Tangis Haru Scaloni Iringi Kemenangan Dramatis Argentina atas Mesir

Tangis Haru Scaloni Iringi Kemenangan Dramatis Argentina atas Mesir
8/07/2026 - 16:10 WIB
17

Pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, mengaku tidak dapat membendung luapan emosinya setelah sang juara bertahan secara luar biasa membalikkan keadaan untuk membungkam Mesir 3-2 di babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada hari Selasa (7/7).  

Seusai peluit panjang berbunyi di Mercedes-Benz Stadium, momen emosional tertangkap kamera saat Scaloni meneteskan air mata bersama kapten sekaligus megabintangnya, Lionel Messi. La Albiceleste bangkit dari ambang kehancuran setelah sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu, sebelum akhirnya memproduksi tiga gol balasan dalam 11 menit terakhir yang magis untuk menyegel tiket ke babak perempat final.  

Tangis Haru Scaloni

Ketegangan luar biasa yang menyelimuti sepanjang laga tampak menguap begitu saja dari diri Scaloni saat menghadiri sesi konferensi pers pascapertandingan. Juru taktik berusia 48 tahun tersebut bahkan terpaksa menyudahi wawancara lebih cepat karena masih begitu emosional.  

"Grup pemain ini, apa lagi yang bisa saya katakan tentang mereka?" ujar Scaloni dengan suara bergetar dan mata yang berkaca-kaca sebelum berpamitan dari podium. "Maaf, saya terlalu emosional saat ini. Saya harus pergi."

Baca juga: Sempat Tertinggal Dua Gol, Argentina Bangkit Tekuk Mesir 3-2

Ketegangan itu sangat beralasan. Argentina sempat berada di ujung tanduk setelah Mesir tampil disiplin dan unggul melalui sundulan Yasser Ibrahim di menit ke-15 serta penyelesaian klinis Mostafa Ziko pada menit ke-67. 

Beban mental kian berat lantaran eksekusi penalti Lionel Messi di babak pertama sempat digagalkan oleh kiper Mesir yang tampil kesetanan, Mostafa Shobeir, menjadi kegagalan penalti kedua Messi sepanjang turnamen ini.  

Drama di Menit Akhir

Namun, mentalitas juara berbicara di sisa waktu. Perubahan taktik Scaloni yang memasukkan amunisi segar dan mendorong bek Cristian Romero lebih maju terbukti menjadi kunci utama runtuhnya tembok pertahanan The Pharaohs.  

Lionel Messi kemudian membayar tuntas kegagalan penaltinya dengan melepaskan tembakan yang menghujam deras jaring gawang Mesir guna menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Pada masa injury time, Enzo Fernández tampil sebagai pahlawan bangsa dengan menyundul masuk umpan silang akurat Lautaro Martínez, memicu ledakan kegembiraan yang luar biasa dari bangku cadangan dan suporter Argentina.  

Baca juga: Persaingan Sengit di Piala Dunia 2026, Scaloni Sebut Tak Ada Tim Favorit

"Saya selalu emosional. Terkadang air mata keluar," ujar Scaloni. "Air mata juga keluar di ruang ganti. Anak-anak bahkan memanggil saya 'si cengeng,' tapi saya tidak peduli.

“Bagi kami semua yang bermain sepak bola selama 20 tahun, merasakan apa yang kami rasakan hari ini lagi sungguh luar biasa. Saya pikir sebagian besar pelatih yang pernah bermain sepak bola menjadi pelatih karena hari-hari seperti ini, karena emosi itu, adrenalin itu," tambahnya.

Menjaga Asa Sejarah di Kansas

Kemenangan epik ini menjaga asa Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia dan menyamai rekor historis Brasil yang sukses menjuarai Piala Dunia berturut-turut pada edisi 1958 dan 1962.  

Setelah melewati ujian berdarah-darah melawan Tanjung Verde di babak 32 besar dan laga dramatis kontra Mesir ini, pasukan Lionel Scaloni dijadwalkan akan terbang ke Kansas untuk menantang Swiss di babak perempat final pada hari Minggu mendatang.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!

Related News

0 Komentar
Lihat Komentar Lainnya
Ads
Loading...
Tunggu Sebentar...