford

Ketegangan yang biasanya menyelimuti El Clasico pecah hanya dalam sembilan menit berkat momen kecemerlangan individu. Setelah Dani Olmo dijatuhkan di tepi kotak penalti, Marcus Rashford maju sebagai eksekutor. 

Baca juga: Barcelona Konfirmasi Cedera Hamstring Yamal, Asa Piala Dunia Masih Terjaga

Pemain asal Inggris tersebut melepaskan tendangan bebas kaki kanan yang melengkung indah melewati pagar hidup dan bersarang telak di pojok atas gawang, membuat Thibaut Courtois hanya terpaku.

Itu adalah gol liga ke-14 bagi Rashford dalam kampanye musim ini, yang membuktikan dirinya sebagai sosok sentral dalam sistem high-pressing milik Flick.

Torres Gandakan Kedudukan

Madrid, yang sedang melewati pekan-pekan sulit, tampak kewalahan meladeni pergerakan cair Barcelona. Pada menit ke-18, keunggulan tuan rumah bertambah. 

Fermín López mengirim umpan cerdik ke dalam kotak penalti menuju Dani Olmo, yang dengan teknik luar biasa melakukan operan tumit untuk memberikan assist kepada Ferran Torres. Tanpa cela, Torres menghantam bola melewati Courtois dari tengah kotak penalti.

Real Madrid mencoba merespons sebelum jeda melalui upaya Gonzalo García, namun lini belakang Barca tetap solid. Dominasi penguasaan bola sebesar 57% membuat Pedri dan Gavi leluasa mendikte tempo permainan.

Baca juga: Barcelona 1-0 Celta Vigo: Yamal Alami Cedera usai Amankan Tiga Poin

Ketegangan Menuju Puncak Juara

Babak kedua berlangsung lebih keras, memaksa wasit mengeluarkan enam kartu kuning sepanjang laga. Real Madrid sempat mengira mereka mendapat harapan saat Jude Bellingham menyundul bola masuk ke gawang, namun gol tersebut dianulir karena offside tipis.

Beberapa saat kemudian, Vinícius Júnior hampir memperkecil ketertinggalan, namun Joan García, kiper muda yang tampil luar biasa musim ini, melakukan penyelamatan heroik. Seiring berjalannya waktu, sorakan "Ole" mulai bergema di tribun, yang kemudian berganti menjadi nyanyian membahana "Campeones, Campeones."

Peluit akhir memastikan segalanya. Hansi Flick berhasil meraih trofi La Liga kedua dalam dua musimnya bersama Barcelona. Bagi Madrid, ini adalah malam yang kelam karena mereka harus merelakan mahkota juara jatuh ke tangan musuh bebuyutan di kandang lawan.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!