Ouahbi Peringatkan Maroko, Rekor Tak Terkalahkan di Fase Grup Tak Berarti
Pelatih tim nasional Maroko, Nabil Ouahbi, menegaskan bahwa catatan tak terkalahkan timnya di fase grup sama sekali tidak akan membantu saat mereka menghadapi Belanda di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Berbicara menjelang laga hidup-mati di Monterrey, Ouahbi menginstruksikan anak asuhnya untuk segera membuang euforia fase grup dan beralih ke mentalitas sistem gugur yang jauh lebih kejam.
Singa Atlas melaju ke babak gugur dengan raihan impresif tujuh poin setelah menahan imbang Brasil 1-1, serta menundukkan Skotlandia 1-0 dan Haiti 4-2. Meski finis sebagai runner-up Grup C hanya karena kalah selisih gol dari Brasil, Ouahbi sadar betul bahwa performa apik tersebut akan menjadi sia-sia jika mereka lengah sedikit saja di Estadio Monterrey.
"Dalam tiga pertandingan terakhir, kami menunjukkan bahwa kami mampu memberikan performa luar biasa dan memiliki karakter yang kuat di lapangan," ujar Ouahbi. "Namun, pertandingan besok sepenuhnya berbeda dan membutuhkan solusi yang berbeda pula. Itulah mentalitas yang kami bawa untuk laga ini."
Rotasi demi Kebugaran Pemain
Sadar akan padatnya jadwal turnamen berskala masif ini, Ouahbi mengungkapkan bahwa dirinya sengaja melakukan rotasi besar-besaran pada laga terakhir grup melawan Haiti. Keputusan tersebut diambil demi menjaga kebugaran fisik skuatnya agar berada dalam kondisi puncak saat bentrok dengan skuat dinamis asuhan Ronald Koeman.
Baca juga: Maroko Bungkam Haiti 4-2, Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Pemain muda berbakat seperti Ayyoub Bouaddi sengaja diistirahatkan total pada laga sebelumnya. Strategi manajemen beban kerja ini diharapkan mampu memberikan keunggulan fisik bagi Maroko, mengingat Belanda juga memiliki waktu istirahat yang serupa setelah mengemas tujuh poin dari hasil menang atas Swedia dan Tunisia serta seri melawan Jepang.
"Dari sudut pandang fisik, di pertandingan ketiga kami berhasil mengatur waktu bermain sesuai keinginan kami," jelasnya.
"Saya ingin mendistribusikan waktu bermain ke seluruh skuad sehingga setiap pemain memiliki kesempatan untuk berpartisipasi. Itu juga memungkinkan seluruh tim berada dalam kondisi terbaik.”
Harapkan Pembuktian dari Brahim Diaz
Menghadapi tim dengan profil taktis yang berbeda seperti Belanda, Maroko dituntut untuk kembali menunjukkan fleksibilitas permainan mereka. Sepanjang fase grup, mereka terbukti mampu tampil solid tanpa bola saat meredam Brasil, bermain pragmatis untuk mempertahankan keunggulan kontra Skotlandia, hingga bangkit dari ketertinggalan saat melawan Haiti.
Baca juga: Koeman Sebut Duel Belanda vs Maroko di Babak 32 Besar Terlalu Dini
Meski enggan membeberkan rencana taktiknya secara rinci, Ouahbi secara khusus menaruh harapan besar pada bintang Real Madrid, Brahim Diaz. Sang penyerang sayap sejauh ini telah menyumbang dua assist krusial, dan sang pelatih memprediksi versi terbaik Brahim akan muncul di bawah tekanan atmosfer Monterrey.
Pemenang dari partai krusial ini dipastikan akan terbang ke Houston untuk menantang Kanada di babak 16 besar pada tanggal 4 Juli mendatang.