Dalam malam yang dipenuhi emosi mendalam, Atlético Madrid berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Girona pada jornada 37 di Riyadh Air Metropolitano. Selain tiga tambahan tiga poin, malam ini akan selamanya dikenang sebagai laga perpisahan megah sang legenda di Madrid.

Antoine Griezmann, yang mencatatkan penampilan sejarah ke-500 bersama Atlético Madrid, memberikan penghormatan terakhirnya dalam laga kandang pamungkas sebelum kepindahannya yang dinanti ke klub MLS, Orlando City, musim panas ini. Selayaknya seorang legenda, penyerang Prancis berusia 35 tahun itu menutup lembaran kariernya dengan mencetak assist ke-100 untuk klub, yang berbuah gol penentu dari Ademola Lookman.

Momen Bersejarah

Meski sedang terpuruk di papan bawah klasemen La Liga, Girona memulai pertandingan dengan pendekatan yang berani dan agresif. Tim tamu hampir saja mengejutkan publik Metropolitano pada menit kesembilan ketika Vitor Reis melepaskan tendangan salto akrobatik yang spektakuler, memaksa Jan Oblak melakukan penyelamatan. Atlético merespons beberapa saat kemudian lewat sundulan bertenaga Dávid Hancko yang sayangnya masih membentur tiang gawang.

Baca juga: Lookman dan Sørloth Bawa Atletico Madrid Kalahkan Osasuna 2-1

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-21 melalui sebuah skema serangan cepat. Griezmann merangsek dari sisi kanan dan melepaskan umpan silang mendatar yang akurat ke dalam kotak penalti. Pemain internasional Nigeria, Ademola Lookman, menyambut bola dengan sepakan terukur yang menaklukkan Paulo Gazzaniga, membuat seisi stadion bergemuruh.

Oblak Tampil Tangguh Redam Perlawanan Girona

Gol tersebut tidak menyurutkan semangat juang Girona. Menghadapi ancaman nyata degradasi, skuad asuhan Míchel mendominasi penguasaan bola dan menggempur lini pertahanan Atlético. Azzedine Ounahi menjadi momok menakutkan di lini tengah, dua kali menguji ketangguhan Oblak sebelum turun minum.

Babak kedua berubah menjadi panggung taktik bertahan klasik ala Diego Simeone. Saat Girona meningkatkan intensitas serangan, Oblak berdiri kokoh bak dinding tebal di depan tribune selatan. 

Pada menit ke-57, kiper asal Slovenia itu kembali melakukan aksi heroik untuk menggagalkan peluang Viktor Tsygankov, sebelum terbang menghalau sepakan jarak jauh mematikan dari Ounahi.

Baca juga: Simeone Tak Cari Alasan usai Atletico Disingkirkan Arsenal

Menjelang akhir laga, Atlético menunjukkan DNA asli mereka: bertahan dalam, meredam tekanan bertubi-tubi, dan mengancam lewat serangan balik cepat melalui Thiago Almada dan Marc Pubill, yang berusaha keras memberikan gol perpisahan manis untuk ikon mereka yang akan pergi.

Pertaruhan Sengit di Ujung Klasemen

Peluit panjang ditiupkan, membawa campuran rasa lega dan perayaan. Bagi Atlético Madrid, kemenangan 1-0 ini membawa mereka mengoleksi 69 poin, menyamai perolehan peringkat ketiga Villarreal.

Namun bagi Girona, hasil ini terasa bak bencana. Kekalahan ini melempar mereka ke peringkat 18 dengan 40 poin, menjerumuskan mereka ke zona degradasi. Dengan hanya menyisakan satu pertandingan di musim 2025-26, Girona wajib menang melawan Elche, yang berada di posisi ke-17 dengan 42 poin. Laga tersebut menjadi penentuan kedua tim di divisi teratas Spanyol musim depan.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!