Arsenal resmi melangkah ke final Carabao Cup 2025/2026 setelah menumbangkan rival sekota, Chelsea, dengan kemenangan agregat 4-2. Di tengah euforia publik Emirates Stadium, Declan Rice mengungkapkan bahwa ruang ganti The Gunners kini didorong oleh hasrat ekstra untuk menyudahi penantian panjang klub akan trofi juara.

Kemenangan 1-0 di leg kedua melalui gol dramatis Kai Havertz pada masa injury time memastikan langkah Arsenal ke partai puncak. Meski Chelsea memberikan perlawanan sengit di bawah asuhan manajer baru mereka, Liam Rosenior, ketenangan dan ketangguhan mental Arsenal menjadi pembeda dalam duel dua leg yang melelahkan ini.

Menembus Dinding Semifinal

Bagi tim asuhan Mikel Arteta, keberhasilan ini terasa sangat melegakan. Arsenal sebelumnya sempat terjebak dalam tren negatif dengan kalah dalam empat semifinal beruntun di berbagai kompetisi. 

Namun, malam tadi di London Utara menjadi saksi kematangan taktik Arteta yang berhasil membawa Arsenal ke final Piala Liga pertama mereka sejak 2018.

Baca juga: Arsenal Capai Final Carabao Cup, Arteta: Jadi Vitamin Berharga untuk Raih Gelar

Declan Rice, sang jenderal lapangan tengah yang memberikan assist untuk gol penentu Havertz, menegaskan bahwa timnya kini memiliki mentalitas yang berbeda.

"Kami memiliki kelompok pemain yang benar-benar menginginkannya. Tim mana pun yang menghadapi kami, kami siap. Saat Anda bermain melawan tim seperti Chelsea, mereka memberikan begitu banyak tekanan fisik dan mental. Anda harus memiliki ketahanan untuk tetap kuat dan terus maju,” kata Rice kepada ITV Sports.

"Kami pantas mendapatkannya. Tiga atau empat tahun terakhir, kami berada di puncak Premier League, bersaing dan hampir berhasil, tetapi belum cukup baik.”

"Itulah mengapa musim ini kami memiliki keinginan dan hasrat ekstra untuk melangkah lebih jauh di setiap kompetisi. Masih ada jalan panjang yang harus ditempuh, tetapi berada di final piala bersama klub ini sungguh luar biasa."”

Mengincar Sejarah di Wembley

Partai final yang akan digelar pada 22 Maret mendatang di Wembley bukan sekadar laga biasa bagi Arsenal. 

Ini adalah kesempatan emas bagi klub untuk meraih trofi pertama mereka sejak menjuarai Piala FA pada tahun 2020, satu-satunya gelar di era kepemimpinan Arteta sejauh ini.

Lebih dari itu, Arsenal memiliki misi khusus di kompetisi ini. The Gunners tercatat sudah 33 tahun tidak pernah mengangkat trofi Piala Liga, dengan kemenangan terakhir mereka terjadi pada tahun 1993 silam.

"Saya sangat menikmati pertandingan itu, terutama bagian akhir, sekitar satu menit terakhir ketika kami mencetak gol kemenangan," ujar Arteta.

Baca juga: Arsenal Disebut Membosankan, Mikel Santai Balas Kritik Scholes

"Saya senang dengan cara kami berkompetisi. Kami tahu akan ada pertarungan sengit di luar sana mengingat cara kedua tim bermain dan dengan agresivitas yang kami tunjukkan."

Menunggu Lawan di Final

Arsenal kini tinggal menunggu pemenang antara Manchester City dan Newcastle United untuk menjadi lawan mereka di Wembley. Siapa pun lawan yang dihadapi, Arteta dan skuadnya tampaknya telah mengirimkan pesan jelas ke seluruh penjuru Inggris: Arsenal tidak hanya ingin sekadar tampil di final, mereka datang untuk membawa trofi itu pulang.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!