Tiga konfederasi sepak bola terbesar dunia, UEFA, CONCACAF, dan AFC, secara resmi menyatakan bahwa kepercayaan mereka terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino telah "hancur total". Ketiga badan tersebut kini tidak hanya mendesak pengunduran diri Infantino, tetapi juga mulai merancang pembentukan turnamen internasional tandingan di luar naungan FIFA.  

Surat terbuka bersama yang ditandatangani oleh Presiden UEFA Aleksander Čeferin, Presiden AFC Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, dan Presiden CONCACAF Victor Montagliani menuduh Infantino melakukan "penipuan" dan mengabaikan tanggung jawab kepemimpinannya. Langkah radikal ini dipicu oleh skandal kontroversial terkait rencana rahasia Infantino untuk menjual 20 persen saham hak komersial Piala Dunia senilai $4,2 miliar kepada investor swasta.  

"Kepercayaan yang Rusak Akibat Penipuan"

Krisis kepemimpinan ini menjadi ancaman terbesar bagi otoritas FIFA sejak skandal korupsi tahun 2015 yang menggulingkan Sepp Blatter. Ketiga konfederasi, yang mewakili mayoritas kekuatan finansial dan pemain bintang dunia, menolak keras upaya FIFA yang mencoba mengerdilkan masalah ini sebagai sekadar kekeliruan komunikasi.  

"Kepemimpinan dalam sepak bola bukanlah sebuah kepemilikan," bunyi kutipan surat terbuka tersebut. "Ini bukan tentang memegang—atau menuntut untuk memegang—kekuasaan. Ini adalah tugas pengabdian kepada keluarga sepak bola yang memberi kepercayaan.

Baca juga: "Era Infantino Telah Berakhir": Presiden La Liga Tuntut Reformasi Total FIFA

“Ketika kepercayaan dirusak melalui penipuan, ketika seorang individu menempatkan dirinya di atas kolektif yang memberinya wewenang, maka tugas itu telah diabaikan."  

Surat tersebut menegaskan bahwa langkah Infantino menjual aset Piala Dunia tanpa konsultasi dengan anggota asosiasi merupakan bentuk kegagalan pertimbangan yang fatal serta pelanggaran mendasar atas kepercayaan kelembagaan.  

Ancaman Boikot dan Turnamen Tandingan

Meskipun Infantino telah membatalkan proposal komersial tersebut setelah mendapat gelombang penolakan, ketiga konfederasi menegaskan bahwa masalah tidak berhenti di situ. Diskusi awal kini tengah berjalan untuk mempelajari kelayakan penyelengaraan turnamen independen di antara negara-negara UEFA, CONCACAF, dan AFC.  

UEFA tetap memegang ancaman boikot terhadap seluruh kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia. Bahkan, tim-tim asal Eropa berpotensi menarik diri dari gelaran Piala Dunia Wanita U-20 bulan depan jika kebuntuan politik ini tidak kunjung menemukan titik terang.  

Baca juga: Presiden FIFA Gianni Infantino Bantah Klaim UEFA Bayar Uang Tolak ke Selingkuhan

Perpecahan Geopolitik Sepak Bola Dunia

Langkah UEFA, CONCACAF, dan AFC untuk mendesak Infantino mundur jelang pemilihan presiden FIFA Maret mendatang tidak serta-merta didukung seluruh anggota. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) bersama beberapa federasi di Amerika Selatan (CONMEBOL) menyatakan tetap memberikan dukungan penuh kepada pria asal Swiss tersebut.  

Dengan batas waktu pendaftaran calon presiden FIFA yang akan ditutup pada November mendatang, peta kekuatan sepak bola dunia kini terbelah tajam. Apakah Infantino mampu bertahan dari gempuran atau dipaksa mundur oleh gabungan konfederasi terkuat, garis peperangan atas kendali masa depan sepak bola global kini telah resmi terbentang.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!