Barcelona menutup laga kandang pamungkas mereka di musim 2025-2026 dengan torehan tinta emas sejarah. Menjamu Real Betis di Spotify Camp Nou pada jornada 37, sang jawara La Liga sukses menumbangkan tim tamu dengan skor meyakinkan 3-1.  

Hasil ini tidak sekadar menjadi pesta tiga poin biasa, melainkan sebuah pencapaian historis. Skuad asuhan Hansi Flick resmi menjadi tim pertama dalam sejarah La Liga yang berhasil menyapu bersih seluruh 19 laga kandang dengan kemenangan dalam format 20 tim (38 pertandingan). Hebatnya lagi, rekor di kandang ini mereka ukir meski harus mengungsi di tiga stadion berbeda sepanjang musim akibat renovasi, mulai dari Estadi Johan Cruyff, Estadi Olimpic Lluis Companys, hingga kembali ke Camp Nou yang megah.

Perpisahan Emosional Sang Mesin Gol

Di balik gemuruh perayaan rekor, atmosfer Spotify Camp Nou sempat diselimuti rasa haru yang mendalam pada menit ke-85. Robert Lewandowski, striker veteran berusia 37 tahun yang telah mengumumkan bakal menyudahi masa baktinya di Catalan pada akhir musim ini, ditarik keluar oleh Hansi Flick.

Baca juga: Hansi Flick Akan Perpanjang Kontrak di Barcelona Hingga 2028

Mantan penyerang Bayern Munich itu tak kuasa menahan air mata saat melangkah keluar lapangan. Sambil terus melambaikan tangan, ia disambut dengan standing ovation yang membahana dari puluhan ribu suporter yang menyanyikan namanya. Meski gagal mencetak gol di laga perpisahan kandangnya, kontribusi Lewandowski yang telah menyumbang 119 gol dalam 191 laga sejak 2022 akan selalu melekat di hati publik Catalan.

Sihir Raphinha dan Respons Cepat Cancelo

Pertandingan itu sendiri mutlak menjadi panggung bagi Raphinha. Winger asal Brasil tersebut membuka keunggulan Blaugrana pada menit ke-27 melalui eksekusi tendangan bebas melengkung yang indah, mengecoh kiper Betis, Alvaro Valles. Gol ini menandai momen langka di mana Barcelona sukses mencetak gol free-kick langsung dalam dua laga kandang beruntun, menyusul gol serupa dari Marcus Rashford kala bersua Real Madrid beberapa pekan lalu.  

Memasuki babak kedua, Raphinha kembali menghukum lini belakang Betis. Berawal dari blunder fatal mantan bek didikan La Masia, Hector Bellerin, yang salah melepaskan operan di area pertahanan, Raphinha dengan cepat merebut bola dan melepaskan tembakan mendatar ke pojok bawah gawang pada menit ke-61.  

Baca juga: Puyol Ingatkan Bastoni: "Jadi Bek di Barcelona Itu Tidak Mudah"

Real Betis, yang sebenarnya sudah mengamankan tiket Liga Champions musim depan, sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-68. Pelanggaran Gavi terhadap Isco di dalam kotak terlarang dikonfirmasi oleh VAR, dan eks gelandang Real Madrid itu maju sebagai eksekutor untuk menaklukkan Joan Garcia dari titik putih.  

Namun, asa tim asuhan Manuel Pellegrini untuk bangkit langsung dipadamkan lima menit berselang. Menerima umpan matang dari Pedri, João Cancelo melepaskan tendangan spektakuler dari luar kotak penalti yang bersarang mulus di pojok gawang Valles, sekaligus mengunci kemenangan 3-1 untuk tuan rumah.  

Menatap Akhir Musim

Bagi Barcelona, kemenangan ini membawa mereka mengoleksi 94 poin di puncak klasemen sebelum melakoni laga penutup musim di markas Valencia akhir pekan depan. 

Sementara bagi Real Betis, kekalahan ini tidak mengubah posisi mereka yang sudah dipastikan finis di peringkat kelima, spot terakhir untuk lolos ke Liga Champions musim depan, dengan 57 poin.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!