Persaingan Sengit di Piala Dunia 2026, Scaloni Sebut Tak Ada Tim Favorit
Menjelang laga krusial babak 16 besar melawan Mesir, pelatih timnas Argentina, Lionel Scaloni, menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 tidak lagi memiliki tim favorit yang mutlak. Ia menyoroti fakta mengejutkan di mana negara-negara raksasa sepak bola kini harus bersusah payah, bahkan nyaris tersingkir, saat menghadapi tim-tim dengan peringkat FIFA yang jauh lebih rendah.
Berbicara dalam konferensi pers yang padat di Atlanta Stadium, pelatih pembawa gelar juara dunia ini menyatakan bahwa jarak kualitas antarnegara telah sepenuhnya terkikis di turnamen Amerika Utara ini. Menurut Scaloni, status unggulan dan prediksi di atas kertas kini tidak ada artinya di lapangan, mengingat fase gugur telah mendorong tim-tim elite hingga ke batas maksimal mereka, atau justru memulangkan mereka lebih awal.
Tim-Tim Raksasa di Ujung Tanduk
Pernyataan Scaloni merujuk pada rentetan hasil dramatis di awal babak sistem gugur, di mana negara-negara elit mendapat perlawanan luar biasa dari tim-tim kuda hitam. Bos Argentina itu secara spesifik menyoroti kerentanan yang terekspos dari skuad-skuad unggulan lainnya.
Prancis, yang dianggap banyak pihak sebagai tim paling konsisten di turnamen, harus bersusah payah menghadapi perlawanan alot Paraguay dan butuh babak adu penalti untuk lolos.
Baca juga: Nyaris Dikejutkan Tanjung Verde, Argentina Lolos 16 Besar usai Menang 3-2
Spanyol dan Portugal yang saling berhadapan di babak 16 besar, keduanya sama-sama sempat disulitkan pada babak grup. Portugal bahkan terpaksa lolos sebagai runner-up grup, yang membuat Cristiano Ronaldo dkk harus berhadapan dengan La Roja.
Brasil dan Jerman, dua raksasa historis turnamen, secara mengejutkan bahkan sudah lebih dulu angkat koper dari kompetisi.
Skuad Scaloni sendiri baru saja lolos dari lubang jarum. Meski menyapu bersih tiga laga fase grup dengan nyaman, La Albiceleste dipaksa menjalani pertarungan brutal menguras emosi selama 120 menit melawan Tanjung Verde. Tim debutan turnamen itu dua kali menyamakan kedudukan, memaksa babak tambahan sebelum Argentina akhirnya menang dramatis 3-2.
"Saya pikir Piala Dunia kali ini sangat sulit bagi semua orang, sepertinya tidak ada favorit yang jelas," kata Scaloni.
"Tidak ada tim nasional yang, seperti yang biasa kita lihat sebelum Piala Dunia, menjadi favorit yang jelas. Kondisinya juga sangat berbeda dari yang kita lihat di edisi sebelumnya.
"Terlepas dari kenyataan bahwa ada empat atau lima favorit utama, tim-tim tersebut tidak menampilkan sepak bola yang kita harapkan sebelum Piala Dunia."
Kelelahan, Jarak Tempuh, dan Faktor Cuaca
Saat ditanya lebih lanjut mengenai mengapa skuad-skuad paling elite di dunia kesulitan mendominasi jalannya laga, Scaloni menunjuk pada kombinasi kelelahan fisik dan rintangan lingkungan.
Ia mencatat bahwa padatnya jadwal yang harus dilakoni para pemain modern usai musim klub Eropa yang melelahkan telah menurunkan kualitas dan tempo permainan secara keseluruhan. Selain itu, kendala logistik dan geografis yang unik di turnamen tahun 2026 ini ikut mempersulit persiapan tim.
Baca juga: De Paul Peringatkan Fans Nikmati Momen-Momen Terakhir bersama Messi
"Saya mengerti bahwa sebagian besar pemain telah memainkan banyak pertandingan, dan itu banyak sekali pertandingan yang harus mereka mainkan. Dan itulah sebabnya mungkin levelnya tidak seperti yang biasa kita lihat,” jelasnya.
"Piala Dunia kali ini sulit. Perjalanan, cuaca panas, lapangan, rumput... terkadang bola tidak bergerak dengan baik. Ada banyak faktor yang membuat sulit untuk benar-benar menunjukkan keunggulan kita."
Meski diwarnai berbagai tantangan dan ketegangan taktis, Scaloni mengaku puas dengan mentalitas pantang menyerah Argentina, menyebut level mereka saat ini "bisa diterima" setelah memenangi seluruh empat laga. Ia juga mengonfirmasi bahwa sang kapten berusia 39 tahun, Lionel Messi, telah pulih sepenuhnya usai bermain 120 menit melawan Tanjung Verde dan siap diturunkan menghadapi Mesir.
"Dalam sebuah pertandingan, ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginan atau lawan mempersulit keadaan, maka Anda dapat mengandalkan ketangguhan, intensitas, dan semangat yang ada dalam DNA kita," ujar Scaloni.
"Dan inilah yang dimiliki tim ini. Anda bisa bermain lebih baik atau lebih buruk, tetapi ketika Anda tidak bisa bermain dengan baik, Anda membutuhkan semua itu. Jika tidak, Anda akan tersingkir. Saya yakin bahwa jika kita tidak mengandalkan karakter kita di pertandingan terakhir, kita akan tersingkir."
Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!