Setelah Real Madrid secara mengejutkan takluk 0-1 dari Getafe dalam laga bertajuk derbi mini Madrid, sang pelatih, Alvaro Arbeloa, tidak mencari alasan. Bek legendaris Los Blancos itu memilih untuk memikul seluruh beban kekalahan di pundaknya.

Hasil minor ini menjadi pukulan telak bagi Madrid. Dengan kemenangan Barcelona atas Villarreal di pekan yang sama, selisih poin di puncak klasemen La Liga 2025-26 kini melebar menjadi empat poin. Bagi klub sebesar Real Madrid, kekalahan beruntun, setelah sebelumnya tumbang di tangan Osasuna, adalah sinyal bahaya yang nyata.

Pengakuan Arbeloa

Arbeloa, yang ditunjuk menggantikan Xabi Alonso pada Januari 2026, menghadapi kritik tajam mengenai kreativitas timnya yang seolah membentur tembok saat menghadapi blok rendah Getafe. 

Baca juga: Voli Satriano Bawa Getafe Bungkam Real Madrid di Bernabeu

Tanpa ragu, ia menjawab pertanyaan mengenai siapa yang harus disalahkan atas tumpulnya lini serang Madrid.

“Saya tidak mengatakan bahwa kami tidak mampu bermain bagus. Jangan memutarbalikkan kata-kata saya. Kami menciptakan peluang untuk mencetak gol. Saya pikir kami bisa bermain lebih baik, itu juga benar. Dan saya ulangi, saya tidak bisa menyalahkan usaha para pemain saya, yang merupakan hal pertama yang saya minta dari mereka,” kata Arbeloa.

“Peningkatan dalam permainan kami adalah tanggung jawab saya, dan itu adalah tugas saya. Jika ada seseorang yang bertanggung jawab atas kekalahan ini, itu adalah saya. Saya bertanggung jawab, dan yang tersisa hanyalah bekerja sama dengan para pemain saya.”

Arbeloa juga menyoroti ketergantungan timnya pada sisi kiri. “Pertandingan di Pamplona dan pertandingan hari ini berbeda. Kami menghadapi lawan yang bertahan dengan sangat baik, dan seharusnya kami lebih agresif di lini serang pertama, di kedua sayap. Kami selalu cenderung mencari pilihan mudah, yaitu Vinicius, tetapi kami membutuhkan lebar lapangan di kedua sisi,” jelasnya.

“Kita harus memperbaiki itu dan meningkatkan performa. Kita sudah banyak membicarakannya, tentang kesulitan menyerang lini pertahanan yang rapat. Wasit membiarkan pertandingan ini berlanjut, dengan banyak penghentian dan pelanggaran. Saya tidak mengkritik mereka, karena mereka melakukan apa yang diizinkan wasit.”

Frustrasi Terhadap Wasit dan Insiden Mastantuono

Meski menerima kesalahan taktis, Arbeloa tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap jalannya pertandingan yang terus-menerus terhenti. 

Ia mengkritik wasit Muñiz Ruiz yang dianggap membiarkan Getafe melakukan banyak pelanggaran kecil yang merusak ritme permainan Madrid.

Baca juga: Hasil Undian 16 Besar Liga Champions Sajikan Duel Klasik

Namun, kemarahan terbesarnya justru ditujukan kepada pemain mudanya sendiri, Franco Mastantuono. Gelandang berbakat itu menerima kartu merah di menit akhir laga karena protes keras yang dianggap tidak perlu.

“Hal-hal seperti ini seharusnya tidak terjadi, seperti yang dilakukan Mastantuono. Saya tidak tahu persis apa yang dia katakan kepada wasit, tetapi jika dia diusir, pasti ada alasannya,” tegas Arbeloa.

“Kita tidak bisa membiarkan tindakan seperti ini terjadi. Saya mengerti bahwa kartu kuning Huijsen dan Carreras adalah bagian dari permainan, tetapi itu akan membuat kita kehilangan tiga pemain penting untuk pertandingan di Balaídos. Saya rasa itu bukan tindakan yang disengaja oleh para pemain.”

Tekad di Sisa Musim

Meski situasi terlihat suram dengan jarak empat poin dari Barcelona, Arbeloa menolak untuk menyerah. 

Ia mengingatkan bahwa masih ada 36 poin yang bisa diperebutkan di La Liga, selain fokus yang akan terbagi dengan babak sistem gugur Liga Champions melawan Manchester City.

“Masih ada 36 poin tersisa dan kami tidak punya tujuan lain selain berjuang untuk meraih 36 poin tersebut. Tidak ada seorang pun di sini yang akan menyerah,” pungkasnya.

“Ini Real Madrid dan tidak ada yang akan menyerah sampai pertandingan terakhir. Jelas, selisih empat poin adalah yang kami yakini dapat kami kejar, dan itulah yang akan kami perjuangkan dan usahakan, dimulai dari pertandingan berikutnya di Vigo. Ini Real Madrid dan tidak ada seorang pun di sini yang akan menyerah.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!