Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Menjuarai satu turnamen mayor internasional sudah cukup untuk mengukir nama sebuah generasi dalam sejarah sepak bola. Namun, mengawinkan gelar Piala Eropa dan Piala Dunia secara berturut-turut membutuhkan dominasi total, kedalaman skuad yang luar biasa, serta ketahanan mental di tingkat tertinggi. Sepanjang sejarah panjang kompetisi internasional, hanya ada tiga negara yang mampu membangun dinasti megah dengan menguasai Eropa dan dunia tanpa terputus.
Jerman Barat menjadi pionir pertama dinasti ini pada era 1970-an, disusul oleh generasi emas Prancis pada pergantian milenium. Sementara itu, Spanyol mencatatkan nama mereka di tempat teratas dengan mengukir prestasi legendaris ini tidak hanya sekali, melainkan dua kali dalam era yang berbeda.
Pondasi kejayaan ganda pertama dalam sejarah sepak bola internasional diukir oleh Jerman Barat di bawah arahan pelatih Helmut Schön. Dipimpin oleh sosok bek revolusioner Franz Beckenbauer serta penyerang tajam Gerd Müller, Jerman Barat memulai era dominasi mereka dengan menjuarai Euro 1972 di Belgia usai menundukkan Uni Soviet secara telak tiga gol tanpa balas di partai final.
Baca juga: Negara Afrika dengan Pencapaian Terbaik di Piala Dunia
Dua tahun kemudian, panggung kejayaan bergeser ke rumah mereka sendiri pada Piala Dunia 1974. Menghadapi tim nasional Belanda yang mengusung filosofi Total Football pimpinan Johan Cruyff di laga final Munich, Jerman Barat memperlihatkan mentalitas baja.
Sempat tertinggal lebih dulu lewat penalti cepat, Jerman Barat bangkit dan mengunci kemenangan 2-1 melalui gol penentu Gerd Müller, menjadikannya tim pertama di dunia yang memegang trofi Euro dan Piala Dunia secara bersamaan.
Seperempat abad setelah kejayaan Jerman Barat, benua Eropa kembali menyaksikan lahirnya raksasa baru melalui generasi emas Prancis. Mengawali kebangkitan mereka di tanah kelahiran sendiri pada Piala Dunia 1998, Prancis tampil tak terbendung dan mengakhiri turnamen lewat kemenangan megah 3-0 atas Brasil di partai puncak Stade de France, dengan Zinedine Zidane mencetak dua gol tandukan bersejarah.
Baca juga: Negara Asia Pertama yang Lolos Semifinal Piala Dunia
Tidak berhenti sampai di situ, skuad asuhan Roger Lemerre melanjutkan dominasi mereka pada Euro 2000 di Belanda dan Belgia. Dalam salah satu final paling dramatis sepanjang masa melawan Italia di Rotterdam, Prancis yang sempat tertinggal hingga detik-detik akhir waktu normal berhasil menyamakan kedudukan melalui Sylvain Wiltord, sebelum tembakan voli golden goal David Trezeguet pada babak perpanjangan waktu memastikan gelar ganda bagi Les Bleus.
Spanyol melangkah lebih jauh dari siapa pun dengan menciptakan rekor tiga gelar mayor beruntun yang belum pernah disamai. Era keemasan La Roja dimulai saat Luis Aragonés mengantar mereka menjuarai Euro 2008 usai mengalahkan Jerman 1-0 di Wina melalui gol tunggal Fernando Torres.
Baca juga: Gol Terbaik Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Dua tahun kemudian di bawah kendali Vicente del Bosque, filosofi permainan tiki-taka berbasis penguasaan bola mencapai puncaknya di Afrika Selatan. Gol ikonik Andrés Iniesta pada babak perpanjangan waktu final Piala Dunia 2010 melawan Belanda mengunci gelar juara dunia pertama bagi Spanyol.
Kesempurnaan dinasti ini ditutup secara mengagumkan pada Euro 2012 di Kiev, di mana Spanyol membantai Italia 4-0 di laga final untuk mengamankan takhta juara Eropa dua edisi beruntun sekaligus melengkapi triple crown legendaris.
Kisah dominasi Spanyol tidak berhenti pada era 2008–2012. Di bawah komando taktis Luis de la Fuente, generasi baru Spanyol kembali mengguncang dunia dengan menjuarai Euro 2024 di Jerman.
Baca juga: Negara Debutan Terbaik di Piala Dunia
Dipimpin oleh bakat muda spektakuler Lamine Yamal dan Nico Williams, serta ketenangan Rodri di lini tengah, Spanyol tampil sempurna sepanjang turnamen hingga membungkam Inggris di partai final.
Dua tahun berselang di panggung Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, armada La Roja melengkapi siklus emas kedua mereka. Keberhasilan mengawinkan trofi Euro 2024 dan Piala Dunia 2026 resmi mengukuhkan Spanyol sebagai satu-satunya negara dalam sejarah sepak bola yang sanggup mencatatkan rekor back-to-back Euro dan Piala Dunia sebanyak dua kali dalam dua era yang berbeda.