Cristiano Ronaldo akan menjalani Piala Dunia keenamnya pada usia 41 tahun setelah pelatih tim nasional Portugal, Roberto Martínez, memasukkan nama sang penyerang ke dalam 27 pemain skuad resmi yang diumumkan pada Selasa sore.

Pemilihan skuad ini juga menampilkan slot simbolis ke-28, yang ditetapkan sebagai bentuk penghormatan "plus one" untuk penyerang Diogo Jota, yang wafat tahun lalu.

Alasan Masuknya Ronaldo

Martínez menegaskan bahwa masuknya nama Ronaldo sepenuhnya didasarkan pada performa dan tingkat kebugarannya saat ini, bukan karena faktor sentimental masa lalu. Penyerang Al-Nassr tersebut, yang melakoni debut Piala Dunianya dua dekade lalu di Jerman 2006, tetap menjadi figur sentral dalam rencana lini serang Portugal.

"Saya harap dia akan memainkan peran yang sama seperti tiga tahun terakhir saya bersama tim nasional," jelas Martinez. "Saya sudah banyak berbicara tentang Cristiano. Ketika kita berbicara tentang dia, ada dua pemain. Ikon sepak bola dunia, yang tentangnya semua penggemar di dunia memiliki pendapat dan menerima apa yang dia berikan kepada sepak bola, dan kemudian ada kapten kita."

Baca juga: Lolos dari Skorsing Kartu Merah, Ronaldo Bisa Main di Piala Dunia 2026

"Dia memiliki tuntutan yang sama seperti pemain lain, daya saing untuk berada di tim nasional. Bagi saya, dia adalah kapten yang patut dicontoh. Dia sangat penting dalam memenangkan Nations League dan sekarang kami menginginkan tingkat tanggung jawab dan teladan yang sama di ruang ganti."

Turnamen Keenam Ronaldo

Bagi Ronaldo, perjalanan yang dimulai saat ia masih menjadi pemuda berusia 21 tahun yang penuh air mata di Jerman pada tahun 2006, kini berputar penuh menuju akhir di stadion-stadion Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Pemanggilannya bukanlah sekadar penghargaan atas masa lalunya. Dengan catatan 226 caps dan 143 gol internasional, penyerang Al-Nassr ini tetap menjadi pusat taktik sekaligus detak jantung emosional tim yang sangat mendambakan satu-satunya trofi yang belum pernah mereka raih.

Meskipun para kritikus pasti akan mempertanyakan keputusan untuk mengandalkan pemain berusia 41 tahun di tengah cuaca panas musim panas yang menyengat di Houston dan Miami, Martínez dengan cepat mengklarifikasi bahwa peran Ronaldo telah direncanakan secara matang. 

Manajemen menit bermain yang khusus sudah dipersiapkan demi memaksimalkan dampaknya di lapangan. Ia bukanlah peninggalan masa lalu, ia adalah ujung tombak dari tim yang mencoba melakukan apa yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Penghormatan untuk Diogo Jota

Di samping fokus olahraga yang tertuju pada umur panjang karier Ronaldo, aspek emosional dari pengumuman Martínez hari ini adalah keputusan untuk membawa nama simbolis ke-28 ke dalam daftar resmi.

Slot tersebut didedikasikan untuk mantan penyerang Liverpool dan Porto, Diogo Jota. menyertakan namanya secara simbolis di samping 27 pemain aktif yang akan bertanding.

Jota adalah pemain reguler tim nasional dan bermimpi untuk tampil di turnamen 2026 setelah cedera membuatnya absen dari Piala Dunia 2022 di Qatar.

Baca juga: Pesta Gol di Porto! Portugal Bantai Armenia 9-1, Lolos Otomatis ke Piala Dunia 2026

"Dia adalah kekuatan dan kegembiraan kami," kata Martinez. "Kehilangan Diogo adalah momen yang tak terlupakan dan sangat sulit, tetapi keesokan harinya terserah kepada kita semua untuk memperjuangkan mimpi Diogo dan teladan yang selalu dia berikan di tim nasional kita. Semangat, kekuatan, dan teladan Diogo Jota adalah nilai tambah dan akan selalu menjadi nilai tambah."

Skuad dengan Kedalaman Luar Biasa

Jika melihat melampaui Ronaldo, kita akan menemukan salah satu roster paling seimbang dan bertabur bintang di sepak bola modern. Martínez telah memilih grup yang kaya akan keunggulan teknis sekaligus gairah muda.

Duet maestro Manchester City, Rúben Dias dan Bernardo Silva, akan menjadi jangkar di lini belakang dan tengah, sementara kuartet tangguh Paris Saint-Germain—Nuno Mendes, João Neves, Vitinha, dan Gonçalo Ramos—menyuntikkan kualitas elite Eropa ke dalam tim. Di lini serang, kecepatan eksplosif Rafael Leão dan kelincahan João Félix memastikan lini depan Portugal tetap bervariasi dan mengerikan.

Tentu saja ada korban dari ketatnya persaingan posisi ini. Gelandang bertahan João Palhinha dan bek andalan Benfica, António Silva, terpaksa dicoret, sebuah bukti betapa kejamnya persaingan untuk memperebutkan tempat di generasi emas ini. Untuk mematuhi regulasi FIFA, daftar 27 pemain Martínez saat ini, yang menyertakan empat penjaga gawang termasuk Ricardo Velho dari Gençlerbirliği, harus dipangkas menjadi 26 pemain final sebelum tanggal 2 Juni.

Grup K dan Pertarungan Melawan Sejarah

Portugal akan mematangkan persiapan mereka di kandang sendiri lewat laga persahabatan melawan Chile dan Nigeria sebelum terbang menyeberangi Atlantik. Sesampainya di sana, mereka akan menghadapi Grup K yang terhitung menjebak. Portugal akan membuka kampanye mereka melawan Republik Demokratik Kongo pada 17 Juni di Houston, disusul laga melawan Uzbekistan pada 23 Juni, sebelum menutup fase grup melawan tim kuat Kolombia di Miami.

Setiap Piala Dunia selalu membawa tekanan besar, tetapi bagi Seleção kali ini, taruhannya terasa sangat spiritual. Mereka memikul beban warisan terakhir dari Cristiano Ronaldo, itu benar. Namun yang lebih penting, mereka membawa memori dari seorang saudara yang telah tiada.

Saat Portugal melangkah ke lapangan hijau bulan Juni nanti, mereka akan bermain dengan 11 orang di lapangan, 26 orang di dalam skuad, dan satu semangat abadi yang mengawasi mereka dari atas sana.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!