Pep Guardiola Desak EFL Izinkan Marc Guehi Tampil di Final Carabao Cup
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, secara terbuka meminta pihak penyelenggara liga untuk meninjau kembali aturan eligibilitas pemain. Sang bos bersikeras agar bek anyar mereka, Marc Guehi, diizinkan bermain dalam laga final Carabao Cup melawan Arsenal di Wembley, Maret mendatang.
Guehi, yang didatangkan dari Crystal Palace senilai £20 juta pada jendela transfer Januari, saat ini dilarang tampil di sisa kompetisi Piala Liga musim ini. Berdasarkan aturan EFL 6.4.2, seorang pemain hanya diperbolehkan mewakili dua klub berbeda di ajang ini jika ia bergabung dengan klub barunya sebelum leg pertama babak semifinal berlangsung. Karena Guehi baru resmi berseragam City enam hari setelah leg pertama melawan Newcastle dimulai, ia pun dianggap tidak memenuhi syarat.
Masalah Guehi
Pasca kemenangan semifinal atas Newcastle, Guardiola tampak geram dengan regulasi tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa pihak klub akan mengirimkan surat resmi kepada EFL untuk meminta dispensasi khusus.
"Semoga kami bisa meyakinkan panitia Piala Carabao bahwa Marc [Guehi] bisa bermain di final. Saya tidak mengerti mengapa dia tidak bisa bermain di final," kata Guardiola.
"Anda membeli pemain dengan harga mahal dan dia tidak bisa bermain karena aturan yang tidak saya mengerti. Semoga mereka bisa mengubahnya," tambahnya.
Baca juga: Brace Omar Marmoush Antar Manchester City ke Final Carabao Cup
Manajer asal Spanyol tersebut merasa aneh jika seorang pemain yang sudah lama menetap di klub pada saat final berlangsung di bulan Maret, tetap tidak bisa diturunkan hanya karena hitungan hari saat proses transfer di bulan Januari.
Guardiola membandingkan situasi Guehi dengan Antoine Semenyo, pemain baru City lainnya yang diizinkan tampil di semifinal karena proses transfernya rampung lebih awal sebelum laga leg pertama.
Benturan Aturan dan Harapan
Meskipun City akan mengajukan permohonan formal, harapan untuk melihat Guehi di Wembley tampaknya tipis. Pihak EFL dilaporkan akan menolak permintaan tersebut guna menjaga integritas kompetisi dan konsistensi penerapan aturan yang sudah disepakati oleh seluruh klub anggota sebelum musim dimulai.
Ironisnya, aturan cup-tied di Inggris sebenarnya sudah mengalami pelonggaran musim ini. Sebelumnya, seorang pemain sama sekali tidak boleh membela dua klub berbeda di kompetisi yang sama dalam satu musim. Aturan baru kini membolehkan hal tersebut, namun dengan batasan waktu registrasi yang ketat sebelum babak semifinal dimulai, sebuah batasan yang justru menjerat Guehi.
Baca juga: Man City Terpeleset di London Utara, Guardiola Berang Soal Gol Kontroversial Solanke
Dilema Lini Belakang
Keinginan keras Guardiola untuk menyertakan Guehi bukan tanpa alasan. Dengan kondisi lini belakang yang sempat goyah dalam beberapa laga terakhir dan ancaman lini serang Arsenal yang sedang dalam performa terbaik di Eropa, kehadiran bek Timnas Inggris tersebut dianggap sangat krusial.
"Anda membeli pemain dengan harga mahal, lalu dia tidak bisa bermain karena aturan yang tidak saya pahami. Semoga mereka bisa mengubahnya," tambah Pep. Meski pesimistis permintaannya akan dikabulkan, ia menegaskan bahwa Manchester City tetap akan mencoba segala jalur administratif demi memperkuat skuadnya di partai puncak.
Final antara Manchester City dan Arsenal dijadwalkan berlangsung pada 22 Maret 2026. Jika permohonan ini ditolak, Guardiola harus memutar otak tanpa kehadiran salah satu aset pertahanan termahalnya tersebut di laga penentuan trofi pertama musim ini.